
Sebuah tangan kecil menarik kencang pipi seorang wanita yang sedang tertidur pulas.
"Mama, kakak Affan jailin Nana," ucap Nana sambil menangis.
Lala membuka matanya, sedari tadi Putri kecilnya mengganggu tidur Princess nya yang berharga, Lala menatap Nana dan mendekap anak nya itu dengan erat. Gadis empat tahun itu berhenti merengek.
"Papa kamu udah bangun?" tanya Lala menyadari bahwa Aldi sudah raib di sisinya kayak hantu.
"Papa udah bangun pagi buat sarapan." Gadis itu berseru dengan wajah imut. Lala tersenyum dan bangkit dari tempat tidur.
Lala turun dari tangga menuju ke dapur. Aldi masih memakai kemeja. Jas nya di sampirkan di kursi. sedangkan Affan, anaknya yang bandel itu sudah lengkap dengan seragam SMP nya. Raut wajahnya terlihat masam.
"Mah, Nana itu cengeng banget," protes Affan.
"Pagi sayang," sapa Lala kepada keluarga kecilnya. Aldi meletakkan piring sambil mengusap kepala istrinya. Mengecup pipinya singkat. Mengabaikan protes Affan yang pasti ingin memulai drama pagi ini.
"Pagi," jawab Aldi.
"Hehe, mama sama papa nggak ada hari tanpa sayang-sayang," ucap Nana.
"Tau tuh, mesra-mesra kali," jawab Affan sambil mengoreksi istilah Nana.
"Sayang-sayang itu lagu, bukan?"
"Kalian makan dulu," ucap Aldi menengahi anak-anak nya.
"Kamu nggak ngajar hari ini, sayang?" tanya Aldi.
"Nggak, aku masuk empat kali seminggu, selain itu nggak," jawab Lala.
Aldi mengangguk.
"Ingat jangan dekat-dekat sama cewek centil yang baru kerja itu," seru Lala.
"Yang mana?" tanya Aldi heran.
__ADS_1
"Ada pokoknya. Sampe nempel-nempel pas di acara tahunan kantor. Udah kayak ulat," ucap Lala kesal.
Walaupun Lala belum pernah ke acara tahunan kantor selama menjadi manusia. Dia punya banyak CCTV dari sahabat nya yang kerja di kantor yang sama dengan Aldi. Semacam grup emak-emak.
"Oh, Dhasya…"
Aldi melanjutkan makan nya dengan santai. Lala hanya menatap kesal.
"Dih, nggak tau juga nama nya, nggak penting, aku dah liat orang nya kek gimana. Mirip orang-orangan sawa."
Aldi tidak membantah. Malah asyik makan nasi goreng nya. Lala ikut menyendok nasi nya dan melupakan acara marah-marahnya.
"Oh, iya. Sayang... Kamu bawa Nana ke kantor yak. Aku ada acara sama Heiji," ucap Lala sambil tersenyum semanis permen lolipop.
"Lah, kenapa gak bawa sekalian?" tanya Aldi.
"Kamu keberatan?" tanya Lala pura-pura sedih.
"Oke, aku cepat pulang hari ini. Affan, Nana, kalian makan dulu. Papa mau siap-siap."
"Ya udah kamu berangkat yak. Pai-pai sayang ku semua," seru Lala sambil mengantar keluarga kecilnya ke depan pintu.
Lala tersenyum senang. Dia mengambil ponsel dan menelpon Heiji. Saat nya pergi jalan-jalan.
***
Kafe dengan gaya khas klasik terpampang di depan mata Lala, dia segera menghentikan laju motornya.
Lala turun dari motornya. Sudah beberapa tahun berlalu tapi Lala masih setia membawa motor kesayangan nya saat keluar jalan-jalan.
Heiji melambaikan tangan nya, dia duduk dengan Anessa. Anak tunggal Heiji. Anak Heiji lebih muda setahun dari Affan. Walaupun Heiji setengah tahun lebih dulu menikah.
"Eh Ji. Kok anak Lo nggak ke sekolahnya?" Tanya Lala heran.
"Dia merengek kemarin gak mau sekolah lagi. Anak kamu si Affan, selalu jailin dia." Heiji menaruh minuman nya santai.
__ADS_1
"Hahaha, anak nakal itu emang selalu cari gara-gara. Ngak jailin adik nya, teman nya, mama nya."
Lala menggeleng pelan. Anak nya itu mewarisi sifat nyebelin ayahnya kayaknya.
"Hahhaah duplikat si Aldi itu mah. Tapi Aldi cuma jailin kamu," ucap Heiji mengingat masa lalu.
"Nostalgia mulu," sahut Lala malu-malu.
****
Aldi menaruh tas nya di kursi dapur. Lala masih asik menggoreng ayam.
"Heheheh sayang. Lagi buat apa?" Tanya Aldi memeluk istrinya.
"Anak-anak mana, pah?" Tanya Lala tidak terusik sama sekali.
"Nana tadi ketiduran, aku udah taro di kamar nya Affan. Affan katanya ada tugas jadi dia minta di jemput sore," jawab Aldi menyandarkan kepalanya di bahu Lala.
"Kamu ganti baju dulu. Kita makan," sahut Lala.
Aldi menganggukkan kepalanya dan melepas pelukan nya.
"Terimakasih sayang," ucap Aldi.
"Kenapa?" Tanya Lala heran.
"Gak. Lihat keluarga kecil kita bikin senang aja," jawab Aldi.
Lala hanya mengkembang kempiskan hidung nya. Apakah suaminya habis keracunan.
"Makan yang banyak, jangan liat-liatin aku Mulu," ucap Lala, Aldi hanya terkekeh pelan.
….
Dari hati dengan cinta...
__ADS_1
Terimakasih Readers sekalian dengan dukungan kalian, sayang banyak-banyak🌸