Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 33


__ADS_3

Setelah beberapa menit semua sahabat itu berfikir. Dhani mengingat sesuatu.


"Sahila kemarin pulang jam berapa ya Bii?" tanya Dhani saat ruang tamu itu sempat hening karena lamunan mereka.


"Apa maksud mu? Tentu dia baru balik tadi pagi sama kalian kan? kok tanyakan hal ini sama Bibi." Saat Bibi mengatakan itu Bibi baru ingat. Kenapa ketiga sahabat itu baru datang saat Sahila sudah sampai dari pagi tadi. Tentu Bibi semakin syok dan bertanya-tanya.


"Tadi pagi? Bibi .. Sahila pulang dari kemarin bareng Haykal naik busway. Dan kita baru balik dari puncak dan langsung datang kesini untuk meminta maaf ke pada Sahila. Karena kemarin kita gak bisa nemenin mereka berdua. Haykal balik karena ada masalah yang harus di selesaikan di hari itu juga. Karena itulah Sahila tidak membiarkan Haykal pergi sendiri," sahut Devi jelas, setengah kaget dengan mengerutkan dahinya dan memalingkan wajahnya dari Bibi ke Dhenis. "Iya kan sayang."


" Ada apa sebenarnya ini?" lirih Bibi semakin syok dan tambah satu lagi pertanyaan Bibi Eni.


Dhani pun sangat terkejut mengetahui Sahila baru datang tadi pagi. Sedangkan dia sudah balik ke puncak sejak kemarin. "Apa yang kau lakukan kepada Sahila Haykal?" gumam Dhani dengan mengepalkan kedua tangannya sembari melangkahkan kakinya untuk pergi dengan amarah tanpa berpamitan dengan Bibi Eni.


"Bibi maaf kita pamit dulu," ujar Dhenis dengan nada pelan saat mengetahui adiknya pergi meninggalkan mereka semua yang berada di ruang tamu.


"Saya juga permisi Bii, maaf," sahut Devi.


Saat mereka bertiga sampai di teras depan rumah. Tiba-tiba ada mobil masuk dari gerbang dan berhenti di depan teras dimana ke tiga sahabat itu berdiri.


Ternyata yang keluar dari mobil itu Sahila dan Haykal.


Tentu Sahila terkejut dengan kedatangan sahabatnya itu dengan secara tiba-tiba. Dengan sangat gugup Sahila membuka pintu mobil untuk turun. Belum sempat Devi tanya dari mana dirinya, tiba-tiba ...


Buk.


"Brengsek!"


Suara hantaman dari tangan Dhani meninju keras pipi mulus Haykal. "Aaa ...!!" teriakan semua cewek yang menyaksikan Dhani meninju pipi Haykal secara tiba-tiba.


Tentu Haykal tidak tinggal diam melihat Dhani yang tiba-tiba menyerangnya, Haykal pun juga melayangkan kepalan tangannya ke pipi Dhani. Melihat perkelahian mereka berdua Dhenis lari dan melerai pertengkaran mereka berdua dengan menahan kedua dada kekar Dhani dan Haykal yang sangat kuat.


"Apa-apaan kalian ini?" Bentak Dhenis.

__ADS_1


"Adik lu itu yang apa-apaan. Sebaiknya lu tanya kenapa dia memukul aku duluan?" Teriak Haykal tidak terima atas perlakuan Dhani yang tiba-tiba menyerangnya.


"Kalau lu sampai menyakiti hati Sahila, gue pastikan kamu akan aku buat sangat menyesal karena sudah melukai Sahila. PAHAM!" ucap Dhani dengan nada tinggi.


Sahila yang tidak bisa menahan diri, ia langsung pergi dan masuk melewati Bibi yang sedang berdiri di tengah pintu. Melihat ke sahabat itu pergi dengan mobilnya, Bibi Eni pun langsung menutup pintunya sebelum Haykal nyelonong lagi untuk masuk. Haykal yang melihat Bibi menutup pintu dengan kasar dan tanpa menawari Haykal untuk masuk, ia pun mengetuk dengan kasar dan keras. Tapi Bibi tidak menghiraukan rajuk nya Haykal.


"Sahila tunggu?" teriak Bibi Eni menghentikan langkah Sahila saat berada di bibir tangga. Sekali Sahila melirik ke belakang tanpa membalikkan badan itu, ia langsung lari tanpa menghiraukan panggilan Bibi lagi.


