
...Membuat mu bahagia mungkin hanya satu dari sekian juta harapan yang ku langitkan setiap hari....
...Lala~...
Setengah bulan kemudian…
Lala memakan sarpan pagi dengan terburu-buru hari ini dia akan ke sekolah untuk mengajar jam pertama, dia sudah selesai menyiapkan berkas dan sebagainya beberapa hari yang lalu. Lala juga menjadi guru kelas jadi dia harus banyak belajar mulai sekarang, dia tidak boleh banyak menonton drama ataupun berdrama Queen.
Lala segera keluar dari rumah dan berjalan menuju garasi. Motornya terpampang cantik sedang menunggunya.
"La, barengan gue aja."
Lala menoleh, pacarnya itu sudah senyum pasta gigi melihat ke arahnya.
"Gak mau, hari pertama mengajar harus kelihatan jomblo," jawab Lala asal, dia hanya tidak mau merepotkan orang, jalur mereka jelas beda, berlawanan arah.
"Ihh gue di kemanain?" tanya Aldi pura-pura sakit hati.
"Di tenggelamin." Lala berteriak sedikit dan kembali menyalakan motornya.
"Lo pergi kerja aja. Gue mau urus beberapa hal. Babay." sambung Lala.
Lala melambaikan tangan dan kembali menjalankan motornya. Aldi hanya menggeleng dan masuk ke dalam mobil.
"Aneh-aneh aja. Tunggu aja gue jadi suami lo, gue jadiin babu!"
Aldi menyalakan mesin mobilnya dan menjalan kan pelan menuju kantor. Aldi sudah hampir setengah bulan bekerja, rasanya biasa saja, apakah hanya Lala yang sangat senang dengan pekerjaan nya sebagai pengajar?
***
Hari pertama mengajar memang membuat dag-dig-dug, walaupun sudah mencoba di saat KKN dulu, secara ini adalah pekerjaan tetap, ada saja rasa degdegan saat pertama melakukan pekerjaan. Lala barusan memperkenalkan diri di depan siswa siswi kelas lima SD garuda.
"Ibu cantik, udah punya pacar yak?" tanya siswa gempal dengan warna kulit putih yang belakangan Lala tahu namanya Siwa, kaca mata besarnya lumayan tebal mungkin dia minus karena kebanyakan main gadged, secara banyak anak-anak yang suka main game.
"A_Ada deh," jawab Lala sedikit gagap, anak ingusan dari mana pertanyaan nya aneh sekali, harusnya dia bertanya yang lebih ke arah pelajaran. Bahkan di jaman Lala masih SD anak seusia mereka sangat-sangat polos.
"Wahh aku juga ada, namanya Cepi, lebih cantik dari bu guru," ucap anak kurus dengan mata sipit yang belakangan Lala tahu kalau dia ketua kelas namanya Faris.
"Hehhe kalau begitu lain kali saja kita cerita ya, gimana kalau sekarang kita mulai belajar nya, yak. Anak-anak kita mulai belajar IPA ya."
Lala memasang mimik wajah semanis mungkin, ditambah cengiran khas Lala. Benar-benar akting seperti badut taman bermain, semua siswa mengamati sambil memasang muka serius, sepertinya tidak terlalu sulit mengambil hati anak kecil.
Setelah selesai negajar kurang lebih dua jam, Lala berjalan menuju kantor guru, Lala duduk di meja nya sambil menghela nafas panjang, mengajar anak SD yang banyak pertanyaan menyebalkan sekali, tapi Lala harus membangun seni mencintai anak-anak, bukan berarti pedopil yak!
"Bu Naila, sudah mau pulang?" tanya pak Iyas.
Lala bahkan merasa pak Iyas orang nya pengertian walaupun wajahnya biasa saja, dia lumayan ramah.
"Engg, sebentar lagi. Pak Iyas dulan saja."
__ADS_1
Lala tersenyum dan membaca beberapa map tentang catatan murid, yups! Dia akan menjadi wali kelas lima B Lala sedikit parno dengan kelas B murid nya lumayan bandel.
***
Lala memarkirkan motor matic nya di depan supermarket betamidi, Lala ingin belanja bulanan dulu, shampo nya seperti nya udah habis.
Lala berjalan dari rak shampo, sabun dan sebagainya. Lala juga berjalan ke arah rak makanan ringan, setelah selesai Lala segera membayar di kasir dan keluar, matanya melihat sosok akrab, gadis seumuran dengan nya juga sedang turun dari mobil.
"Meilda," panggil Lala setengah teriak.
