Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 6


__ADS_3

 


Hospital


 


“ semoga saja tidak telat. Bisa bisa nya saya lupa “ batin sahila. Berjalan melangkah lebih cepat


karena kejadian waktu itu bibi eni harus menjalani perawatan disalah satu hospital di kota ku. Tidak hanya terkilir dan demam saja ternyata bibi mengidap penyakit gagal ginjal yang harus dioperasi. Itu membuat sahila syok dan sangat takut.


Jam tangan menunjukan pukul 10.30 wib. Semakin mempercepat langkah jalan sahila.


Menekan tombol lift,


“ tunggu “ terdengar suara pria meneriaki ku dari jauh terlihat sesosok pria tinggi, putih, mengenakan jaket levis berwarna abu- abu lari menghampiri ku.


Helahan nafas lega pria itu di samping ku.


“ makasih” ujarnya dengan nafas tersengal-sengal


Deg.! Melotot mata sahila saat melihat pria itu, ternyata dia haykal. Sontak sahila menutup wajahnya dengan satu tangan dan menunduk. Berharap haykal tidak mengenalinya.


“ haduh ngapain si orang ini ada disini.? Mana Cuma berdua doang. ” bisik lirih sahila.


melirik ke arah haykal merenggangkan sedikit jari yang masih menutupi wajah nya.


Jelas membuat haykal menaruk curiga dengan tingkah laku gadis itu. Tanpa sahila sadari ruangan lift dinding itu penuh dengan kaca.


Melihat arah kaca samping kanan gadis itu, haykal melihat wajah sahila.


“ ehmmm” batuk pelan haykal, memberi peringatan.


“ mbak tanya, sekarang pukul berapa ya?” tanya haykal


“ lu kira gue gak tau lu siapa” lanjut batin haykal.


Pertanyaan yang membuat sahila kaget. Dengan mata belalak melihat lantai lift, sahila tetap menutup setengah wajah nya menunduk, dengan gemetar dan tidak berani berkata sekata pun. Berharap pintu lift segera terbuka.


“Mbak?..” belum sempat melanjutkan bicara nya pintu lift terbuka. Dengan lega gadis itu melihat lift terbuka sahila langsung lari terbirit birit. Tanpa bicara atau pun menoleh.


“ lho, mbak “ teriak haykal kaget menjulurkan tangan.


Sahila sudah terlalu jauh dari jangkauan tangan haykal, tapi belum luput dari jangkauan matanya. Dengan rasa penasaran haykal membuntuti sahila, “sedang apa dan ngapain dia di sini ” batin haykal dengan sembunyi sembunyi membuntuti sahila.


sangat terlihat sahila memasuki ruangan seorang dokter spesialis.


" maaf dok sudah menunggu lama" membuka pintu Dengan nafas tersengal-sengal. dengan hati tidak enak gadis itu masih berdiri didepan dokter di samping kursi berharap mengizinkan gadis itu untuk duduk karena capek.


“oh iya gak papa, silahkan duduk”


ujar dokter deni dengan rasa syukur sahila duduk.


“oh ya, bagaimana ya dok keadaan bibi saya saat ini? Apa masih ada yang perlu di khawatirkan? ” dengan sangat penasaran dan khawatir sahila bertanya. Berharap semua baik-baik saja.

__ADS_1


“sahila jangan khawatir, bibi eni baik-baik saja. saya hubungi sahila karena bibi sahila sudah boleh pulang "


"Alhamdulillah" penuh syukur


"Tapi ingat sahila harus benar-benar menjaga bibi eni dengan baik. Jangan sampek membuat bibi eni terlalu banyak pikiran, stres dan menjaga pola makan dengan baik dan sehat.


"ok dok baik"


" saya sudah menulis resep obat bibi eni dan segera diminum kan” ujar dokter deni memberi sehelai kertas


resep obat.


Dengan nafas lega sahila langsung bersyukur, berterima kasih kepada dokter deni. Dengan mengulurkan berjabat tangan sahila tersenyum.


“ baik dok, terima kasih. Sahila akan langsung menebus obatnya dan mengurus administrasinya .” dengan sangat senang sahila mengatakannya.


saat membuka pintu, Tiba-tiba ada seorang pria duduk di kursi depan pintu dokter deni.


melihat sahila keluar haykal langsung berdiri tegak,


wajah semringah dengan tangan satu masuk disaku celana kanan.


“haykal. Kamu?” desis sahila


“ ngapain kamu di sini? lu buntutin gue?” tanya sahila kesal dengan alis hampir menyatu.


melihat situasi banyak orang membuat Sontak sahila menarik paksa tangan haykal, jauh dari depan ruangan dokter deni mencari tempat yang tidak banyak kerumunan orang.


