Nyebellin

Nyebellin
#35 Bukan Istri


__ADS_3

...Lihat kedepan untuk menatap masa depan kita...


...Aldi~...


Mungkin menurut kebanyakan orang. Hari paling terbaik berleha leha adalah hari libur UAS. Hari ini memang paling terbaik menurut Lala. Setelah masuk tahun baru. Semua jenis tempat rekreasi menjadi andalan orang untuk di browsing.


Lala bertopang dagu saat harus mendekam di rumah sendiri. Satu minggu lagi Aldi akan pergi ke Amerika. Dan lala harus pergi KKN.


"Gue bete di rumah, Di," keluh Lala pada diri sendiri. Aldi tidak sedang bersamanya.


Lala meraih gelas beriisi minuman dingin di hadapan nya. Sepertinya dia memang kehausan setiap mendengar nama Aldi.


****


Aldi duduk di sebuah bangku panjang toko buku yang biasa di kunjungi nya dengan Lala.


Aldi fokus membaca buku yang bersampul orange di tangan nya. Sebuah novel perang. Entah kenapa Aldi suka berlama-lama di tempat ini.


Aldi memang berencana untuk jalan-jalan sendiri sebelum berangkat ke Amerika. Lala tahu itu jadi Lala menolak ikut dengan nya, tadi pagi.


"Eh Aldi, disini rupanya," itu suara dari Meilda.


Aldi mendongak dan tersenyum kecil. Dia tidak suka dengan gadis ini. Entah kenapa rasanya sangat menggangu.


"Sendiri aja? Istri kamu dimana?" tanya Meilda sopan.


"Di rumah, dia kan lagi hamil," jawab Aldi asal.


Apa hubungan nya hamil sama ke toko buku? Entahlah, Aldi mungkin hanya asal ngomong.


"Boleh duduk?" tanya Meilda.


"Tanya pak kasir," jawab Aldi.


Meilda tertawa kecil. Baginya Aldi itu lucu dan menyengkan sayang sekali dia tidak punya kesempatan untuk mendekatinya.


"Udah berapa lama kalian nikah?" tanya meilda.


"Kayaknya lo pernah nanya gitu kan? Penting ya?" kesal Aldi.


Bukan apanya. Aldi juga sudah lupa kapan dia mengatakan drama korea nya dengan Lala.


Meilda menghela nafas, dia teringat ucapan Bima kemarin. Lala dan Aldi hanya sahabatan.


"Di, Maaf kalau Aku gak sopan. Aku tahu kalau kamu bohong soal hubungan kamu sama Lala."


Meilda menunduk, takut Aldi semakin tidak suka dengan nya. Bagaimanapun Meilda adalah perempuan. Insting Mendeteksi kebohongan itu jelas ada, Aldi tidak pernah memakai cincin di tangan nya. Begitupun Lala.


"Tau dari mana emang?" tanya Aldi santai.


"Dari Bima," jawab Meilda.


"Dasar antek-antek kurang kerjaan," batin Aldi.


"Kayaknya Lala itu menarik banget ya buat Bima."


Meilda menunduk, sepertinya dia telah melakukan kesalahan. Harusnya tidak ada perbincangan seperti ini.


"Walaupun Lala bukan istri gue, tapi dia bakalan jadi istri gue. Ya secara hubungan gue ama dia udah di restui."


Skak matt!!


Meilda tahu. Aldi jelas-jelas tidak akan pernah menyukainya. Meilda tersenyum kecil. Hatinya serasa sakit sekali.


"Aku pulang dulu ya, thanks udah nemanin aku ngobrol," ucap Meilda.


Aldi mengangguk.


***


Lala asik mengepel lantai. Dia akan berubah rajin, sekarang. Tapi khusus hari ini saja, ya. Setelah selesai mengepel lantai dapur dan badan nya serasa remuk.

__ADS_1


Aldi masuk sambil menenteng belanjaan.


"Wot nyet, jalan pake mata! Lo ngak lihat, hah? Gue udah ngepel lantai seharian!" Omel Lala.


"Bodo amat, gue jalan pake kaki," Jawab Aldi santai.


Lala memukul bahu Aldi dengan gagang pel di tangan nya.


"Dasar hiuman gak da akhlak, lo, ya!" semprot Lala.


Aldi meringis. Kenapa pula dia selalu di bully oleh Macan afrika seperti Lala.


"Ngak kasihan lo, keknya nanti kalau kita nikah gue udah di rawat di klinik sehat kali," keluh Aldi.


"Idih amit-amit cabang orok, gak mau gue, nikah ma lu!" ketus Lala sambil meninggalkan Aldi di dapur.


Aldi mengangkat bahu dan kembali dengan riang melanjutkan aktifitasnya.


Aldi menghela nafas, mungkin saja beberapa bulan ke depan. Mungkin juga tahun, Aldi akan Merasa kesepian.


Lala datang sambil memakan es krim serut.


"Eh bagi donk, beli di mana?" tanya Aldi.


