Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 8


__ADS_3

* Kriingg… kriingggg....kriinggg...*.


jam beker berbunyi pertanda pukul 06.00 wib.


"haduh.. kenapa lagi si devi, gak bisa ngomong besok aja apa." suara lemas rintihan sahila mencari sebuah telfon. " mana ya?" masih merabah dengan mata tertutup.


gadis itu tidak menyadari bahwa yg berdering bukanlah handphone tapi suara dari jam beker.


" iya hallo? ada apa vii?" suara berat masih terdengar.


*kriingggg.....kriinggg....kriiinggg...*


"nah lho" sontak kaget dengan mata terbuka melotot melihat layar hp. suara deringan masih terdengar.


pencet-pencet hp.


melirik ke arah jam beker berdiri.


tercengang.


tiba-tiba memukul dahi dengan keras sembari menjatuhkan badan " ya.ampun..! dasar aku" dengan tangan masih nempel di atas dahi dan mata tertutup sembari merenggangkan badan


tokk.. tokk... tokk


" non? " suara bibi mengetuk pintu dari luar balik pintu kamar sahila.


" eh keceplosan" dengan menutup mulut, bibi eni sadar tidak diperbolehkan manggil dengan sebutan itu.


" sahila? sudah bangun nak?" suara lembut bibi memastikan sahila sudah terbangun


" iya bii. eni sudah bangun kok." suara serak sahila dari dalam kamar


" yaudah. bibi tinggal ke bawah ya nak, langsung mandi. jangan tidur lagi ya.. nanti telat lho. "


" iya bii. ini udah berdiri megang handuk" sahut sahila teriak.


" berdiri? iya berdiri tegak diatas kasur" batin bibi eni dengan menuruni anak. hihihihi..!


benar dugaan bibi. ternyata sahila masih terbaring di atas kasur.


sebelum menyadarkan diri sahila selalu merenggangkan tubuh dulu sebelum mandi meskipun di kejar waktu, itu tidak mengganggunya.


karena jika tidak itu malah membuat harinya tidak menyenangkan dan bakalan selalu ia buat kesal setiap ada yang menjulitnya.


" huffttt... ya ampun. ternyata lama juga tidurku " sembari memandangi jam dinding dengan heran


" udah ah, mandi" lanjut bisik sahila.


tap.. tap.. tap..


dengan menuruni anak tangga sahila terlihat sangat segar tidak lesu seperti kemaren. " hmmm... akhirnya, gw bisa bebas. rasanya kemaren seperti mimpi buruk dan sekarang sudah terbangun" dengan melentangkan kedua tangan sahila mengangkat kepala melihat plafon-plafon di atas nya dengan senyum bahagia lega.


" pagi semua" ujar sahila yang berjalan ke arah bibi eni. memeluk dan mencium kedua pipi nya.


"pagi juga nak" bisik bibi eni yang masih dalam kecupan sahila.


"pagi juga non." jawab bibi fatma


"wah enak ni. nasi goreng kesukaan sahila, hmmm..." mencium aroma nasi goreng sembari sahila mengangkat piring.


" permisi" sahut bibi fatma dengan membungkukan badan.

__ADS_1


"eh, mau kemana bii " sahut sahila sambil menarik kursi yang mau ia duduki.


" kebelakang non." jawab bibi fatma


"ngapain. sini sarapan dulu sama kita. ayok" ujar sahila


" eh tidak non makasih. bibi makan di dapur aja" dengan membungkukan badan bibi langsung pergi ke arah dapur. karena menurut bibi fatma itu tidak pantas.


" bibi fatma" teriak sahila.


belum sempat masuk dapur bibi fatma terhenti karena panggilan sahila.


" iya non" sahut bibi fatma kembali di meja makan.


" ayo duduk. gak usah malu-malu, ini perintah lho" ujar sahila ketus.


" emm.. baik non, makasih" suara berat bibi fatma.


masih tidak enak hati.


karena bibi fatma orang baru dan untuk pertama kali baginya ada majikan sebaik sahila dan itu membuat bibi fatma terharu dan bersyukur mempunyai majikan seperti sahila.


memperlakukannya dengan manusiawi.


" bibi fatma gak perlu makan di dapur. itu bukan tempat untuk makan tapi tempat untuk memasak. mulai sekarang dan seterunya bibi fatma harus makan di meja ini bersama sahila dan juga bibi eni, oke" ujar riang sahila


" iya makasih non. bibi jadi terharu " lirih bibi fatma dengan mata berkaca-kaca.


" udah santai aja bii. yuk makan " ucap sahila


" em enak juga ya masakan bibi fatma. sahila suka banget ini" mengunyah..


tanpa di sadari bibi eni sudah lama memperhatikan sahila makan. dan tak sengaja melirik ke arah bibi dan kembali menyendok nasi goreng yang hampir dilahap. belum sampek masuk ke mulut sahila langsung sontak kaget dan kembali melirik ke arah bibi eni.


tercengang.