Gadis itu menoleh dan tersenyum, dia menghampiri Lala dengan riang.
"Eh, apakabar," seru Meilda sambil memeluk Lala hangat.
"Baik kok, kapan balik dari New York? Oh iya, kok kita gak ketemuan waktu di sana," tanya Lala.
"Oh aku baru balik minggu lalu, waktu di New York aku tinggal nya di Manhattan, kan Aldi di Brooklyn, kan?"
"Bener, pantasan ngak ketemu. Kamu anak rumahan? Aku waktu ke New York bareng Aldi, kita gak pernah ketemu. Ternyata dunia terlalu luas, hahhaha."
"Habis dari mengajar ya?" Meilda mengamati Lala dengan seragam batik nya.
Lala hanya terkekeh mengiyakan.
"Iya, heheh. Yaudah aku balik rumah dulu. Kapan-kapan mampir yak," seru Lala.
"Oke deh," jawab Meilda sambil melangkah masuk ke dalam supermarket.
***
Lala turun dari motor, dia melihat ke arah rumah Aldi, orang-orang sibuk memang pulang sore. Lala mengangkat bahu dan membuka pintu rumah. Lala berjalan ringan sambil bersiul-siul. Suasana hatinya benar-benar bagus.
Lala akan membuat makan siang ala jepang alias ramen, walaupun hanya mengikuti resep dari youtube, dia ingin membuat mie seperti di internet bukan mie siram saja. Tapi mie pedas seperti di mugbang.
"Menyenangkan banget hidup sendiri."
Lala tertawa senang sambil membuat mie, ada bubuk cabe thailand, mie instan, ayam goreng, dan bumbu bawang.
"Kayaknya masukin barengan aja, biar lebih simpel. Hahaha," seru Lala terlalu senang.
Lala dengan riang menyelesaikan semuanya dan menaruh di meja.
Lala melongo melihat seseorang menarik kursi dan duduk di depan nya.
"Astaga, sejak kapan lo masuk rumah gue."
"Gue ngikutin dari awal masak, gue diam sambil tahan tawa liat lo ngomong sendiri," jawab Aldi sambil menarik mie Lala ke hadapan nya.
"Woy. Enak aja, itu mie gue!" ketus Lala.
__ADS_1
"Makan bareng aja, anggap aja latihan jadi istri gue."
"Itu mulu, ennek gue denger nya," jawab Lala.
"Lah terus gimana?" tanya Aldi. Lala langsung membuang muka.
Aldi tertawa sambil mengusap pelan rambut Lala. Lala hanya cemberut dan mengalihkan pandangan nya ke makanan.
"Di, weekend ini kita pergi jalan-jalan yuk."
"Kencan?" tanya Aldi.
Lala mengangguk. Mau apapun istilahnya dia hanya ingin jalan-jalan dan menikmati liburan akhir pekan. Sudah lama sekali Aldi dan dia tidak nge-date.
"Okedeh, asalkan kau bahagia…" Aldi berucap sambil menirukan lirik lagu.
"Idih, masih sempat nyanyi, hahaha." jawab Lala tersenyum simpul.
"Buruan makan, gue mau beres-beres."
"Gimana hari pertama ngajar?" tanya Aldi mengabaikan ucapan Lala.
"Gak gimana-mana, umm, kayak waktu KKN dulu."
Aldi mengangguk sambil menatap Lala lalu tersenyum.
"Jangan natap kek gitu, merinding gue," keluh Lala.
"Ada mie nempel di bibir lo." Aldi menunjuk sudut bibir nya sendiri. Lala mengusap bibirnya dengan telapak tangan.
"Udah ilang, dasar jorok." Aldi tertawa keras.
"Hum," sahut Lala kesal.
"Makan yang banyak. Kita pergi jalan," ucap Aldi mengecup bibir Lala sekilas.
Lala hanya berkedip kaget. Tapi Aldi bangkit dari kursi dan merenggangkan ototnya seolah tidak terjadi apa-apa.
"Rasa mie," ucap Aldi sambil melangkah keluar dari dapur dan membiarkan Lala menatapnya.
Lala bangkit membersihkan mangkok kotor dan mencuci nya di wastafel.
***
...Bersambung......
Cafe tokoh*
Bagas: Thor... Kapan gue punya cewek, sampe tamat pun gue gak dapat gandengan padahal banyak yang jomblo.
__ADS_1
Alichia: Ngak ada yang mau sama lo, pembaca aja gak mau😂
Bagas: Jahat banget lo!