“ ngapain lu, ada diruangan depan dokter deni ? ” tanya tegas sahila penasaran membuat sahila geram dibuatnya.


membayangkan mereka ada di dalam lift sahila berpikir apa haykal tau yang ada di dalam lift itu aku.


semakin penasaran sahila bertanya lagi " jawab ngapain lu ada di sana tadi? lu ngikutin gue?"


tanpa bawa sadar gadis itu mengucapkan kata yang membuat haykal semakin bertanya-tanya. buat apa sahila sampek berpikir kalau haykal mengikuti sahila.


hanya diam haykal melihat sahila yang gugup. tanpa mikir panjang tidak ingin haykal tau perasaan gadis itu karena sebenarnya diam-diam sahila menyimpan rasa ke haykal pada pandangan pertama.


sahila langsung mengalihkan tatapan nya dengan melontarkan kata-kata yang membuat haykal kesal dan memancing emosi yang sewaktu-waktu bisa diungkap kalau yang ada di lift tadi sahila.


"jujur aja deh jangan-jangan bener, lu buntutin gue ya lu suka ama gue. ya kan" senyum licik.


“ apa yang membuat kamu merasa aku membuntuti kamu? balas haykal dengan santai.


"tadi aku lagi ada jadwal periksa dengan dokter deni, kamu pikir dokter deni cuma dokter kamu aja?" lanjut tanya haykal.


perkataan yang membuat sahila mati rasa dan berkeringat dingin.


menarik nafas, menelan liur wajah tegak sahila berusaha rileks.


"alesan" ucap sahila malu


melirik dari atas sampek kaki haykal memutari badan sahila dan berpikir memberi pelajaran.

__ADS_1


" bukan kah kamu cewek yang ada di lift tadi? dengan pakaian yang kau kenakan sama persis sama cewek yang tadi aku lihat di dalam lift. oh jangan-jangan" suara terhenti masih memutari gadis itu,


"atau karena itu waktu aku tanya jam berapa kamu tidak mau jawab. ini alasan nya. ternyata itu kau.?"


suara tegas pas ditelinga gadis itu.


melotot tak terima dengan perbuatan haykal, tangan sahila langsung dorong dada haykal di dinding pintu dekat lorong. tanpa takut ada yang datang sahila langsung mengarahkan wajahnya ke wajah haykal.


di buatlah haykal melotot kaget.


" GR banget lu, jangan sok cakep" bentak sahila depan wajahnya dengan tatapan mengerutkan mata kecilnya.


" haduh sudah ya sepertinya gue sudah terlalu lama berdiri di hadapan mu. gue harus pergi. dan pertanyaan lu yang gak jelas itu tidak lebih penting dari bibi gue.! "


pukulan keras dengan tas yang dipegang sahila membuat haykal kesakitan.


dan langsung pergi dari tempat itu


melambaikan tangan. "bye" raut wajah sadis gadis itu.


"dasar cewek gila" teriak haykal


selepas dari itu dalam perjalanan pulang sahila melihat mobil terparkir ditempat yang tak seharusnya.


membuka jendela mobil sahila melihat pak haykal pengacara pribadi pak sahil papa sahila.


"eh om edo, hai?" teriak sahila


turun dari mobil gadis itu berjalan cepat ke arah pak edo dengan senyum


" hai sahila ya" ujar om edo tak menyangka


setelah sekian lama sekitar 5 tahun akhirnya sahila dan pak edo bertemu dengan tidak sengaja.


"kenapa mobil om? melihat arah mesin mobil.


"gak tau nih sahila kenapa tiba-tiba aja mogok. tapi aku sudah hubungi orang bengkel langganan om si tapi baru bisa ke sini sekitar satu jam lagi karena bengkel lagi rame katanya."


" oh gitu. mungkin sahila coba bantu hubungi orang bengkel langganan sahila biar om tidak menunggu terlalu lama" tawaran kecil untuk om edo


" gak usah sahila makasih banget. tapi om nunggu orang bengkel langganan om aja. kasian udah buat janji. oh ya didekat sini ada cafe mungkin sahila ikut ngopi bareng om. sekalian ngobrol-ngobrol kan udah lama banget kita gak ketemu" ujar pak edo


"oh makasih om. tapi sahila harus buru-buru pulang soalnya kasihan bibi eni lagi sakit dan sekarang ada di dalam mobil ku. kalau gitu sahila pamit."


" oh ya tidak masalah, om doakan bibi lekas sembuh ya"


dengan pamit sahila meninggalkan pak edo sendiri


" makasih atas doanya, mari om."


"oh ya kapan-kapan mampir ke rumah om. sahila tunggu" teriakan sahila dari jendela mobil.


" oke" balas teriakan om edo.

__ADS_1


__ADS_2