Nyebellin

Nyebellin
33# Demam


__ADS_3

Setelah kembali dari pantai melihat Sunset, Aldi bangun dari tadi pagi, tapi badan nya serasa berat. Matanya seperti susah terpejam.


Rasanya badan Aldi sakit, mungkin karena hujan lebat semalam dan Aldi hanya berganti baju kemudian ketiduran.


Drtttt….


Dering telfon terdengar nyaring. Tapi Aldi tidak menggubris. Aldi melanjutkan tidur kembali, tapi matanya tidak ingin terpejam.


"Aldi, sarapan dulu sayang," panggil Nia.


Nia masuk kedalam kamar, sepertinya putranya belum bangun juga, apakah dia sedang bertapa atau sedang berhibernasi.


"Umm, mager mi," jawab Aldi serak.


Nia mendekat karena suara Aldi terdengar serak, mungkin saja anak nya ini sedang demam.


"Astaga, kok kamu bisa demam gini sayang?"


Nia keluar sebentar, dan kembali dengan air hangat dan handuk kecil. Nia dengan telaten mengompres Aldi.


"Astaga kok bisa demam gini?" tanya Nia lagi.


"Kan aku manusia mi," jawab Aldi.


Nia menatap malas. Anak nya memang mewarisi sifat suaminya yang menyebalkan.


"Kamu nih, kenapa bisa nyebelin gini," kesal Nia.


"Nanti Lala mampir kalo siang, kamu istirahat aja," sambung Nia.


Aldi heran kenapa bisa Nia tau kalo Lala akan mampir.


"Udah mama chat," ucap nia menebak pikiran Aldi.


Aldi kembali menarik selimutnya dan rasanya dia emang bisa tertidur. Mamanya jadi cenayang membuat Aldi ngeri.


***


"Aldi, lu demam beneran?" tanya Lala.


Lala muncul dengan wajah khawatir, karena kemarin dia yang membuat Aldi pulang malam dan kejebak hujan.


Aldi menoleh dan membalikkan badan mendengar suara Lala, Aldi baru saja bangun, suasana hatinya benar-benar buruk, ada perasaan sepi jika harus mendekam di kamar, untung bukan penjara.


"Lu kenapa bisa sampe demam kek gini Di?" tanya Lala lagi.


Aldi hanya menatap Lala kemudian melanjutkan menutup matanya, hidungnya mampet, beberapa tissue bertebaran di lantai. Aldi tidak banyak bicara.


Lala memutuskan membersihkan kamar Aldi, itung itung sebagai hadiah telah menemani nya melihat senja.


Lala mulai memungut baju Aldi yang kotor dan memasukkan kedalam keranjang, lalu berjalan ke kamar mandi dan memasukkan ke dalam mesin cuci.


Aldi hanya mengamati Lala yang berlalu lalang tanpa merespon. Lala kembali mengganti air kompres Aldi.


Beberapa saat Lala sudah siap dengan bubur dan buah apel serta susu.


"Aldi makan dulu ih, udah gue buatin bubur resep yutub ini," seru Lala.


Aldi tersenyum dan duduk bersandar. Aldi lebih pendiam saat sakit, Lala harus menambah stok kesabaran nya saat berbicara sendirian.

__ADS_1


"Lo gak apa apa kan? Lo jadi penyabar banget," ucap Lala sambil menyuap bubur ke mulut Aldi.


Aldi mengangguk pelan. Sepertinya dia sangat senang mendapat perhatian Lala yang hanya datang sekali kali.


"Makan yang banyak biar cepat sehat," ucap Lala.


Aldi mengangguk. Dan mengunyah pelan bubur Lala.


Setelah selesai acara suap bubur. Lala melanjutkan membersihkan kamar Aldi. Rumah Aldi ada pembantu paruh waktu, seorang ibu dua anak tapi datang hanya pada waktu siang.


"Eh gue lapar juga," keluh Lala sambil berbaring di kaki Aldi yang tertutup selimut.


"Pergi ke dapur, coba masak sendiri," ucap Aldi.


Lala bangkit, tidak mungkin dia merengek di masak kan oleh Aldi saat sakit begini.


Lala pergi ke dapur dan mulai mencari mie, dan sepertinya tidak ada jejak peninggalan benda pusaka itu, Lala terpaksa membuat nasi goreng saja.


Lala sibuk berkutat dengan alat dapur, seperti mustahil, tapi Lala memasak dan meniru YouTuber.


Akhirnya Nasi legend ala Lala berhasil di buat juga, tidak terlalu buruk.


