Nyebellin

Nyebellin
#29 Istri?


__ADS_3

Aldi turun dari motornya, hari ini ada kelas bimbingan terakhir sebelum eavaluasi dan pengambilan blangko jurusan.


Bulan depan saatnya kursus IELS untuk penunjang. Aldi berjalan lambat masuk ke dalam gedung FILKom, Aldi berbelok menuju ruang khusus di samping lab komputer, mamang tak banyak mahasiswa yang datang karena hari ini masih hari libur.


Brukk..


Adegan klise seperti di filem-filem terjadi, seorang gadis dengan perawakan kecil menubruk Aldi dengan tidak sengaja.


"Sorry," ucap Aldi sambil berlalu masuk ke dalam kelas, dia hanya menatap sekilas gadis tadi.


Gadis itu terlihat kesal dan mengangkat bahu, dia menerus kan langkah nya menuju toilet. belum dia lihat baik-baik cowok yang buru-buru itu.


Aldi cepat-cepat menuju bangku pinggir, maklum, Aldi tidak mengenal siapapun dan memang tidak berniat mengenal nya.


Aldi menopang dagu sambil memperhatikan konselor di depan nya. Konselor itu sudah menjelaskan banyak arahan seputar kuliah di luar negri, Yups beasiswa ini memang di peruntuhkan bagi siapa saja yang beruntung.


Setelah pembagian soal dan proses bimbingan terakhir berjalan mulus, tinggal beberapa menit untuk keluar dari ruangan. Jam konsultasi dan arahan juga sudah di atur. dalam kelas konsul hanya 10 orang saja.


"Maaf sir, saya habis ke toilet tadi," ucap si gadis yang Aldi rasa itu yang di tabrak nya saat ke kelas. Dia sangat terlambat datang.


Aldi hanya diam dan melanjutkan membasmi tugasnya. Sang gadis duduk di harapan Aldi, tidak menoleh ataupun berbicara sepatah katapun.


Semuanya tetap dalam keheningan. Hanya ada suara konselor yang memenuhi kelas mereka.


"Eh kenalin gue Meilda, Imeilda Antasya," ucap gadis itu saat menoleh ke arah Aldi. Rautnya berubah riang, Meilda tidak memperhatikan kalau cowok ini ternyata tampan dan termasuk tipenya, cinta pandang pertama tidak mustahil.


"Gue Aldi, panggil Aldi aja," jawab Aldi datar.


Si gadis tersenyum, Aldi tahu gadis ini sangat cantik tapi entah kenapa tidak berpengaruh rasanya. Dia bahkan hanya mengingat Lala.

__ADS_1


"Sok lanjutin," ucap Aldi menggerakkan tangan nya menunjuk kertas LK.


Aldi meninggalkan mejanya kemudian menyerahkan lembar jawwabn nya ke Konselor.


"Terimakasih Sir, saya mau pulang cepat-cepat."


Ucap Aldi, Konselor itu mrngangguk dan mempersilakan Aldi.


Aldi mengambil tasnya, dan berpamitan kepada Meilda.


"Gue duluan ya, Istri gue nunggu di fakultas sebelah," ucap Aldi.


Meilda tersenyum hambar, entah mengapa ada yang lain saat Aldi mengatakan itu, kenapa dia harus menyukai pria yang sudah menikah di usia muda. Bahkan, mereka hanya kenal beberapa saat.


***


Aldi keluar dari fakultas ILkom dan menjumpai Lala yang duduk santai di gazebo. Lala terlihat duduk dengan seorang pria yang terlihat asing di mata Aldi.


"Sayang, kok kamu ngak nelfon aku?" tanya Aldi.


Lala melongo, apakah sahabatnya ini keracunan soal atau Bagaimana? Selama ini perasaan dia selalu baik baik saja saat setelah bimbingan. pria itu menampakkan raut heran tapi tidak menggangu interaksi Lala dan Aldi.


"Hmm, soalnya susah gak?" tanya Lala memastikan Aldi keracunan atau Bagaimana.


"Gak kok, seperti biasa, ayok pulang. Kamu gak kasihan sama anak kita?" tanya Aldi makin ngawur.


Lala menutup matanya kesel, anak dari mana? Cacing kali.


"Yaudah ayok balik," Lala tidak melawan, sebelum dia meledak, lebih baik meledak nya di rumah saja. Malu kalau di kampus.

__ADS_1


Aldi dan Lala memutuskan kembali, Aldi naik di atas motor di susul Lala.


"Lu tuh nyebelin tau gak, ngapain bikin skenario jadi suami gadungan?" ketus Lala.


Aldi hanya membelok motornya santai, dia bahkan tidak pusing dengan omelan Lala.


"Ya kenapa emang? Suka-suka gue, mau jadi apa aja. Gak usah baper gitu donk sayang," canda Aldi sambil terbahak-bahak.


Sebenarnya jantung Lala sudah maraton, tapi buru buru di netral kan, siapa yang ingin terjebak dalam guyonan semata.


"Sayang-sayang, gue pites lu, tau rasa!" ketus Lala.


Aldi tertawa dan melihat sekilas wajah Lala dari spion. Aldi berhenti tertawa dan tersenyum kecil


"Lu lucu kalau muka di tekuk gitu," sahut Aldi.


Lala tak menjawab. Lala hanya diam menikmati angin untuk menghilangkan kekesalan nya.


Mereka tiba sekitar jam tiga sore.


Lala turun dari motor dan berlalu ke rumahnya.


"Di jangan lupa ke rumah gue nanti sore ya," ucap Lala kemudian benar benar berlalu.


Aldi tersenyum mengingat akting nya tadi. Benar benar membuat Aldi geli. Aldi tidak tahu dia akan melakukan hal memalukan seperti itu, hanya karena Aldi 5idak suka ada yang mendekatinya ataupun Lala.


...Bersambung……...


...Gimna kesan kamu pas baca chapter ini dan sebelum sebelumnya??...

__ADS_1


...Wajib koment.. Nexx???...


__ADS_2