
Setelah kembali dari makan dan belanja, Aldi dan Lala akhirnya sudah sampai di depan rumah.
"Di, gue mau liat senja kapan kapan," ucap Lala sebelum turun dari mobil.
"Oke, kapan-kapan aja tinggal bilang," jawab Aldi.
Lala tersenyum senang sambil terus melangkah menuju rumahnya. Lala membawa satu paper bag berisi hoodie dan skin care.
Lala tersenyum mengingat wajah Aldi yang mengerjainya akhir akhir ini.
"Kenapa anak mama senyum mulu," seru Ega.
"Eh, nggak kok mah," jawab Lala.
"Pulang bareng mantu Mama kayaknya," ucap Ega.
Tentu dia melihat Lala turun dari mobil Aldi.
"Mama kepo beneran deh," gumam Lala sambil berlalu menuju kamar nya.
Ega tersenyum kecil melihat putrinya. Mungkin saja Lala akan melupakan Aldi saat mereka berpisah. Banyak yang mengatakan seperti itu.
Ega masuk kedalam rumah, rupanya Lala sudah menutup pintu kamarnya. Gagal sudah menginterogasi putrinya. Jangan salah paham, introgasi tentang diskon di mall.
Walaupun Ega seorang pebisnis, diskon itu sangat bagus untuk Kelangsungan hidupnya. seperti halnya emmak emmak yang lain.
***
Hari ini ujian UTS, sebelum UAS bulan depan. Lala turun dari motornya dan menengok kanan kiri, apakah dosen nya sudah berdatangan atau belum.
Lala memperbaiki cepolan rambutnya dan bernafas lega saat melihat jam tangan nya masih pukul 07: 30 pagi.
UTS akan berlangsung sama halnya dengan jam kuliah normal, jam delapan. dan jam kedua di lanjut setelah mkan siang. Sepertinya hari ini Lala akan pulang jam empat sore.
Lala berjalan menaiki tangga, wajahnya dia buat se-ceria mungkin. Hari ini hari yang tepat untuk menagih janji dengan tetangganya.
Heiji muncul terburu-buru. Sepertinya dia telat bangun. Lala mendekatinya sambil cengar-cengir.
"Eh, gimana nih. Gegara kencan semalam gue jadi telat bangun, La, gue belum belajar juga," keluh Heiji.
"Siapa suruh kencan kek anak alay," seru Lala sembari berjalan dengan Heiji.
"Awas gue liat lu kencan, sirik ya, gegara jomblo." kata Heiji.
Lala kesal dengan Heiji, bisa-bisanya dia mengungkit status ke-jombloan nya yang sudah dianut dari kecil.
"Serba salah sih, lu kan kalau pacaran pasti di larang ma Aldi. Heran gue sama kalian," keluh Heiji.
Lala hanya menggeleng dan masuk ke dalam kelas.
***
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 04 sore, Lala mengirim pesan kepada Aldi, tentu saja Aldi mengiyakan.
"Sory La, tadi gue lagi persentase jadi lama," seru Aldi sambil mendekat kepada Lala. Dia baru muncul tergesa-gesa.
Lala mengangguk mengiyakan. Mereka naik ke motor masing masing. berbarengan ke luar dari parkiran fakultas FIPG
"Kita kemana Di?" tanya Lala.
"Kemana bagusnya?" Teriak Aldi.
"Ishh pelan aja ngomong nya," ketus Lala.
Mereka memang berkendara beriringan. Lala diam mengikuti Aldi membelok motor nya.
Lima menit mereka sampai di sebuah danau, sepertinya sangat terpencil. Lala bahkan tidak tahu ada danau indah di sekitar sini.
"Danaunya bagus Di," ucap Lala sembari turun dari motor.
Aldi ikut turun dan tersenyum, sebenarnya dia sering kesini saat stres sebelum kuliah. Aldi tinggal di dekat kampus mereka sebelum orang tuanya memilih pindah. Dulu orang tua Aldi hampir bercerai tapi kembali lagi. Aldi tidak pusing, toh mereka sudah hidup tenang.
"Eh kok lo diam aja?" tanya Lala.
Aldi menoleh dan tersenyum, saat di terpa angin sepoi-sepoi, wajah Aldi terlihat begitu tampan.
