Nyebellin

Nyebellin
#31 Belanja


__ADS_3

Meilda duduk di depan sebuah toko buku, terakhir dia melihat Aldi di sini dengan Lala kemarin, sepertinya Aldi sedang membeli kamus.


Meilda hanya penasaran dengan istri dari seorang yang merebut hatinya.


"Eh Meilda, sendiri aja," tanya seorang pria.


"Iya Bim, lagi cari inspirasi," jawab Meilda.


"Owh, kirain cari angin," kekeh Bima.


"Yakali cari angin, nongkrong di toko buku," kekeh Meilda.


"Eh denger denger Mau ke luar negri kan?"


"Iya, ke Pago-pago, Amerika," jawab Meilda.


Bima bersandar sambil mengambil gawainya. Suasana toko buku ini sangat menyenangkan. Toko yang belum lama di bangun.


"Bim, gue mau cerita. Lo kan teman gue dari kecil, gue suka orang, tapi dia udah nikah. Menurut lo gue ini bego?" tanya Meilda.


"Hahahaha. Ga papa kok, gue juga sama kek lo," jawab Bima.


Pikiran Bima kembali ke bayangan seorang gadis yang menjadi pusat perhatian nya.


Lala.


"Hahah masa? Kita kek PHO aja," kekeh Meilda.


"Haha, gue rasa, ngak ada namanya PHO. Cinta itu gak ada yang bisa prediksi kehadiran nya," jawab Baim.


Meilda mengangguk, memang benar. Toh, semua yang ada di dunia ini punya takdir yang tidak di rencanakan. Sekalipun itu salah..


"Jadi keadaan lo gimana sekarang?" tanya Meilda.


"Ya gue gak apapa, gue mau berusaha dekat, sekalipun teman aja," pasrah Bima.


"Gue keknya juga gitu."


Mereka melanjutkan perbincangan nya sambil sesekali tertawa. (Termasuk ngetawain author)


***


Lala bersantai santai. Untuk sekarang dia hanya perlu me time. Sebelum sebelumnya Lala tidak pernah se pusing ini bersama dengan Aldi.


"Gue kesel banget," keluh Lala.


Alunan lagu love story mengalun dari monitor Hp nya.


Lala meraih masker sakura di atas nakas kemudian memakaikan ke wajahnya.


"Gini kan seger," ucap Lala bermonolog.


Bippp…


"Siapa sih ganggu aja," keluh Lala mendapati ponselnya berdering.


"Alah nih mahluk halus, ngak tobat juga ganggu gue," protes Lala.


"Halo.. Kenapa??"


"Gak kok, cuma gue lagi nyariin lu, mau belanja gue," ucap Aldi di seberang telfon.


"Lu pikir gue emmak lu?"


"Calon emmak dari anak-anak gue," kekeh Aldi asal bunyi.


"Preet. Anak, idung lu," ketus Lala.


"Mau bantuin gak?"

__ADS_1


"Belanja aja pake acara bantuin. Dah gede lu," ketus Lala.


"Yaudah gue ngak jadi masuk toko, sore ini lu bantu gue belanja ya, gak ada penolakan."


Klikk ..


Telfon terputus sepihak.


Lala kesal sekali, Lala keluar dari kamarnya mengambil minuman dingin dan kembali kekamar.


Hari ini dia akan menemani Aldi berbelanja baju-baju untuk ke Amerika, padahal masih ada tiga bulan lebih untuk berangkat.


Lala mengelupas maskernya dan pergi mencuci muka. Bayangan wajah Aldi membuatnya kesal. Benar benar mengganggu waktunya untuk sendiri.


***


"Coba sebelah sana deh La," Seru Aldi semangat.


"Di.. Lu tau, belanjaan kita udah banyak banget tau," ketus Lala.


"Ya udah lanjutkan aja, gue dah bawa mobil buat siasat terbaik," jawab Aldi sok keren.


Lala mencebik kesal, namun tetap mengikuti Aldi.


"Nah gue mau suruh lu pilih cardigan ini dua, buat couple kita," ucap Aldi.


Lala dengan wajah berseri seri memilih dengan semangat. Banyak sekali cardigan couple disini.


"Di, ayok beli Hoodie aja deh, kalo lo ke Amerika kan udah musim semi, pasti enak kalo pake Hoodie," usul Lala.


"Kata siapa gue mau pake di Amerika, mau gue pake besok," jawab Aldi.


Aldi tetap berjalan menuju hoodie-hoodie yang terpampang. Lala ikut dengan malas-malas.


"Mau hitam atau biru?" tanya Aldi.


