
Mendengar itu tentu membuat Devi kaget dan syok. Dengan tidak percaya apa yang sudah ia dengar Devi hanya menggelengkan kepala dan menutup mulutnya itu karena tidak percaya dengan apa yang sudah di katakan sahabatnya itu.
"A-apa Hay-kal yang..."
"Ia vi Haykal sudah merusak semua kehidupan ku, dia tega melakukan ini semua kepadaku. Dia benar-benar orang yang jahat." Dengan membungkam mulutnya sendiri Sahila mencoba mengontrol emosinya itu.
Devi yang tadinya tenang kini ia mulai meneteskan air mata dengan melihat keadaan sahabatnya yang sekarang ini. Tidak terima dengan apa yang sudah di lakukan Haykal kepada sahabatnya itu. Devi pun beranjak dari sana dan pergi meninggalkan Sahila yang masih duduk tidak berdaya dengan tundukan kepala menyimpan rasa malu.
Brak.
Sahila mengangkat kepala yang tertunduk itu saat mendengar pintunya terbanting dengan keras. Dengan rasa kaget Sahila pun mengejar Devi yang entah apa yang akan di perbuat.
"Vi tunggu, mau kemana kamu. Vi berhentilah tolong!" Devi terus melangkah seperti tidak mendengar panggilan Sahila. Mendengar teriakan Sahila dari anak tangga Dhenis pun ikut terkejut dan melihat apa yang sedang terjadi.
"Sayang ada apa?"
"Mana Dhani?" tanya Devi kesal.
"Dia baru aja pergi ..."
"Kemana?" sahut Sahila dengan gugup.
"Sepertinya menghampiri Haykal."
"Apa?" sontak Sahila kaget.
Devi yang ikut terkejut itu pun menyeret tangan kekasihnya itu dengan kasar dan membawanya masuk ke dalam mobil untuk pergi dari rumah Sahila.
__ADS_1
Tentu Sahila tidak tinggal diam karena takut, Sahila pun ikut pergi bersama mereka. Dengan kecepatan 100 km Devi mengemudi dengan sedikit ugal-ugalan.
" Sayang kamu kenapa? pelan-pelan dong," ujar Dhenis yang tidak di perduli kan oleh Devi.
"Sa kenapa anak ini?" tanya Dhenis dengan memutarkan kepalanya kebelakang.
"Vi tenanglah, kita mau kemana sebenarnya?" tanya Sahila dengan gugup sembari memegang pundak Devi yang sedang mengemudi itu. Dhenis pun hanya bisa memandang kekasihnya itu dengan banyak pertanyaan. " Apa yang mau sebenarnya ia lakukan," batin Dhenis cemas.
Dhenis tau benar dengan kekasihnya itu. Devi memang gadis yang terlihat bodoh dan suka cengengesan tidak jelas tapi Dhenis juga tau Devi gadis yang tegas dan pemberani, siapa pun yang menyakitinya ataupun menyakiti orang yang dia sayang, dia rela melakukan apapun dengan orang yang ia cintai itu. Mungkin itu yang dilakukan Devi saat ini, batinnya.
"Apa dia juga tau apa yang sudah menimpa Sahila. Tapi apa itu? Kenapa dia terlihat begitu murka?" sambung batin Dhenis mulai cemas dengan apa yang akan di lakukan kekasihnya ini sembari melirik tajam Sahila.
Tak lama kemudian tiba-tiba Devi melihat sosok kedua pria yang sedang berantem di tengah jalan sehingga menghalangi perjalanannya mereka. Dengan menyembunyikan klakson berkali-kali Devi berharap mereka mengerti dan mau minggir dari tengah jalan yang seharunya tidak menghambat mereka yang sedang lewat di jalan itu. Tapi klakson Devi itu tidak dihiraukan oleh kedua pria itu, mereka semakin menjadi-jadi dan tidak ada mau yang mengalah.
"Percuma Vi mending kita putar balik aja, kita cari jalan pintas," ujar Sahila.
Melirik ke jendela kiri Dhenis melihat mobil Mercedes Benz sport dengan plat B **** ** .
"Bukankah itu mobil Dhani?" ujar Dhenis dengan nada pelan.
