Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 43


__ADS_3

Gadis yang ia lihat saat ini mungkin sudah bukanlah Sahila yang dulu, dimana semua orang menyanjung kehormatannya dan juga selalu menjaga nama baik kedua orang tuanya. Tapi kini semua sudah berubah karena masuknya Haykal ke dalam kehidupan kita, semuanya sudah hancur karenanya, kurang lebih Haykal juga menghancurkan kepercayaan hubungan persahabatan kita yang seperti layaknya saudara ini ia menghancurkannya begitu saja tanpa sebab.


Gadis yang malang itu benar-benar hancur sudah kehidupannya. Meskipun begitu di mata Dhani, Sahila adalah tetap wanita yang kuat, wanita yang baik hati, wanita yang benar-benar mulia. Bagi Dhani Sahila tetap segalanya di kehidupannya, bahkan saat Dhani sudah mengetahui bahwa dirinya sudah kotor tapi Dhani tidak bisa membohongi perasaanya dia masih benar-benar sangat mencintai Sahila.


"Dhani gue haus nih, kelihatanya minum kelapa muda seger nih," ujar Sahila saat melihat kedai kelapa muda berjajaran.


"Ayok," balas Dhani menggandeng tangan Sahila yang sudah berkerut itu.


"Lihatlah tangan mu sampai seperti ini karena terlalu lama main air," ucap Dhani sembari menggosok-gosok lembut tangan Sahila.


"Tidak papa nggak masalah, lagian jarang-jarang kan kita ke pantai," seru Sahila. Dhani mengangguk mengerti dengan masih menggosok tangan Sahila.


Dhani benar-benar sangat perhatian dan perduli dengan Sahila, bagi Dhani kebahagiaan Sahila ialah yang paling utama di banding dengan kebahagiaanya sendiri ataupun perasaannya sendiri. Sahila benar-benar wanita yang sangat spesial di hati Dhani meskipun Dhani sudah berulang-ulang kali sakit hati tapi dia tidak pernah jerah.


"Ehmmm ... seger banget," seru Sahila saat menyedot air kelapa muda itu dengan kelopak mata tertutup.


"Seger kan?" sambungnya.


"Iya seger banget apalagi pemandangannya dengan melihat wajahnya seger nya tambah plus plus," seru Dhani.


"Yee dasar kadal bisa aja," ucap Sahila.


"Hah kadal?" seru Dhani kaget sembari melotot kan kedua matanya.


"Iya kadal, kamu kadal besar," ujar Sahila tertawa terbahak-bahak. Dhani yang di beri julukan kadal itu pun ikut tertawa terbahak-bahak.


Terik matahari yang menerangi pantai itu membuat tenggorokan yang berada di pesisir pantai itu kering dan minum air kelapa muda sangat cocok apabila saat cuaca panas dan benar-benar melegakan. Karena itulah, air kelapa muda sangat cocok dikonsumsi pada saat sedang beraktivitas berat dan banyak mengeluarkan keringat.


"Apa kamu senang?" tanya Dhani menatap kedua mata wanita yang ia cintai itu.


Sahila menganggukkan kepala. "Ya saya senang sekali, makasih ya Dhan," ujar Sahila sembari memeluk jemari Dhani.


"Syukur lah kalau kamu seneng aku juga ikut senang," ucap Dhani sembari membalas pelukan jemari Sahila.


Kring kring kring


Suara ponsel Sahila dari dalam tas miliknya.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Dhani saat Sahila mengecek ponselnya.


"Tidak penting," ujar Sahila sembari meletakkan kembali ponselnya ke dalam tas.


Kring kring kring


Suara ponsel itu terdengar lagi saat Sahila baru saja menyedot air kelapa muda itu.


"Kenapa tidak kamu angkat aja siapa tau penting," ujar Dhani saat mendengar deringan ponsel itu bersuara terus.


"Tidak malas," ujar Sahila singkat.


"Apa itu Haykal?" tanya Dhani.


Sahila yang tidak suka mendengar nama itu langsung menatap tajam kedua mata Dhani.


"Apa kamu suka saat aku mengangkatnya di depan dirimu?" tanya Sahila masih pandangan tatapan tajam.


"Tidak Sa saya sangat tidak suka. Tapi apa karena ada aku kamu tidak mengangkat telfon darinya," ujar Dhani dengan nada pelan.