"Noh di depan, tadi ada kang es keliling," jawab Lala sambil menyuapi Aldi.


Aldi melap mulutnya dengan punggung tangan.


"Ihh Aldi jorok," kekeh Lala.


"Kek lu ngak aja. Noh, muka belepotan kek gitu." Tunjuk Aldi.


Lala seketika melap dengan lengan bajunya.


"Ihh, Lala jorok banget," ucap Aldi.


Lala memberikan tatapan mata malas dan ikut mengambil sayuran di kantong kresek.


"Mau ngapain lu nyet?" tanya Aldi heran.


Aldi tidak merespon tapi masih menatap pekerjaan Lala.


Lumayan rapi juga.


"La, selama ini lu tau masak, kan? Lu boong aja pasti nya," kata Aldi.


Lala langsung mengangkat pisau tinggi-tinggi dan memotong sayur dengan bar-bar.


"Wee. Tangan lo ntar ikut kepotong anjay, wee." Panik Aldi.


"Bodo, dasar kang nuduh," ketus Lala.


Lala kembali menormalkan pekerjaan nya. Aldi hanya terheran-heran dengan tingkah Lala yang aneh bin ajaib.


"Yaelah kalau kesal gak gitu juga. Talenan-nya ntar kepotong dua gimana? Tangan lo juga di jaga biar gak terbelah dua. Kaget gue njir," cerocos Aldi panjang lebar.


"Bodo!" ketus Lala.


"IQ gue masih di atas rata-rata kok," protes Aldi.


"IQ doank yang tinggi, tapi gak keliatan pinter nya," ledek Lala.


Aldi kesal sekali. Aldi sibuk mencampur bahan-bahan untuk nasi goreng nya.


"Siang siang nasi goreng?" tanya Lala heran.


"Kenapa emang? Asal bukan racun," jawab Aldi.


Lala diam saja dan mencuci tangan. Aldi adalah species yang tidak bisa di bantah. Sekeras apapun Lala memprotes, selalu saja ada alasan dari Aldi.


Daripada ribut, mending diam saja. Lala kembali duduk menunggu makan siang mereka.

__ADS_1


"Di, tadi lo kemana aja?" tanya Lala.


"Gak banyak, cuma ke tempat -tempat yang gue suka," jawab Aldi.


"Oh, lo, dah ada persiapan lengkap ke Amerika nanti hari rabu?" tanya Lala lagi.


"Humm," jawab Aldi sekenanya.


Lala berdiam saja. Aldi datang membawa dua piring nasi goreng yang asapnya masih mengepul.


"Enak banget keliatan nya," seru Lala.


"Ya iyalah, kan yang masak si cogan kek gue," jawab Aldi bangga.


"Idih cogan? Cowok gadungan kali." ketus Lala


Aldi menoyor kepala lala dengan jari telunjuknya. Rasanya ingin mencubit pipi lala yang tidak chubby sama sekali.


"Jangan liatin gue mulu. Makan sono," seru Lala.


"Idih ge-er, siapa juga yang liatin lo," ketus Aldi.


Lala melahap nasi goreng nya tenang dan tidak menghiraukan Aldi.


"Makan yang banyak ya, biar cepat gede," ucap Aldi seraya mengacak rambut Lala.


"Dasar lo," kesal Lala.


Lala merapikan kembali rambutnya yang acakan karena ulah Aldi.


"Lanjutin neng, jangan marah-marah." perintah Aldi.


Aldi terkikik sambil terus melahap nasi goreng nya.


***


Lala asik membaca manga Online sambil tertawa ngakak.


"Lo kesambet apa sih, natap hape kayak orang gila," seru Aldi.


"Apa sih, ganggu aja," balas Lala.


"Yee di tanya malah sewot," jawab Aldi.


Aldi kembali sibuk bermain ponsel sambil bersandar di tempat tidur.


Aldi sibuk bermain TTS daripada bermain game online. Lala bangkit dan berjalan masuk kamar mandi.


"La, gue balik dulu ya," seru Aldi.


Lala tidak menyahut. Sudah dipastikan kalau lala sedang asik bersemedi.


***


Hari kamis yang begitu tenang. Lala sedang sarapan dengan Ega dan Riand.


"Eh nanti kamu ikut mama antar Aldi ke bandara, ya," ucap Ega.


"Iya mami ku sayang. Anak tetangga aja di anterin," sewot Lala.


"Ya, kan kamu ngak keluar negri, biasa juga kalau ke luar kota barengan ma mama," jawab Ega.


Lala cengar-cengir. Memang Lala ngak pernah keluar negri.


"Mama jangan bilang fakta mulu," Kekeh Lala.


Riand hanya geleng geleng melihat anak nya yang rada-rada lucu.


"Yaudah, mama sama papa mau berangkat dulu," ucap Riand.


"Oke, ma, pa."

__ADS_1


...Bersambung….....


...Hai kawan kawan, minta vote dan like nya ya. Ilove you 9000 hahaha....


__ADS_2