Nyebellin

Nyebellin
#24 Sibuk


__ADS_3

...Sahabat dan Kekasih adalah dua kasih sayang yang berbeda...


...Anonim~...


Haï balik lagii happy reading


.


.


.


Aldi turun dari motornya dan buru-buru menuju kelas, hari ini benar-benar sibuk karena sudah dua hari aldi bimbingan untuk kelanjutan studinya ke Amerika.


Lala juga mencari kesibukan untuk tidak menganggu Aldi, Aldi bahkan hanya menghabiskan waktu sabtu dan minggu di rumah Lala. Tante Ega juga sudah keluar dari rumah sakit minggu lalu, dan kembali aktif di kantor.


Aldi duduk di bangku paling belakang, sebuah colekan di bahunya membuat Aldi menoleh. Aldi mengangkat alis heran.


"Lu kenapa bisa telat lagi?, habis kasi makan beruang lu kah?" tanya Aqil.


"Beruang apaan? Gue bukan pawang beruang," jawa b Aldi.


"Si Lala itu Di, udah kayak beruang peliharaan lu," jawab Aqil.


"Dia sahabat gue bukan beruang," ketus Aldi.


"Wihhh kayaknya gue bisa pastiin lu ada perasaan kan ama dia?" bisik Aqil sok tahu.


"Hmm," gumam Aldi.


Aldi merasa ada yang berbeda setiap dia bersama Lala, enatah pure sahabat atau lebih.


"Bengong mulu, udah ada pak Akson tuh, bentar lagi kita praktek." kata Aqil.


Mereka kembali fokus ke proyektor.


***


Hujan turun deras, sepertinya langit mendung di jam lima sore, kenapa juga jadwal Lala pulang telat harus hujan. banyak mahasiswa yang memenuhi kantin dan beberapa duduk di tempat favorit mereka.


Lala mengarahkan pandangannya ke depan, matanya menatap sosok yang akhir-akhir ini sudah agak menjauh darinya karena kesibukan mereka.


Aldi, yups, Aldi menjadi semakin sibuk, bahkan saat mereka sebentar lagi berpisah. Lala menyentuh dadanya.


Rasa sesak itu kembali lagi, bahkan saat pertama Aldi memberitahu kan rencana Study nya ke Amerika.


Lala terus melamun sampai tepukan di bahunya menyadarkan Lala.


"Bengong mulu La," seru Heiji.


"Humm, lagi badmood aja Ji," jawab Lala.


"Aldi? Ciee sahabat jadi cinta," ucap Heiji.


"Hehe, sorry bukan gitu," ketus Lala.


"Kok bisa ya lu ngak peka gitu, lu sadar kan kalau nyaman itu merujuk ke cinta," papar Heiji.


Cinta?


Lala bahkan tidak yakin apakah benar detakan itu adalah cinta. Lala takut menjabarkan perasaan itu sendirian, dia takut Aldi tidak merasa begitu, walaupun Aldi kadang mencium nya atau pun hal layaknya pacar.


"Humm Ji, lu pernah denger kan, Sahabat dan kekasih adalah dua kasih sayang yang berbeda," ucap Lala.


Heiji hanya diam.


"Lu anak derakor kok ngak ngerti, sih." sambung Lala kesal.


"Yee lu sih ngak suka Drakor," ucap Heiji.

__ADS_1


Hujan bukan reda tapi semakin deras. Heiji dan Lala berjalan ke kantin, dan berhenti membahas perasaan Lala yang gaje atau lebih tepatnya tidak peka. Dia milih menghangat kan tubuh dengan semangkuk bakso, konon, makanan hangat akan mampu menghangatkan hati.


"Mau makan apa la?" Tanya Heiji.


"Samain aja lah," jawab Lala.


"Ya udah gue beli bakso dulu ya," ucap Heiji sambil berlalu.


Lala menangkup wajah di lipatan tangan nya, sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik. Lala menegakkan badan nya kemudian mengambil Handphone nya.


Ada inbox dari Aldi.


[Lu ngapain liatin gue tadi]


Lala langsung membalas.


[Ciahh Geer lu, mana ada gue liatin lu]


Lala menyimpan kembali ponselnya, Heiji sudah kembali dengan nampan berisi dua mangkok bakso besar.


"Heheh ini makanan nya Princess," seru Heiji.


"Elleh, pelayan," kekeh Lala.


"Hum, gue ini nyonya Hanz," ucap Heiji.


"Semerdeka lu deh, bucin!"


"Iri bilang sahabat," jawab Heiji. Lala hanya mengibaskan tangan tanda mengalah.


Mereka makan dengan lahap, berhubung hujan belum reda dan sepertinya sudah mulai gelap.


Sejam lagi kantin tutup, keduanya kembali ke tangga setelah selesai acara mengisi perut, mereka berjalan ke tangga dengan masing-masing membawa botol air mineral.


