Nyebellin

Nyebellin
#59. Smile


__ADS_3

...Banyak kenangan untuk selalu di ingat, sekalipun itu kenangan yang buruk, kamu hanya perlu mengingat dari sisi yang lain....


...Lala~...


Lala mengikat rambutnya tinggi-tinggi, setelah di kuncir kuda Lala memakai jaket tipis dan celana training. Hari masih pagi, Lala berniat lari pagi agar mengusir rasa bosan nya. Tinggal sebagai pengangguran di bumi dan spesialis rebahan memang lebih menyenangkan menghibur diri sendiri.


Lala membawa tas kecil berisi ponsel dan tempat kunci. Semua di keluarganya punya kunci masing-masing jadi tidak saling merepotkan harus menyimpan nya dia atas ventilasi, kejadian satu kali kalau jatuh masuk ke dalam rumah berakhir lah dunia.


Lala mengunci pintu dan mulai berjalan keluar dari pekarangan rumah. Sudah sebulan Aldi di singapura. Katanya kondisi adiknya sudah baik baik saja. Aldi akan pulang hari ini, di luar dugaan kalau Aldi pulih dengan cepat, hanya adiknya yang masih dalam pemantauan dokter.


Lala akan menjemput nanti di bandara saat sore. Sebenarnya Lala juga heran Aldi pulih hanya dengan waktu sebulan, keadaan nya juga baik-baik saja adiknya juga sudah keluar dari rumah sakit tapi selama setengah bulan dia harus mengkonsumsi obat dari dokter untuk menjaga imunitasnya.


Lala ingin menghabiskan waktunya pagi ini untuk joging. Dia berlari-lari kecil. Dia ingin coba jarak ke kampus nya, ototnya yang belum di latih jauh-jauh mungkin saja akan kejang-kejang, mungkin dia bisa mengunjungi danau tempat dia dan Aldi memiliki momen seru.


Lala berjalan menyusuri jalan raya ternyata berbicara pada diri sendiri bisa membuat lebih bersmengat menempuh jarak.


Lala singgah sebentar membeli minum dan melanjutkan menuju lorong sempit ke arah danau.


"Hei danau gue balik lagi." Lala berteriak kegirangan seperti orang kurang waras, dia terlalu rindu dengan tempat ini, terakhir mengunjungi nya saat dari yudisium beberapa bulan yang lalu. Airnya masih sama tenang nya beberapa bunga teratai juga tumbuh di sana.


Lala mengambil tempat duduk di sebuah batu besar. Ternyata duduk di sini bisa melepas stres nya.


Lala diam menghirup udara pagi yang menyenangkan, andai saja Aldi ada di sini, Lala pasti bahagia sekali.


Lala mengambil ponselnya dan melihat jam, kebiasaan dari dulu malas menggunakan jam tangan.


Mungkin saja bagus kalau berfoto-foto dan mengoleksi gambar baru.


***


Lala menghentikan mobilnya di depan Aldi, Aldi berdiri sambil memegang kopernya seraya tersenyum, Lala menurunkan kaca mobil dan melambai.


Aldi duduk di depan, jarang sekali melihat Lala mengendarai mobil. Gadis itu tampak serius mengemudi. Aldi hanya memperhatikan nya sekilas dan menoleh keluar jendela.


"Bagaiamana kabar adik lo?" tanya Lala


"Pacar sendiri ngak di tanya, gue juga hampir sekarat,” protes Aldi.


"Hehhehe kan lo ada disini, gak mungkin gue nanyain lagi. Lagian lo juga kelihatan sehat," jawab Lala sambil fokus mengemudi.


Aldi menyandarkan kepanya pada kaca pintu mobil sambil memperhatikan Lala. Lala tidak menggubris dan santai mengemudi, sesekali bersiul atau bernyanyi. Aldi benar-benar patah semangat.


”Di, lo beneran udah lapang dada sama adek lu?"


Lala tidak bermaksud memprovokasi, dia hanya penasaran dan bertanya. Aldi hanya menatapnya dan tersenyum kecil.


"Gue gak kek tokoh antagonis dalam drama. Kita gak bisa melawan takdir."


Aldi memperbaiki posisi duduk nya dan menatap lurus. Ada kesal yang dia sembunyikan, bagaimanapun ikhlas itu rumit.


"Ada banyak kado dari tuhan dalam kehidupan. Lo gak diperbolehkan memaki takdir." Aldi hanya menyemangati dirinya sendiri, toh semua bakalan berjalan dalam rel takdir.


"Ciee pacar gue bijak banget," puji Lala berniat menggoda Aldi.


Aldi terkekeh pelan dan mengacak rambut Lala.


"Jangan gangguin gue, ini lagi fokus, tau!" Lala pura-pura sebal.


"Di, lo mau nyanyiin gue?"


"Dih tumben banget, suara gue sumbang tau," elak Aldi. dia benar-benar lupa kapan dia bernyanyi untuk seseorang.


"Sejak kapan gue bilang suara lo bagus. Gue cuma mau di nyanyiin," protes Lala.


