
Dengan pengusiran Sahila kepada Dhani ia pun pergi tanpa mengatakan sekata pun. Devi yang kecewa karena Sahila ternyata lebih memilih Haykal seorang penghancur hidupnya itu ketimbang sahabat-sahabatnya. Devi pun juga ikut pergi dan meninggalkan Sahila bersama Haykal.
"Ayo sayang lebih baik kita pergi, percuma kita disini kalau pembelaan kita tidak di hargai," ujar Devi kesal sembari menarik tangan kekasihnya itu.
Melihat kepergian ketiga sahabatnya itu, Sahila baru menyadari kebodohannya itu dengan rasa kecewa kepada dirinya sendiri, Sahila berjalan dengan langkah sedikit sempoyongan.
Jelas Haykal tidak membiarkan Sahila pergi sendiri dan Haykal juga berusaha membawanya masuk kedalam mobilnya. Tapi tangan itu di tepis oleh Sahila, tanpa berkata-kata Sahila hanya memasang wajah datar dan berjalan seperti orang lunglai.
"Sa ayo biar aku antar kamu pulang," ujar Haykal. Tapi Sahila tidak mendengarkannya ia terus berjalan, tidak tahan melihat perilaku gadis itu, Haykal langsung menggendongnya tanpa permisi.
Melihat perilaku Haykal yang kurang sopan itu, Sahila mengayunkan kakinya dengan kasar. Tapi Sahila gagal dan dia sekarang sudah berada di kursi dalam mobil.
"Apa yang kau lakukan?"
"Diam lah," ucapnya jelas dan singkat.
"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Sahila saat Haykal membelokkan setir nya berlawan arah dengan arah rumahnya.
"Kamu tadi bilang akan mengantarku pulang tapi ini kan bukan jalan arah ke rumah ku."
Haykal melirik Sahila sekilas.
"Tadinya, tapi setelah aku pikirkan lagi sepertinya kamu butuh refreshing."
Entah kemana dia akan membawaku pergi dan apa lagi yang akan direncanakan olehnya kali ini.
"Kamu mau bawa aku kemana?" Sahila merasa ketakutan, ia trauma dengan apa yang sudah Haykal lakukan kepadanya dan ia juga tidak mau dibodohi lagi olehnya.
"Jika kamu tidak mau mengatakannya, aku akan loncat dari mobil ini." Haykal hanya menggelengkan kepalanya dia pikir Sahila hanya menggertak nya saja tapi setelah Sahila membuka pintu itu, tiba-tiba Haykal mengerem mobil itu dengan tiba-tiba sehingga Sahila hampir terbentur oleh kaca mobil depan.
"Au! gimana sih kamu, hati-hati dong kamu ingin membunuhku ya," bentak Sahila
__ADS_1
"Maaf maaf. Maafkan aku Sahila aku tidak sengaja, aku hanya reflek ngerem karena kamu nekat akan meloncat dari mobil ini."
"Mangkanya katakan dimana kamu akan membawa ku pergi, kalau enggak aku akan benar-benar pergi dari sini."
"Tenanglah Sa. Plis kali ini percayalah kepada ku, aku hanya ingin menghibur mu saja dan aku tidak akan macam-macam, kali ini aku akan membawa kamu di keramaian. Aku janji." Melihat Sahila yang melotot Haykal merasa takut dan ia mengerti apa yang ada di pikirannya dengan menggapai kedua tangannya. Haykal berkata, "Kali ini bukan club malam, kali ini tempat ramai yang pasti kamu bakalan menyukainya."
Mendengar pernyataan Haykal, Sahila sedikit tenang dan lega ternyata apa yang ada di dalam pikirannya itu tidak benar. Dan saat ini Sahila kembali menutup pintu mobil itu dan Haykal kembali menyalakan mesinnya dan ia membawa Sahila pergi entah kemana.
"Kal kamu yakin membawa aku pergi dengan keadaan seperti ini?" tanya Sahila. Pertanyaan Sahila membuat Haykal tertawa karena dengan sadar akan kondisi nya saat ini berarti Sahila masih berpikiran jernih.
"Kenapa kamu malah ketawa," ucap Sahila kesal dengan mengerutkan dahinya.
"Sorry sorry, lucu aja dengan keadaan mu yang sekarang kamu masih bisa mempertanyakan kondisi mu." Hahaha .... Haykal semakin menjadi-jadi. Membuat Sahila kesal dan mengurungkan niatnya untuk ikut bersamanya.
"Hentikan. Aku tidak mau ikut dengan kamu, cepat hentikan."
"Jangan gitu dong gue hanya bercanda."