"Sahila!"


Brak


Sahila membanting tubuhnya di atas kasur setelah membanting kasar pintu kamar miliknya.


"Sahila? Tolong buka pintunya nak?" ujar Bibi Eni.


"Tidak! biarkan aku sendiri dulu Bii," ujar Sahila dengan nada sedikit membentak.


"Nak? jika kamu ada masalah, tolong cerita sama Bibi jangan di pendam sendiri, siapa tau Bibi bisa bantu."


Dengan mengelus dada Bibi Eni membalikkan badan dan menuruni anak tangga itu satu persatu dengan pelan sembari sesekali menoleh ke arah pintu Sahila. Berharap Sahila membuka pintu.


Tapi nyatanya sampai Bibi membuka pintu kamarnya, Sahila juga tidak menampakkan diri dan dengan nada tersengal Bibi masuk kamar dengan uraian air mata.


"Ini masalah besar. Jika tidak Sahila ku yang selalu patuh dan menghormati ku tidak mungkin memperlakukan Bibinya seperti ini." Sesak sekali rasanya saat Bibi mengatakan itu semua.


*****


"Apa yang kau lakukan Dhan? mengapa kamu tiba-tiba memukuli Haykal tanpa alasan, kamu bisa bicarakan baik-baik jika memang ada masalah," ujar Dhenis.


"Saya tidak akan memukul orang tanpa alasan. Meskipun kau tau aku sangat membencinya," balas Dhani dengan mengemudi kecepatan 120 km kali ini.

__ADS_1


"Dhan gue tau, lu lagi marah tapi plis pikirkan nyawa kita," lirih Devi dengan nada takut. Devi yang melihat Dhani marah, ia baru buka suara saat Dhenis memberi pertanyaan terhadap dirinya.


"Apa alasannya?" tanya Dhenis berusaha mengendalikan amarah Dhani dengan membanting setir.


"Kau gila ya? kamu mau kita semua mati " bentak Dhani.


"Kau yang gila. Kalau kamu mengemudi dengan amarah seperti ini, kita bisa benar-benar menabrak. kamu lihat Devi sedang ketakutan. Lihatlah!" teriak Dhenis dengan mengarahkan mata nya kepandangan Devi.


"Cukup! hentikan. Aku bilang hentikan mobil ini, sekarang juga Dhani," teriak Devi yang sudah hilang kesabaran karena amarah Dhani yang tanpa alasan itu.


"Ok .. ok! gue yang turun," ucap Dhani saat melihat Devi mulai membuka pintu untuk turun dari mobil.


"Tunggu Dhan. Kenapa kamu begitu marah?" tanya Dhenis dengan tarik paksa tangan Dhani.


"Ayo masuk lah. Kita bicarakan ini baik-baik, kita akan cari jalan keluarnya," ucap Dhenis dengan nada pelan.


Dengan menganggukkan kepala Dhani membalikkan badan. "Biar aku aja yang mengemudi kau duduk lah dibelakang." Kata Dhenis


"Sayang, kamu duduk di depan ya." Devi pun menyetujui saran Dhenis dan kali ini mereka semua mulai tenang.


Sedangkan posisi Sahila saat ini adalah ia sangat-sangat terpukul dengan apa yang menimpa dirinya. Apalagi Dhani sangat marah dia pasti sudah menduga hal yang buruk sudah terjadi pada diri gadis malang itu.


Dengan nangis tersedu-sedu, Sahila berharap kalau semua ini hanya mimpi buruk dan saat membuka matanya semua akan kembali normal dan dia bisa meraih semua mimpi-mimpinya tanpa takut hal ini bisa merusak apa yang sudah di impi-impikan.


Kurang lebih, sebenarnya Sahila sudah memulai buka pintu hatinya untuk Dhani. Tapi Haykal sudah menghancurkan semua yang belum sempat ia rasakan kebahagiaan itu bersama dengan Dhani.


***Lalu apa yang akan terjadi kedepannya***?


HALLO GUYS, SALAM KENAL! ...


*JANGAN LUPA UNTUK KLIK LIKE DAN VOTE YA🤗

__ADS_1


SILAHKAN KOMENTAR DAN SARAN KALAU INGIN MENAMBAHI! ...😍


**BACA JUGA "KAKAKKU SI CEO" 👍***


__ADS_2