Heiji sedang asik telfonan dengan Hanz sedangkan Lala sibuk melamun nasib nya yang sudah mulai ngantuk.


[Pulang yuk la]


[Ntar kehujanan, ih]


Lala berdecak sebal.


[Gue bonceng lu pulang, ntr motor gue di bawa Aqil]


"Ayok pulang," seru Aldi.


Lala mendongak, Aldi sudah berdiri dengan rambut basah di hadapan nya, benar benar tampan.


"Ngapain lu liatin gue gitu?" tanya Aldi.


"Ihh, yaudah deh ayok, lagian udah gelap," jawab Lala mengalihkan tatapan menyelidik Aldi.


"Ji, gue balik dulu," teriak Lala.


Heiji mengangguk membiarkan Lala dan Aldi pulang lebih dulu. Lala duduk di jok belakang sambil memeluk pinggang Aldi.


"Kesempatan bat lu meluk gue," ucap Aldi.


"Bodo amat, buruan pulang," ketus Lala.


Aldi hanya menggelengkan kepala dan melajukan motor. Aldi dan Lala hanya diam, Lala menikmati duduk dalam hening, membiarkan hujan mengguyur kepalanya, Aldi juga hanya fokus tanpa berkomentar.


***


Mereka datang telat, Tante Ega bahkan terheran heran melihat anaknya datang basah kuyup dan menggigil.


"Ya ampun, kalian kok bisa basah gitu sih, pergi mandi dulu nak," perintah Ega.


"Ya ma," Jawab Lala.

__ADS_1


"Aldi, kamu pake kamar Mama aja, tuh kamu mandi dulu, pake bajunya papa Lala aja," terang Ega.


Aldi mengangguk dan bergegas ke kamar tante Ega. Lala juga melangkah pelan ke kamarnya, meletakkan tas nya dan meraih handuk.


Lala berendam lama sekali, menikmati air hangat, seperti melanyangkan semua pikiran nya. Akhir-akhir ini dia memang banyak melamun.


Toktoktok!


"Woi La, gue mau masuk, lu lagi ngapain woy," teriak Aldi.


"Dasar perusak momen," ketus Lala.


"Tunggu," balas Lala.


Dengan jurus ala pendekar, Lala mempercepat mandinya dan bergegas keluar dengan handuk melilit di badan nya, cepat cepat Lala memakai baju santai.


Lala membuka pintu dan menampakkan Aldi dengan baju longgar milik Riand.


"Wkakaka kenapa nggak pake jas Papa sekalian," ledek Lala.


Gaya Aldi seperti orang orangan sawah. Kenapa pula Aldi memakai baju yang jelek itu, bahkan papa Lala sangat enggan memakainya.


"Gue keliatan jelek banget ya La?" tanya Aldi seraya berputar di meja rias Lala.


"Lu kan emang jelek, Di," balas Lala.


"Cih, gue ganteng lahir batin tau," ketus Aldi.


Aldi merebahkan badan nya, sepertinya badan nya lumayan capek hari ini, percayakan kalau mengemudi di saat hujan itu melelahkan.


"Woy, kemarin lu ngak sempat temani gue ke mall," ucap Lala.


Lala ikut berbaring di samping Aldi. Aldi mengambil handphone nya, beruntung sekali tidak basah.


"Humm," gumam Aldi sibuk dengan handphone nya.


"Ishh nyebelin lu," ketus Lala.


"Ya gue mau ngajak ke mall, ternyata ngak pernah sempat. Sorry La," terang Aldi.


"Ya udah gak perlu, kapan kapan kita ke rawa-rawa ya, main," ucap Lala.


"Idih, selera lu sekarang rawa-rawa, di sana kan kotor," jawab Aldi.


Aldi menyimpan ponselnya dan menggeser Lala dengan kakinya. Lala sebal sekali, Lala bangkit dan menggelitik badan Aldi.


"Dasar ya, lu itu tukang nyebelin," ketus Lala.


"Ampun la, hwahaha, jangan gelitik gue," kekeh Aldi.


Aldi terengah-engah, sepertinya dia sudah kelelahan. Lala berhenti menggelitik dan merebahkan kembali badan nya.


"Di, ayok makan, gue lapar nih.." gumam Lala.


"Humm, ayok," jawab Aldi.


Aldi bangkit di susul oleh Lala. Keduanya pergi ke dapur dan terlihat Ega sudah sibuk menyiapkan makanan.


"Eh kalian makan dulu, baru tidur ya," ucap tante Ega.


Aldi dan Lala mengangguk.


****


...Bersambung.......


...Thanks ya udah baca.. Dukung -Nyebellin- dengan vote dan koment ya....


...salam cinta...

__ADS_1


...KazukyAlichia😍😍😍...


__ADS_2