Sahila yang mendengar itu pun ikut melihat ke arah jendela Dhenis. "Ia Nis, itu mobil Dhani dan mereka berdua ..." belum melengkapi kata-katanya dan Tanpa berpikir panjang Dhenis mengerti apa yang Sahila bicarakan dan mereka berdua langsung turun dari mobil dan menghampiri kedua pria itu dengan berlarian. Devi yang terkejut melihat aksi mereka dia pun ikut turun dari mobil dan menyusul Dhenis dan Sahila.
Setelah mereka sampai di antara kedua pria itu, ternyata benar itu Haykal dan Dhani yang sedang berkelahi. Dengan sigap Dhenis langsung melerai pertikaian mereka dan menahan Dhani untuk tidak melanjutkan pertikaian itu. Haykal yang masih tidak terima dia hampir menonjok Dhani tapi aksinya itu ia urungkan karena teriakan Sahila.
"Stop!" teriak Sahila.
"Kalian ini apa-apaan si, malu-maluin tau gak! seperti anak ugal-ugalan yang tidak punya etika, berantem di tengah jalan seperti ini," sambung Sahila kesal dengan nada sedikit bentak.
__ADS_1
Melihat kemarahan Sahila itu, tiba-tiba dengan lantang Devi melayangkan tangannya tepat di pipi Haykal dengan keras.
Plak!
Sontak membuat semua yang ada di sana kaget dengan perilaku Devi terhadap Haykal yang secara tiba-tiba. Belum sempat tangan Haykal menampar pipi Devi, dengan sigap Dhenis menghentikan tangannya dengan kuat yang hampir menampar kekasihnya itu.
Tidak terima Haykal menatap tajam Dhenis dengan penuh amarah saat tangannya berani menghalangi tangannya untuk memberi pelajaran Devi yang sudah menamparnya tanpa alasan, sembari menghempaskan tangannya dari tangan Dhenis.
"Gue gak ada masalah sama lu pada ya, jadi kalian jangan macam-macam sama saya," ujar Haykal kesal dengan menunjukan jarinya satu persatu di wajah ketiga sahabat Sahila itu.
Tidak terima dengan tudingan itu dengan gemas Dhani melintir tangan Haykal dan menempatkan dirinya dibelakang Haykal. "Siapa yang kamu ancam ha?" ujarnya.
Dengan rasa kesakitan haykal. Sahila tak tega melihat Haykal kesakitan seperti itu dan diperlakukan seperti itu oleh ketiga sahabatnya itu. "Ini namanya keroyokan, plis guys jangan seperti ini. Dan kamu Dhani lepaskan tangan mu darinya. Lihatlah Haykal, apa kalian tidak kasihan," ucap Sahila dengan mencoba melepaskan plintiran Dhani terhadap Haykal.
"Kasihan? apa aku gak salah dengar. Kamu kasihan sama orang yang sudah menghancurkan hidupmu?" Dengan tertawa kecil Dhani melepaskan tangan Haykal dengan mendorongnya dengan kasar sehingga ia terjatuh.
"Apa aku enggak salah dengar? coba katakan sekali lagi?" sambungnya dengan memajukan telinganya ke bibir sahila.
"Cukup Dhan, ini gak lucu," ujar Sahila dengan mendorong dadanya yang kekar.
"Hai gadis lugu, siapa yang sedang ngelucu?" ejek Dhani dengan mendekati wajahnya ke wajah Sahila seolah-olah ingin menciumnya.
"Kamu yang sedang ngelucu, kamu masih sempat-sempatnya membela orang Ba****n ini hanya karena kasihan," timpalnya dengan menyunggingkan bibirnya ke atas.
"Gue gak akan biarkan lu masuk dalam hidup Sahila," ujar Dhani dengan menatap tajam mata Haykal. Tiba-tiba Sahila menampar keras pipi Dhani dengan sangat terkejut Dhani melirik ke arah Sahila sembari memegang pipi yang sudah di tampar oleh Sahila. Dengan tatapan bertanya-tanya sekali lagi Sahila menjelaskan. "Enggak usah ikut campur urusan gue. Dan lu lebih baik pergi dari sini," lirih Sahila dengan merentangkan tangannya untuk pergi.
Haykal yang menyaksikan tamparan Sahila itu membuat dirinya senang, seakan-akan tamparan itu sebuah pembalasan untuknya dari Sahila.
__ADS_1