Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
Episode 1


__ADS_3

sahila adalah anak berumur 9 tahun putri tunggal dari sahil dermawan dan juwita dermawan


dia gadis yang disukai semua banyak orang


dia gadis yang sangat periang.. cantik, lucu, smart dan keramahanya yang membuat smua orang menyayanginya tak sedikitpun dia merasa sendiri, kesepian dan hal yang membuat dia sedih.


dengan kepolosan.. keramahan dan kebaikan hatinya sahila memiliki begitu banyak teman..


semua teman pria dan gadis lainnya sangat menghormatinya.


begitu pun kedua orang tuanya yang sangat menyayangi dan mencintai sahila setulus hati mereka.


Sahil dermawan adalah pengusaha besar yang cukup terkenal, dan memiliki perusahaan di beberapa kota dan mama juwita dari kelurga yang sederhana tapi sangat terpandang di desanya karena keramahan orang tuanya dan kebaikannya. orang tua ibu juwita di desa sering kali membantu orang sehingga banyak yang menghormatinya bagaimana mungkin tidak ayah juwita adalah seorang lurah dan itu sudah cukup terpandang di desa kecil itu.


sahila sangat menyayangi kedua orangtuanya itu mereka sangat dekat dengan sahila terutama papa sahil.


mereka sangat dekat sehingga tidur malamnya sahila pun harus selalu ditemani papa sahil sampek tertidur pulas.


itu membuat mama juwita selalu merasakan kesal dan cemburu.:)


kasih sayang sang suami dan perhatian papa sahil sepenuhnya milik sahila tak ada cela untuk mama juwita. itu pendapat mama


sahila juga selalu suka menggoda ibunya itu karna menurut sahila tidak pantas seorang ibu cemburu pada anaknya sendiri.!


kehidupan mereka hampir sangat sempurna. keluarga terpandang tak pernah di celoteh keluarga harmonis dan jarang ada gosip negatif. dan juga mempunyai seorang putri yang melengkapi hidup mereka.


mereka tidak pernah mengira malam itu malam terakhir mereka dengan papa sahil.

__ADS_1


malam itu hujan deras .. kilat merah dan petir menggrudu.


Duuaaaaaarrrrrr, dug dug dug.. deerrrr, glontang.!


"aww.. papa!" sontak suara kaget mama juwita dan sahila sambil meluk satu sama lain membuat papa sahil tersenyum nakal "Dooorrrr ..!!" tambahan suara dari papa sahil


dengan bersamaan kagetnya mama juwita dan sahila mereka kompak menggelitiki papa sahil.


"ampun, hahahah... sudah dong sudah, hahaha.. " teriakan kegelian papa sahil memohon!


 


"rasakan.. hahahah " ujar sahila dengan kegirangan melihat ayah nya kegelian, sesekali mengeluarkan air mata karena tak tahan menahan kegeliaan yang ia rasakan.


 sambung mama juwita "syukurin.. kapok gak, isengin kita lagi ya ha!" dengan penuh semangat ibu juwita menggelitiki.


"iya enggak ma ampun! hahahaha..!! hentikan."


Duuaaaaaarrrrrr, dug dug dug.. deerrrr, glontang.!


dengan terkejutnya mama juwita mama spontan dan berusaha mengambil posisi tidur sahila yang berada ditengah antara mama juwita dan papa sahil.


"IHH.. apaan SII... ma" suara kesal sahila melihat ibu juwita mengambil posisi tempat sahila.


"mama takut, gantian ya sayang.. mama ya yang ditengah" dengan nada memohon dan ketakutan! sambil melirik ke arah sahila yang sedang monyong. tapi cuek. dan kembali memeluk papa sahil


"eng...gak... pa!" mengerutkan kan dahi dan melempar bantal ke arah ibu juwita. sesekali meremas-remas bad cover membuat sahila lebih kesal dan menggerutu mulut jambe-jambe

__ADS_1


kesempatan mama membuat sahila marah dan ngambil posisi sahila. dengan lama lama mama sahila meluk papa semakin erat dan semakin membuat sahila lebih kesal lagi. sesekali melirik sahila dengan senyum menaiki bibir kearah samping.


melihat jaim nya ibu juwita, sahila mengerti kelicikan apa yang ada diotak ibu juwita.


sahila tidak tinggal diam.


di mulailah kelicikan sahila dan mencari kelemahan papa sahil


dan tiba tiba.


"Hiks.. hikss... hu.. huu... huaa...." teriakan tangisan sahila yang mencuri perhatiaan papa sahil dan berhasil.


"ma" suara papa pun mulai terdengar


"yes" batin sahila tapi masih pura-pura menangis dibalik bantal yang lagi tengkurap.


" bohong itu pa, cuma pura-pura nangis aja. gak usah percaya" ucap ibu juwita untuk meyakinkan dan berusaha menyambak halus rambut sahila


"haduh, huhuhhu.." suara sahil yang masih dibalik bantal.


" gak usah alesan sa percuma.." ujar ibu juwita santai.


dengan sabar papa memberi pengertian ke mama lahan perlahan. tidak lama kemudian hujan berhenti dan mama pun akhirnya mulai mengalah dan mulai pindah tempat tidur


"weekk.." ejekan sahila ke mama


"yee.. dasar cengeng" ucap ibu juwita dengan menekan punggung sahila sembari kembali ke tempat masing-masing.

__ADS_1


dengan tersenyum papa pun mengecup kedua wanita yang ia cintai itu dan mereka mulai tenang dan berpelukan satu sama lain.


malam pun berlalu dan matahari mulai tersenyum.


__ADS_2