"Okedeh."


Aldi berdeham ringan. Dia menatap Lala sekilas dan membuka suara, "Balonku... Ada lima, rupa-rupa warnanya.. merah kuning kelabu, biru muda dan ungu."


"Woy, yang bener napa, garing tau," keluh Lala.

__ADS_1


"Amm, tunggu gue nyanyi. Beneran kok, ngak ngaur lagi."


"Lagu TK nya yg bahasa inggris aja."


"Gue mau nyanyi lagu love story bukan lagu TK," Ucap Aldi.


Lala hanya berharap lagunya tidak kacau, Lala berinisiatif agar mobilnya tidak melaju kencang, dia akan menikmati momen ini.


Aldi mulai mengangkat suaranya, serak basah dan kedengaran merdu di telinga Lala. Mungkin karena Lala terlalu menyukai Aldi sehingga ada efek khusus.


"We were both young, when I first saw you.


I close my eyes and the flashback starts-


I'm standing there, on a balcony in summer air.


I see the lights; see the party, the ball gowns.


I see you make your way through the crowd-


You say hello, little did I know..."


Lala tersenyum dan tidak ikut bersuara, dia menikmati Aldi bernyanyi untuknya. sangat jarang mendapat momen seperti ini, baru bertemu dan di nyanyikan doi, secara mereka tetangga.


"That you were Romeo, you were throwing pebbles-


And my daddy said "stay away from Juliet"-


And I was crying on the staircase-


begging you, "Please don't go..."


And I said....." Lala yang mengambil alih lebih dulu, jadi Aldi membiarkan acara duet dadakan kali ini.


"Kalau ada Romeonya, gue aja yang nyanyi in," seru Lala, Aldi pikir Lala mulai baper.


"Idih, emang ini kan cerita Juliet yang kuasai alur lebih dulu, nanti baru Romeo," sahut Aldi.


"Tunggu, lagunya kepotong. ish."


"Romeo take me somewhere, we can be alone.


I'll be waiting; all there's left to do is run.


You'll be the prince and I'll be the princess…"


"It's a love story, baby, just say yes.


So I sneak out to the garden to see you.


We keep quiet, because we're dead if they knew-


So close your eyes... escape this town for a little while." keduanya akhirnya duet saja, tidak ada yg mau jadi Romeo atau Juliet.


Oh, Oh.


"Cause you were Romeo - I was a scarlet letter,


And my daddy said "stay away from Juliet" -


but you were everything to me-


I was begging you, "Please don't go"


And I said..."


"Romeo take me somewhere, we can be alone.


I'll be waiting; all there's left to do is run.

__ADS_1


You'll be the prince and I'll be the princess.


It's a love story, baby, just say yes-


Romeo save me, they're trying to tell me how to feel."


Lala berhenti bernyanyi, membiarkan Aldi meneruskan nya sampai akhir, dia tidak akan memotong lagi konser musikalis sore ini.


"This love is difficult, but it's real.


Don't be afraid, we'll make it out of this mess.


It's a love story, baby, just say yes.


Oh, Oh.


I got tired of waiting.


Wondering if you were ever coming around.


My faith in you was fading-


When I met you on the outskirts of town.


And I said..."


"La, gue haus," keluh Aldi.


"Kemarin dulu, di potong mulu, kesal ih."


Aldi mengikut saja dan menyelesaikan nyayian nya.


"Romeo save me, I've been feeling so alone.


I keep waiting, for you but you never come.


Is this in my head, I don't know what to think-


He knelt to the ground and pulled out a ring and said..."


"Marry me Naaila, you'll never have to be alone.


I love you, and that's all I really know.


I talked to your dad -- go pick out a white dress


It's a love story, baby just say... yes.


Oh, Oh, Oh, Oh, Oh.....


'cause we were both young when I first saw you"


"Waitt, barusan lo salah lirik, gue buang lo dari mobil," ketus Lala pura-pura kesal.


"Ih barusan ada cowok yang mesra bareng lo, itu cuma gue, jangan dekat dekat ma cowok lain, gue tau kalau lo udah mau kerja di sekolah. lo gak aman kalau sama cowok lain."


"Jadi kalau sama lo, gue aman, gitu?"


"Iyalah, gue kan jagain lo, tapi jangan suruh gue berkelahi dulu, kekuatan fisik gue masih di bawah 60%, masih butuh pengumpulan nyawa."


"Dihh lebay, gue gak pernah suruh lo kelahi, jadi babu gue aja sering," jawab Lala.


Aldi hanya mengngguk toh Lala berbahaya kalau ngamuk. Aldi bersyukur bisa mengenal Lala sekarang dan selamanya, diam diam Aldi melihat Lala dan tersenyum senang.


...Bersambung......


***


Cafe tokoh

__ADS_1


Lala: Readers, kalian harus tetap betah ya bareng kami di Novel 'Nyebellin'


Aldi: Jangan lupa tap like nya, See you Nex time!


__ADS_2