"Terus mau kamu apa? apa kamu mau kita mampir ke butik dulu untuk membeli pakaian yang kamu butuhkan. Kalau aku sih gak masalah dengan pakaian mu ini, kamu tetep cantik kok pakai baju apa aja."
"Cantik?" batin Sahila dengan melirik pakaian yang ia kenakan. baju kaos oblong dan celana 1/4. Dia bilang cantik? kan ini baju santai yang bukan untuk bepergian," sambungnya.
"Bagaimana? kelamaan mikir." Tiba-tiba Haykal menghentikan mobilnya di depan butik ternama dan cukup terkenal itu.
"Ayo turun."
"Eh kemana?" Sahila terkejut saat Haykal membuka pintu dan menariknya keluar dari mobil dan membawanya masuk ke butik itu.
"Sekarang kamu pilih baju apapun yang kamu suka. Nanti biar aku yang bayar."
"Tapi ..."
__ADS_1
"Udah cepatlah pilih, setelah ini kita pergi ke salon di sebrang sana ada salon bagus,"
Dasar cewek. Haykal menggelengkan kepalanya.
Sahila tidak ingin meluangkan kesempatan ini dan sesekali Sahila juga ingin mengerjai Haykal." Bentar mau kemana kamu?"
"Keluar lah di samping butik ini ada cafe, cewek kan selalu lama kalau belanja jadi gue akan nunggu lu di cafe sambil ngopi," ujarnya.
"Tidak! kamu enggak bisa ninggalin gue, gimana kalau kamu ninggalin gue dan kamu pergi setelah meninggalkan aku. Kan aku gak bawa uang, kamu lihat sendiri aku hanya bawa badan aja," ujar Sahila dengan menyilang kan kedua tangan nya sembari membuang muka.
"Ya.ampun bener-bener kamu ya, enggak percayaan banget ama gue," balas Haykal dengan menarik tangan Sahila yang bersilang. Sahila pun hanya tersenyum dan menaikkan kedua alisnya karena tahap pertama berhasil.
Selama Sahila memilih-milih baju, Haykal hanya mengikutinya dari belakang dan membawa beberapa baju yang sudah Sahila pilih. Dengan pasrah Haykal hanya memasang wajah datar.
"Apa masih lama? Menurutku ini sudah lebih dari cukup," rengek Haykal.
"Kamu gak ikhlas belanjain gue?" tanya Sahila dengan mengerutkan dahinya.
"Bukan. Maksud ku ini kan hanya pergi sebentar tapi kenapa kamu belanja segini banyaknya kayak seakan-akan kita akan berlibur ke luar negri dan kita akan membuang-buang waktu dan saat kita meluangkan waktu bersama nanti, waktunya jadi sedikit kan," lirih Haykal.
"Ya udah lah, aku rasa sudah cukup untuk memberi dia pelajaran dan sepertinya aku sudah lebih menguras isi dompetnya itu. Aku lihat dari harganya lumayan," batin Sahila dengan senyum tipis karena puas mengerjai Haykal.
"Gimana dong bajunya lucu-lucu sih kan sayang kalau dilewatkan tapi yaudah lah ya, aku rasa ini cukup kok. Yaudah bayar dulu sana," ujar Sahila. Dengan menunggu Dhani membayar semua baju milik Sahila sementara itu dia melihat-lihat baju yang belum sempat ia lihat itu.
Setelah semua terbayarkan Sahila dan Haykal menuju salon yang berada tepat di sebrang butik itu. Dan Sahila mengingatkan ke salah satu karyawan salon itu untuk menghiasnya dengan sangat natural karena Sahila tidak suka dengan make-up yang berlebihan apa lagi ini hanya acara jalan-jalan saja tidak ada acara yang khusus.
Sementara itu Haykal menunggu dan sesekali Haykal sekilas melirik Sahila. Tak lama setelah itu Sahila masuk keruangan khusus. Saat Haykal konsen dilayar ponselnya tiba-tiba ada seseorang yang berdiri tepat di depan Haykal, dan tatapan Haykal pertama ialah kaki yang mengenakan sandal high heel 5 cm/hak tahu. Semakin ke atas tatapannya terlihat Sahila yang berdiri tepat di depannya itu, Haykal langsung terpana. Matanya langsung terbelalak melihat kecantikan Sahila yang sempurna.
"wauuww... Kau cantik sekali." Haykal langsung memuji kecantikan Sahila Tapi Sahila tidak bergeming sama sekali. Ia malah terkesan tidak perduli dengan komentar Haykal.
"Cepatlah kita pergi sekarang." Tanpa basa-basi Sahila langsung nyelonong keluar.
__ADS_1