Aldi hanya ber-ohh, padahal dalam option tidak ada warna merah. Dasar Lala.


"Nemu nih," seru Aldi.


Lala tidk menyahut, dia mengikuti Aldi ke tempat hanger penuh hoodie.


"Amm, warna merah marun ini?" tanya Lala.


"Kan lu bilang merah La," sahut Aldi.


"Tapi kan merah marun gak suka," jawab Lala.


"Apa yang salah? Kulit lu ama gue sama sama putih, ngak ngaruh, dan yang terpenting ini gak ke-cewek-an," papar Aldi.


"Mau yang hitam, di sebelahnya tuh." tunjuk Lala.


Aldi mengangguk dan mengambil sepeasang hoodie.


"Ya udah yok pulang." kata Aldi.


Lala mengangguk dan mengikuti Aldi.


Setelah selesai bertransaksi di kasir, keduanya keluar dengan 6 paper bag, entah mengapa Aldi sudah seperti ibu sosialita.


Keduanya sempat bertemu dengan Aqil dan pacar nya. Pacar dari maba yang masih langgeng.


"Ehh, belanja kebutuhan rumah tangga ya," kekeh Aqil.


"Gak kok, ini kebutuhan gue ke Amerika," jawab Aldi.


"Widih, udah mau jadi bule aja lu tong," ucap Aqil.


Gadis yang bersama Aqil juga bercanda dengan Aldi toh mereka satu kelas. Nama pacar Aqil, Laras.

__ADS_1


"Eh Di, bisa juga ya, teman kelas langgeng gitu," ucap Lala saat kedua sejoli itu sudah masuk kedalam mall.


"Ya iyalah, wong gak semua yang pacaran bakalan putus," jawab Aldi enteng.


Aldi mengambil barang-barang Lala kemudian memasukkan ke dalam mobil pribadinya.


"Eh iya Di. Kalo di kelas tuh mereka gimana?" tanya Lala penasaran.


"Dihh kepo juga lu, amm gak ngapa ngapain sih, cuma biasa mereka pelukan dan seterusnya, biasa aja." jawab Aldi sambil masuk ke dalam mobil.


Lala yang membayangkan nya jadi geli sendiri. Bahkan di kelas nya yang notabene banyak anak gaul, tidak ada yang pernah pamer pacar di dalam kelas dan di tahu banyak orang.


"Woy ayok masuk, ntar lu di culik wewe gombel, mau?" seru Aldi.


Lala buru-buru membuka pintu mobil dan duduk di samping Aldi.


"Lamunin apa, La?" tanya Aldi sembari fokus menyetir keluar dari parkiran mall.


"Gak kok, cuma gue rasa gak enak badan, gue lapar Di," keluh Lala.


"Ya sabar dulu. Enak kayaknya kita makan di warung dekat rumah, malas gue masak," ucap Aldi.


"Idehh bilang aja lu mager karena mau ke negri orang," kekeh Lala.


Aldi menjewer Lala dengan tangan satunya. Lala merenggut kesal. Aldi memang menyebalkan dalam setiap hari-harinya.


Aldi tersenyum ke arah Lala sambil mengusap rambutnya. Lala menggemaskan sekali.


"Fokus, mata cowok gak boleh jelalatan dengan gadis se cantik gue," ucap Lala.


"Dih bodo!"


Aldi kemudian tersenyum, Aldi menepikan mobilnya.


"Udah nyampe," ucap Aldi.


Lala ingin keluar tapi Aldi menahan nya.


Aldi mendekat mencium pipi Lala.


"Hukuman karena bikin gue kesal,"ucap Aldi kemudian turun meninggalkan Lala.


Lala ingin mengumpat dalam hati, Aldi benar-benar menyebalkan.


Lala ikut keluar dari mobil, dilihatnya punggung Aldi dari jauh.


"Lama banget lu jalan nya. Liatin gue kan?"


"Dihh pede banget, padahal gak cakep sama sekali."


"Gue cakep lahir batin, jelmaan kapten amerika," ucap Aldi.


"Jelmaan? Lu manusia jadi jadian dong," ledek Lala.


Aldi hanya merangkulnya. Lala heran.


"Gue jadi-jadian tapi gak pernah jadian," ucap Aldi.


"Maksudnya?" tanya Lala polos.


"Gue lapar," jawab Aldi.


...Bersambung…....


...Halo guys maaf aku lama update mau di benerin dulu bab nya mau di kasi judul...


...Vote dan coment ya...


...Saranghaeyo ^°^...

__ADS_1


__ADS_2