"Eh La, suasana di sini romantis kan?" tanya Aldi tanpa menjawab pertanyaan Lala.
"Dih di tanya malah nanya balik," kesal Lala.
"Gak kok, cuma pertama kali gue jalan barang cewek ke tempat kek gini," jawab Aldi.
Aldi menatap kesal wajah Lala. Padahal Aldi sudah terbawa suasana.
"Ideh, mau sok sok romantis lagi. Udah gak ada si Meilda, gue lupa bener apa ngak," ucap Lala. Aldi pernah menceritakan awal mula dia suka akting drama korea versi dia.
"Hooh, tapi gue agak kesel aja liat tuh cewek," ucap Aldi sambil duduk di batu besar. Lala iku duduk dan menatap danau itu. Air sangat jernih dan tenang.
"Kesel atau demen? Cinta itu beda tipis sama kekesalan, kata Heiji."
Aldi tersenyum miring.
"Jadi lo cinta sama gue?" ucap Aldi
"Sok kepedean aja lo," bantah Lala.
"Lo kan sering kesal ma gue La," kekeh Aldi.
Lala menatap malas Aldi. Aldi sering menggodanya dan sering kali bermain akting indosear kepadanya.
"Semerdeka lo deh," jawab Lala enteng.
Aldi terkekeh. Lala mendekat dan bersandar di bahu sahabat nya.
__ADS_1
Aldi hanya mengusap kepala Lala lembut.
"La, kalau emang takdir kita nikah, lu terima apa gak?" tanya Aldi.
"Gak lah, lo mau berhenti jadi sahabat gue?" tanya Lala.
"Jadi suami enak kali," jawab Aldi ngaco.
"Hahaha, kalau gue jadi nyonya Aldi, gue bakalan di ejek seumur bumi tuh sama Heiji," kekeh Lala.
Aldi hanya tersenyum kecut, entah kenapa sikap Lala membuatnya kesal.
"Eh Di, bentar lagi sunset kan?" seru Lala bangkit melihat air danau yang makin menggelap.
"Eh Di, Cantik banget," ucap Lala.
Matahari tampak cantik, dan pemandangan kota dari jauh terlihat cantik dengan banyak lampu-lampu kota yang berkilau dari seberang danau.
"Berasa di korea gue di," seru Lala senang sekali.
Aldi tersenyum ikut bahagia dengan Lala.
"Kalau suka kapan kapan kita kesini bareng lagi," ucap Aldi.
"Tapi tiga bulan lagi lo ke Amrik, gue sedih tau," keluh Lala.
"Idih, jangan-jangan lu emang naksir gue kan?" ucap Aldi.
"Geer lo," ketus Lala.
Lala tetap melihat matahari tenggelam. Seperti Aldi suatu saat akan meninggalkan nya, sahabat yang dia sayang.
"Ayok pulang La, gue takut kalo kemalaman gue malah nyusahin lo," ucap Aldi.
Lala tersenyum, penyakit phobia Aldi memang bukan masalah yang gampang. Phobia gelap itu dapat melukai Aldi sewaktu waktu.
"Yok, gue udah puas, Mama pasti nyariin." kata Lala sambil naik ke motornya.
"Lain kali kita satu motor aja kalau kesini ya, kayaknya gue susah bawa motor kalau gelap banget."
Lala mengangguk dan menyilakan Aldi duluan. Mereka keluar dari jalan setapak menuju jalan raya. Jalanan sangat padat dan macet. Tidak memungkinkan untuk cepat sampai. Harusnya tidak berlama lama di danau, tapi melihat Lala yang begitu bahagia, Aldi akan ikut bahagia. Entah kenapa Aldi jadi semakin perhatian dengan sahabatnya.
Lala senang Aldi menepati janjinya mengajak melihat sunset. Aldi memang sahabat terbaik Lala. Keduanya mempercepat laju motornya. Langit jakarta mendung, hujan turun semakin lebat. Untung saja keduanya sudah sampai di depan rumah.
Hujan semakin deras membawa banyak kenangan dan menyimpan debu-debu rasa yang kini mulai beterbangan. Seperti rasa yang harusnya di simpan walaupun rasa itu muncul dari orang terdekat.
…
...Bersambung…...
...Hello guys. Sory aku lama banget up nya.....
__ADS_1
...Salam cinta...
...Alichia_Kazuky *°*...