"Dhani cukup ya, kita lagi jalan berdua aku nggak mau semuanya berantakan dan kita sama-sama tidak mood hanya karena nanti aku mengangkat telfon dari Haykal."


"Dhan!"


"Iya maaf. Ya udah terserah kamu aja, ayo kita habiskan minumannya," ujar Dhani sembari menyedot air kelapa itu.


"Ehmmm ... kamu lapar nggak Sa?" tanya Dhani yang mulai merasakan perutnya keroncongan.


"Iya lapar banget," ujar Sahila sembari menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau gitu cepat habiskan minumannya setelah itu kita cari makan," ujar Dhani.


"Ok."


"Kamu mau makan apa?"


"Apa aja deh."

__ADS_1


"Ok."


Dhani dan Sahila pun beranjak dari kedai kelapa muda itu dan menuju ke kuliner pesisir pantai itu, saat Sahila melihat banner lobster dan kepiting saos padang Sahila langsung menarik kasar tangan Dhani.


Dengan girang Sahila menarik tangan Dhani begitu saja tanpa meminta pendapatnya terlebih dahulu.


"Sahila tunggu apa kamu mau makan seafood?" tanya Dhani.


"Iya kenapa? katanya kamu mau buat aku senang sekarang kamu harus turuti saya, aku pingin makan lobster dan kepiting saos padang itu," Rajuk nya manja.


"Tapi kan kamu tau aku sedikit alergi seafood kurang lebih aku tidak membawa obatnya," ujar Dhani sedikit menahan tarikan dari gadis itu.


"Haduh suruh siapa kamu tidak bawa obat kalau kamu niat bawa aku ke pantai, kamu tau kan aku sangat suka makan seafood," rengek Sahila menarik paksa tangan Dhani.


"Ok kamu boleh makan seafood tapi aku akan makan yang lain," ujar Dhani menghentikan langkah kaki Sahila.


Sahila terdiam dengan tertunduk sembari memonyongkan mulutnya ke depan sehingga menyerupai bebek.


"Apa kamu ngambek?" tanya Dhani seperti tidak punya dosa. Sahila masih memanyunkan bibirnya.


"Ok deh kalau kamu mau aku makan seafood aku akan memakannya tapi jika aku alergi dan gatal-gatal kamu harus tanggung jawab," ujar Dhani dengan nada pelan.


"Ok tidak masalah," seru Sahila dengan menarik tangan Dhani dengan girang.


"Dasar," gumam Dhani menggelengkan kepalanya.


"Kamu mau apa Dhan?" tanya Sahila saat mendapatkan menu makanan seafood itu.


"Apa aja deh terserah kamu," ujar Dhani pasrah.


Dhani sebenarnya sangat menyukai makanan seafood tapi karena alerginya itu Dhani menahan semuanya dan terkadang jika dia ingin memakannya dia harus membawa obat alerginya itu tapi karena Dhani terlalu bersemangat mengajak Sahila pergi ke pantai dia jadi lupa membawanya sedangkan Sahila sangat menyukai sekali makanan seafood itu terutama lobster dan kepiting saos padang.


Setelah semua pesanan sudah sampai di meja makan Sahila langsung melahap semua makanan yang ada di atas meja makan, ia coba satu persatu menu rasa dari kepiting itu termasuk lobster.


Dengan menelan ludah Dhani mengambil lobster yang berada di depannya itu dengan tangan gemetar, karena kelamaan Sahila langsung menyodorkan daging lobster itu dengan bumbunya langsung ke mulut Dhani, dengan langsung menelan daging lobster itu, kata-kata yang pertama yang keluar dari mulut Dhani adalah "Ehmmm... enak."


"Gimana enak kan," seru Sahila sembari menyedot daging kepiting itu dari cangkangnya.

__ADS_1


"Enak banget Sa, kamu benar-benar sialan," lirih Dhani dengan kelopak mata tertutup dia tidak bisa menahan kenikmatan itu, ia langsung memakan lobster itu setelah Sahila menyodorkan nya ke dalam mulutnya.


Sahila pun tertawa terbahak-bahak saat Sahila melihat pemandangan lucu itu dari raut muka Dhani yang tidak bisa menahan makanan favorit kedua sahabat itu.


__ADS_2