Lala memilih makan di kamar Aldi sekalian membawakan Aldi obat dan air.


Lala muncul dengan air botol dan satu mangkuk nasi goreng dan satu papan obat.


"Lu minum obat dulu, gue makan ya," ucap Lala sambil mengangkat alis.


Aldi mengiyakan dan meminum obatnya. Aldi hanya menatap Lala yang sibuk makan nasi goreng nya yang terlihat menggiurkan.


"Gue mau coba dikit," seru Aldi.


"Dihh onyet pelit," ketus Aldi.


"Tergoda kan lu," goda Lala.


Aldi hanya menatap malas. Lala mendekat dan menyuapi Aldi. Aldi seketika terdiam.


"La, cabe nya banyak banget," keluh Aldi tapi tetap mengunyah dan minum air banyak banyak.


"Gue bilang juga apa," jawab Lala senang.


"La, masih pengen," ucap Aldi. Bukan kapok malah suka.


Lala dengan santai menyuapi Aldi, walaupun sama sendok, toh virus mereka bersaudara.


"Kalau gue sakit, lu pelakunya," ucap Lala sambil menaruh sendok nya di atas piring yang sudah licin.


Aldi hanya tertawa kecil. Lala kelihatan seperti gorila saja. Gadis yang sembrono dan kadang suka ceplas-ceplos.


Aldi mengusap rambut Lala.


"Makasih udah rawat gue La," ucap Aldi.


Lala mengangguk dan meminum air di botol. Lala berlalu ke dapur dengan hati yang mulai menghangat.


Lala mencuci semua piring piring kotornya dan Aldi, berhubung si pembantu baru saja pulang.


Lala menyimpan kembali dan bergegas ke kamar Aldi.

__ADS_1


"Di, gue mau pulang dulu ya," ucap Lala sambil berjalan ke tempat tidur Aldi.


"Pulang aja, gue dah sehat," ucap Aldi sambil melanjutkan berbaring hendak tidur.


"Oke, istirahat aja ya, ntar jam empat, tante Nia bakalan pulang," ucap Lala.


"Tau dari mana?" tanya Aldi.


"Tadi dia chat gue, katanya lo sakit, dia suruh gue cepat cepat kesini, ntar dia pulang cepat dari kantor." terang Lala.


Aldi mengangguk, Lala bangkit dari tempat tidur tapi duduk kembali, Lala hanya ingin memastikan kalau demam Aldi sudah turun.


"Lu udah agak baikan kan?" tanya Lala.


Aldi bergumam sebagai jawaban dia baik baik saja. Lala mengusap kepala Aldi.


"Cepat sembuh adek bayi," ucap Lala lalu bangkit.


Aldi mendengarnya tersenyum kecil. Lala benar benar membuatnya gemas walaupun dalam kondisi yang kurang fit seperti ini.


***


Lala sampai di rumah dan merebahkan badan. Rupanya berbakti sedikit kepada sahabat sudah capek. Lala bangkit dan melepas jaketnya. Sudah jam empat, kuliah hari ini selesai jam sepuluh jadi Lala pulang cepat dan merawat Aldi. Besok Rabu, dua hari lagi selsai UTS.


Lala akan berjalan jalan dan mengajak Aldi. Melihat sunset kemarin hanya sebentar dan sekarang Aldi sakit, rupanya lain kali Lala yang akan bawa mobil biar terhindar dari hal hal kecil menyusahkan.


"Lala, kamu udah pulang?" tanya Ega saat muncul di kamar Lala.


"Iya ma, kalau belum pulang Lala gak bakalan di sini," jawab Lala.


"Idihh anak mama udah pinter ngelawan," ucap Ega sambil duduk di samping Lala.


"Eakk, mama bikes tau," keluh Lala.


"Haha Mama sengaja," ucap Ega.


Keduanya tertawa.


"Oh iya kok baru pulang, katanya kuliah sampe siang doang," ucap Ega.


"Ih tadi aku mampir di rumah Aldi, dia sakit," jawab Lala.


"Lah, mantu mama sakit, kok bisa sampe sakit? Gegara pulang bareng kamu kehujanan kan?" cerocos Ega.


Lala hanya menyengir dan mengangguk.


"Tapi Lala kan udah rawat Aldi." bela Lala.


"Yaudah ayok masak buat makan malam," ucap Ega


Lala mengangguk. Sekarang dia harus belajar masak.


...Bersambung….....


...Terimakasih, doain semoga karya ini bisa UP setiap hari.....


...Salam cinta.....


...KazukyAlichia ^°^...

__ADS_1


__ADS_2