Nyebellin

Nyebellin
#27 Ngeselin


__ADS_3

...Kebahagiaan di dunia ini lebih banyak datang dari kebersamaan...


...Aldi ~...


Lala dan Nia sampai di rumah sore sekali, tepat saat Aldi dan om Hendra keluar dari mobil, Aldi melirik Lala sejenak dan masuk. Lala merasa kesal, tapi entah kenapa, padahal Aldi tidak sedang mengerjai nya. hanya saja Lala sedikit tidak suka di abaikan oleh Aldi.


"Tan, aku balik dulu ya udah malem. Misi om, tante," ucap Lala seraya berlalu ke rumah nya.


Lala mendorong pintu rumah, dia berjalan melewati ruang tamu menuju kamarnya.


Ega sedang asyik ngemil sambil nonton tv, sedangkan Riand memijit kaki Ega. Lala hanya geleng geleng kepala dan berlalu ke kamarnya.


"Eh ngapain papa buru buru mijitin kaki Mama?" tanya Ega heran.


"Biar Lala tau kalau punya suami enak," jawab Riand ngaco.


Ega meninpuk wajah suaminya, aneh sekali jawaban nya. Ega heran sendiri, dari mana Riand belajar kata-kata ngaco.


"Akhmm, yang lagi mesra-mesraan harap berpindah atau bergeser sedikit. princess Lala mau duduk manis," seru Lala dengan potato snack di gendongan nya.


"Kamu dari mana aja sama Nia?" tanya Ega, pasalnya tumben sekali Lala ingin jalan jalan dengan Mama nya Aldi.


"Banyak mah, jalan-jalan, olahraga, makan, salonan de el el," jawab Lala.


"Emang kamu bisa masuk salon juga?" tanya Ega.


"Ya Alloh, mami kira aku spices anak konda? Ya kali masuk salon kan dorong pintu doang mi," cerocos Lala bete.


"Haha, Mama gak nyangka aja." jawab Ega sambil melanjutkan menonton chanel gosip sore ini. Dia tertawa kecil melihat Lala menekuk muka.


"Mama ganti chanel azab aja, biar tobat tobat ngerjain Lala," ketus Lala sambil berlalu ke kamarnya.


Lebih baik menonton di laptop daripada berdebat dengan ibu militer. Tapi sampai di kamar Lala hanya berbaring dan memeluk snack nya.


Lala membaringkan badan di kasur. Sudah jam lima saja, padahal dia hanya sebentar main di luar.


Tringg….


Ponsel Lala berdering, rupanya ada panggilan dari tuan Aldi.


"Hmmm" sapa lala.


"Kenapa lu, ngantuk?" tanya Aldi.


"Bad mood," jawab Lala.

__ADS_1


"Karena gak gue sapa kan? Tadi capek tau," ucap Aldi pe-de.


"Dihh ge-er, gue abis di bikin bad mood ma emmak gue," ketus Lala.


"Hahaha kok bisa?" Aldi menikmati momen mendengar lala berkeluh, teman tak baik, emang.


"Au ah, kesel gue Di," ketus Lala.


Lala mematikan ponselnya sepihak dan mengubah posisinya menghadap ke jendela. Angin malam menghembus pelan, jalanan diluar masih sedikit terang.


"Aldi bego, bisa bisanya nambahin mood gue jadi makin jelek," sunggut Lala.


***


Lala mendorong pintu supermarket, wajahnya celingkukan mencari rak makanan ringan, hobby makan nya tidak bisa di filter lagi.


"Permisi, kamu Lala kan?" sapa seorang pria tampan, senyumnya merekah.


"Tau dari mana?" balas Lala, sebelum menyadari dia terkesan ketus.


Lala menutup mulutnya, bisa-bisanya dia malah mengucapkan itu saat bertemu pangeran Philips. Bukan berlebihan, pria di depan nya memang seperti bule.


"Aku Bima, anak Menajemen, aku sepupu jauh Heiji. Heiji sering cerita kamu kalau kerumah," jawab Bima.


Lala kembali sibuk mencari potato rasa sambal balado, tak menghiraukan pria itu, setampan-tampan nya cowok, cacing tak berbentuk bahkan lebih penting bagi Lala.


"Ekhmm, kalau boleh tahu, kamu tinggal dekat sini?" tanya Bima berusaha sok dekat.


"Hooh, gue dekat sini, kompleks sono no, yang ada pombensin sebelumnya," jawab Lala tidak menoleh, dia masih sibuk dengan belanjaan. Dia tetap bersikap acuh tak acuh.


"Ya udah, aku kesana dulu ya, oh ya aku DM di IG ntar kasi no WhatsApp kamu ya, La," ucap Bima sambil berlalu.


Lala hanya menatap heran dan pergi ke box freezer es krim.


"Cowok aneh," gumam Lala.


Lala kemudian kekasir menyelesaikan semuanya dn bergegas pulang. matanya menatap Aldi sedang duduk di bawah pohon dengan wajah lelah sehabis Joging.


"Eh lu belanja ternyata, beli apa aja bel?"


Aldi datang dan merebut kantongan Lala bertulis betamidi.


"Dih balikin gak nyet, gue tonjok nih," kesal Lala.


"Ihh eskrim nya cuma satu," keluh Aldi.

__ADS_1


Lala dan Aldi memilih duduk di bawah pohon dekat betamidi.


"Tumben lu belanja pagi banget, kesel ya semalam gue ketawain di telfon?"


Aldi mengigit separuh es krim wals di tangan nya dan menyodorkan ke Lala. Lala dengan antem memakan sisa Aldi. Ya sudah biasa saja menurut lala ciuman waktu itu lebih kelewatan tapi dia tidak protes. virus mereka bersaudara.


"Ngapain lu cium gue waktu itu?" tanya Lala.


"Dih bahas itu mulu, mau gue cium lagi?" goda Aldi.


"Dih ogah," ucap Lala.


Cup


Aldi mencium pipi Lala sekilas, dengan bibir yang sengaja di penuhi es krim.


"Nyari mati lo!" ketus Lala.


"Hahah nyari kerjaan la, sekarang susah nyari kerjaan," balas Aldi.


Lala memukul paha Aldi keras. Aldi benar-benar juara satu lomba ngeyel.


"Gue dulu bilang khilaf neng, gitu aja ngamuk," jawab Aldi. Dia pura-pura sedih.


"Khilaf apa demen lu," selidik Lala.


"Heheheh boleh seperangkat gak?" Aldi bangkit tanpa merasa berdosa mengerjai Lala.


Baginya mengerjai Lala adalah suatu hiburan yang mengasyikkan.


"Yuk pulang, di culik wewegombel lu ntar," seru Aldi.


"Bodo amat!!" teriak Lala.


Aldi semakin tertawa dan kembali menarik Lala pulang ke rumah.


...**"Huaaa gimana gimana?...


...Sory kalau singkat padat dan garing ya....


...Dukung Aldi dan Lala dengan menvote dan komen ya zeyenk....


...Bakalan selow up di hari selain senin, kamis dan sabtu, mungkin up nya subuh dan malam di hari lain. Khusus awal desember hihi. Selanjutnya bakalan teratur up di jam 3 in syaa allah....


...Salam sarang KazukyAlichia :")***...

__ADS_1


__ADS_2