
Aldi memilih duduk bersila, sepertinya ada hal penting yang ingin di sampaikan oleh ayahnya, melihat dari wajah ayahnya yang begitu serius, Nia hanya diam melihat putra kesayangan nya.
"Papa baru-baru ini ditelfon oleh dosen Pa kamu Di," ujar pak Hendra-ayah Aldi.
"Aih jadi papa udah tau?" tanya Aldi santai.
"Iya, jadi kamu beneran mau berangkat tahun depan?"
"Um, iya pa," jawab Aldi.
Nia tak ikut nimbrung, dia hanya sibuk menonton televisi.
"Mama kok ngak ngomong apa-apa ya," ucap Aldi.
"Di wakili Papi mu, emang rapat aja bisa di wakili," seru Nia.
Aldi mengkembang kempiskan hidungnya. Melihat Nia yang tidak menghiraukannya, Aldi melanjutkan bercerita dengan papa tersayang nya.
"Mau sewa di mana nanti, Di? Nanti ayah carikan tempat yang bagus," seru Hendra sangat bersemangat.
"Dih, papi kok senang banget anak nya pergi jauh-jauh," ledek Aldi.
"Eh! Papa ini bangga sama kamu, Di," ucap Hendra.
"Hahah canda, papa, yaudah Aldi mau ke rumah lala duluan ya," seru Aldi seraya bangkit dari kursi.
"Eh belum kelar, juga," ucap Hendra.
***
Aldi berangkat ke rumah tetangga tersayang nya, Lala sedang asyik memainkan puzzle yang sudah setengah jadi, menampakkan kepala spiderman.
"Dih Gadis kok main nya kek ank kecil," seru Aldi.
__ADS_1
"Sirik banget lu," ketus Lala.
"Bukan sirik, cuma.. Lucu aja gitu," kekeh Aldi pelan.
"Sama aja tau," ketus Lala.
Lala menghentikan tangan nya, Lala beralih menatap Aldi datar. Aldi duduk di lantai dan membuka laptopnya, rencana melanjutkan tugas makalahnya akan berlangsung. sepertinya di kamar Lala dia banyak mendapatkan ilham mengerjakan tugas.
"Ngapain lu kesini?" tanya Lala heran.
"Ya kek lu ngak biasa aja gue samperin," ucap Aldi tanpa menoleh dari laptopnya. Lala hanya ber oh.
Lala berjongkok di depan Aldi yang sedang fokus membuat makalah di kamar Lala. Mata Lala memerhatikan
"Kenapa lu mengungsi ke kamar gue?" tanya Lala kesal.
"Ya enak banget di kamar lu, kayak kamar sendiri," jawab Aldi datar.
"Masak," seru Aldi.
Lala keluar dari kamarnya dan berjalan ke dapur, stres nya akan muncul jika lama lama bersama Aldi. Lala berinisiatif memasak sendiri.
Aldi men-save Filenya dan meninggalkan laptopnya. Aldi kemudian melangkah menuju dapur, Aldi melihat Lala yang sibuk memotong daging ayam asal-asalan, sepertinya ada dendam lama dengan ayam malang itu.
"Kasian banget gue liat ayam nya," ucap Aldi mendekat.
"Huh, bukan ayam nya tapi gue yabg kesusahan tau," ketus Lala.
perut Lala sudah mulai berbunyi berkonser musik. Lala memegang perutnya, rasanya sakit sekali.
"Lu pindah dulu, biar gue urus," putus Aldi.
"Belajar masak lu, atau ikut kursus." sambung Aldi.
__ADS_1
Lala hanya mencebik kesal dan meninggalkan Aldi.
Lala makan beberapa obat magh dan duduk kembali memainkan ponselnya.
sementara Aldi bersiap memasak dengan cekatan mengiris bawang dan menata makanan di atas piring dengan cantik.
***
setelah makan siangnya mereka selesai, mereka kembali ke kamar Lala, Lala sekarang hobby memainkan game among us, bahkan Aldi yang notabene Anak cowok, tidak peduli lagi dengan game, Aldi merasa bahwa sahabatnya itu memang punya kelainan mental, khususnya gender.
Lala melihat ke arah Aldi yang mengamati nya sedari tadi.
"Ngapain lu nyet?" tanya lala garang.
"Buat makalah," jawab Aldi polos.
"Gue juga tahu," jawab Lala kesel.
"Nah tuh tau, ngapain nanya?"
Lala membangun dirinya di atas kasur, matanya memperhatikan Aldi dari jauh, sebuah senyum tersungging di bibirnya, Lala yakin sosok menyebalkan itu akan menjadi candu sebelum kerinduan nya suatu saat nanti semakin berkembang. Lala menghela nafas berat, kepergian Aldi tinggal beberapa bulan lagi.
...Bersambung.......
ada yang kangen Nyebelin??
maaf ya baru up, setelah sekian lama, huhu, satu minggu kemarin lagi urus kepindahan di asrama kampus awokawok
hai guys happy reading
love you
@KazukyAlichia
__ADS_1