Nyebellin

Nyebellin
#23 Tenang


__ADS_3

Happy reading. vote dan koment ya readers terlove ku.. biar aku semngat up-nya..


.


.


.


Aldi beranjak dari tempatnya ke toilet untuk membasuh wajahnya, Lala juga sudah selesai BAB.


Lala lebih duluan naik ke tempat tidur, mengambil handphone nya dan berselancar di dunia maya, banyak sekali DM dari teman online nya yang belum pernah bertemu di dunia nyata.


Semua mengirim pesan, selamat. Lala membalas satu persatu, ada juga dari Hanz, Lala tersenyum kecil memgingat kalau Hanz pacar Heiji sekarang. Entah bagaimana prosesnya mereka bisa pacaran dalam waktu singkat, ahh mungkin saja Lala yang tidak memperhatikan sekitarnya karena terlalu lelah dengan hidupnya sendiri.


"Senyum mulu, kesambet apa lu?"


Rupanya Aldi sudah ada di sampingnya, dan menarik selimut Doraemon milik Lala.


"Ngapain lu nyet?" tanya Lala ketus, Lala mengangkat alis sebelah.


"Mau tidur, apa lagi?"


Lala turun dari tempat tidur mengambil sarung di lemari.


"Sarung buat apa la?" tanya Aldi heran.


"buat bungkus lu," jawab Lala datar.


"Ngak mau se-selimut lagi ma lu, lu suka tebar iler," canda Lala.


"Gue ganteng begini lu bilang bau jigong, gue tampol nih," kesal Aldi pura-pura.


"Bilang aja lu takut sma gue, gue gak tertarik sama tripleks kek lu," ucao Aldi tanpa dosa.


"Ya udah, gue mau tidur," putus Lala akhirnya. kesal dengan ucapan Aldi. padahal Lala merasa sedikit suka dengan perlakuan romantis gak jelas khas Aldi. mungkin bukan sedikit.


Lala melompat ke tempat tidur dan membelakangi Aldi, sama seperti Aldi.


Aldi berbalik menatap punggung Lala, Aldi memeluk pinggang ramping milik Lala.


"Jangan meluk, gue bukan guling. Kebiasaan lu, Modus!" seru Lala.


"Biarin," jawab Aldi.


"Lu ambil kesempatan, meluk-meluk gue," kesal Lala smbil berbalik.


Lala tertegun menatap wajah Aldi sedekat ini. Rupanya dia salah, harusnya dia berbalik lagi, namun belum sempat mengubah posisinya Aldi sudah lebih dulu menariknya ke pelukan hangatnya.


Lala hanya diam menenggelamkan wajah nya di dada Aldi. Seketika semerbak parfum Aldi menyambut indra penciuman nya.


"Terimakasih ya, La, selamat ulang tahun, ngak terasa beberapa bulan lagi gue ke Amerika," gumam Aldi, Lala masih bisa mendengarkan.


"Lu nerima tawaran Bu Eca?" Lala mendongak ke arah Aldi.


"Huum, gue gak bisa nolak Dosen PA gue itu, La," jawab Aldi.


"Ihhh, gue ikut deh, boleh ngak?" tanya Lala dengan wajah di buat buat imut.


"Lu mau ngulang?, kalau ngak ada rekomendasi ngak bisa lu lanjut," ucap Aldi.

__ADS_1


"Ihh lu emang jahat, ngak ngajak gue," ketus Lala.


Aldi yang gemmes mencium jidat Lala, entah mengapa wajah Lala begitu menggemaskan.


"Ambil kesempatan mulu, gue rebus lu lama lama," kesal Lala.


"Masak air aja gosong," ucap Aldi.


Lala mencubit pinggang Aldi, tak terima opini Aldi. Ngaur!


Aldi meringis kesakitan tapi menjepit tangan Lala dengan pelukan nya.


"Enak saja ngatain orang sembarangan," semprot Lala.


"Haha, belajar masak, ntar lu masakin suami lu apa?"


"Masakin daun, rumput banyak nganggur," jawab Lala.


"Hhh kasian deh tuh," ucap Aldi tertawa keras. dia melonggarkan pelukan nya.


"Berisik," Lala memeluk Aldi keras, membuat Aldi meringis.


"La, lu itu…" Aldi menggantung ucapannya, sepertinya Lala sudah tidur.


Aldi menatap wajah Lala lebih dekat dan mencium bibir mungil nya.


"Have a nice dream, sayang."


Deg!


****


Cantik?


Yang benar saja, gayanya sudah seperti beruang, tidur tengkurap dengan wajah menoleh ke kanan dan bibir mengerucut.


Aldi tertawa sambil mencolek pipi Lala.


"Gembel, bangun napa. Udah jam enam," seru Aldi.


"Tunggu," gumam Lala.


"Kebo emang, ck." decak Aldi berlalu ke dapur.


Aldi cekatan memasak semua sarapan pagi mereka dan menyisahkan sedikit untuk makanan tante Ega, kata dokter, tante Ega sudah boleh pulang besok.


"Serius banget masaknya," sapa Lala sambil menarik kursi, rambutnya masih basah hanya sedikit di lap dengan handuk.


"Keringin tuh rambut, kebiasaan lu," ucap Aldi.


"Biarin," jawab Lala tanpa dosa, muka nya acuh tak acuh dengan Aldi.


"Ck. Ditanya juga," kesel Aldi.


"Mau di keringin," kekeh Lala.


"Elleh gue masak lu di oven tau rasa," ketus Aldi.


"Eh semalam lu cium gue kan?" tanya Lala mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Sebenarnya Lala belum benar benar tidur semalam bahkan dia merasakan ciuman Aldi, tapi Lala tidak menggubris dan lebih memilih tidur beneran. Bahkan suara bangun nya berdetak kencang saat aldi berbisik mesra.


"Amm.. Halu lu," gagap Aldi.


"Ciee kikuk bnget," kekeh Lala.


"Humm," gumam Aldi.


"Muka lu merah di," seru Lala.


"Berisik," ketus Aldi.


Lala semakin terbahak.


"Diam sebelum gue rebus beneran lu," ancam Aldi.


"Ya udah, gue lapar, lama banget," protes Lala.


"Heleh lu kira gue pembantu?"


"Mirip sih," jawab Lala.


Aldi mengabaikan Lala dan menghidangkan makanan.


"Tuh yang di bungkus buat siapa?" tanya Lala.


"Mama yu," jawab Aldi sambil menyantap sarapan nya.


Lala hanya mangut mangut.


"Oh ya... lu belum jawab, kenapa lu cium gue semalam,"


Uhuk


"Aldi lu kenapa?" Lala menyodorkan air minum.


Wajah Aldi memerah karena kesellek.


"Lu kenapa sih," tanya Lala polos.


"Ya gue suka aja cium lu, ngak boleh?"


Deg.


Entah kenapa jantung Lala berdetak tak karuan.


Apakah perasaan itu benar nyata??


Bersambung….


**Udah dapat romance?? Sekitar sepuluh mungkin baru dapat konflik awal, hehheh minim konflik untuk sekarang semua novel aku emang ngak banyak yang mengandung konflik berat, hihi itu sih karena aku komplikasi dengan Humor biarpun garing banget, hehhehe.


...Hehehe UP besok lagi, dukung ya Aldi dan Lala dengan klik jempol tuhh🤭🤭🤭.. Geratis kok hahaha...


...Terimakasih...


...Salam cinta...


...KazukyAlichia😘😘😘**...

__ADS_1


__ADS_2