"uhukk... ehmm" kaget dan sontak langsung mengambil satu gelas air putih yang berada di samping nya ' glekk.. glekk..! sesekali melirik kearah bibi eni.


"emmm... " kembali menyendok


"tapi gak kalah enak sama nasi goreng buatan bibi eni" sahut sahila sembari melempar senyum ke arah bibi.


bibi pun tersenyum kembali melihat sahila yang tidak enak hati itu.


melirik arah jam dinding 06.45 melotot


" ha ya.ampun" sontak kaget mendorong kursi yang berada di belakang sahila. dan mengambil tas dari sofa


" hati-hati sahila." teriak bibi eni


" iya bii maaf. sahila sudah telat. daaa..." teriak sahila dari arah pintu keluar.


universitas ueu.


dibawah pohon besar depan parkir kampus si devi sudah menunggu sahila selama 15 menit. sesekali melihat jam tangan yang ia kenakan devi menggerutu.


"kebiasaan deh ini anak. selalu saja buat aku menunggu. sebenernya dia jadi masuk gak sih." clingak-clinguk.


ditengah kegerutuan devi. devi mengambil sebuah handphone dari tas miliknya yang ada di pangkuannya.


" hallo? sa"

__ADS_1


" iya vi.? bentar ini masih ribet banget lagi nyetir nih. udah dulu ya. bye" tut..tut..tutt..!


"eh gile langsung di matiin gak sopan banget" ucap keluh devi sembari mengerutkan dahi dan melototi handphone milik nya.


saat devi lagi duduk santai di bawah pohon besar tiba-tiba haykal datang dari arah parkiran. jalan menuju ke arah devi.. sontak membuat devi kaget dan berdiri menyadari itu devi duduk kembali dan mencoba untuk tenang.


melihat haykal jalan dari jauh devi terpesona oleh nya.


dari atas devi memandang. tampan banget..


*tersipu*


mengenakan kaos putih bersih polos dengan di lengkapi hem kotak-kotak tanpa di kancing itu membuatnya tercengang. dan di sisi kiri bahu dia sedang memegangi tas ransel miliknya. celana levis berwarna biru ketat, membuat jalan nya terlihat sangat seksi dan kaca mata hitam yang menghiasi wajah itu membuat aku tambah semakin di buat gemas oleh nya.. "hiii.." sesekali tubuh nya teranjak keatas gemetar..


tanpa devi sadari, ada yang memperhatikan dirinya.


dan berhenti di hadapan nya.


" hallo.." sapa haykal melambaikan tangan. devi masih belum tersadar.


" hello.. hai " masih melambaikan tangan dan meniup ke arah poni membuat devi sontak kaget.


" eh ya hai.. ganteng..?" ujar devi kaget dengan nada cepat, sembari menyatukan dua tangan dan disandar ke pipi manja devi. masih ada dalam bayang-bayang haykal. tersipu malu mengipas-ngipas bulu mata.


" ganteng?" bisik lirih seorang cowok itu sembari menengok ke belakang, celingak-celinguk .


" woii... " suara teriakan cowok itu sembari mengguncangkan kedua pundak devi.


sontak membuat devi kaget dan membuyarkan bayangan wajah haykal yang berada di depan wajah nya.


" ah.!" suara kaget devi. dan melotot saat melihat pria yang ada di depannya itu ternyata dhenis pacar devi.


" wah halu orang ini" ujar dhenis ketus sembari menjewer telinga kanannya.


"au.. sayang. sakit tauk" memelas devi. sembari mengelus-elus telinganya.


" bodo amat " ujar dhenis ketus sembari membuang mukanya. dengan membelakangi devi dhenis mengeluh dan membuat devi merasa bersalah.


" maaf sayang. tadi itu..." belum sempat melanjutkan bicara tiba-tiba sahila datang.


" hai." sapa sahila.


tapi gak ada satu pun dari mereka berdua yang mau menyapa balik sahila justru di balas tatapan tajam devi dan dhenis.


" wah sepertinya gw datang di waktu yang tidak tepat "


ujar sahila sembari jalan mundur meninggalkan tempat. tapi tiba-tiba ada yang teriak " Au." rintihan seseorang di belakang ku setelah aku memutarkan badan ternyata dhani saudara kembar dhenis.


" ih nyeselin lu ya.. bikin gw kaget " ujar sahila ketus sembari memukul keras punggunngnya


tak terima di perlakukan seperti itu dhani pun membalasnya dan malah menggelitiki sahila.


melihat aksi itu membuat dhenis dan devi tertawa terbahak-bahak.


tanpa di sadari , mereka saling merangkul pundak satu sama lain. " hahhh...hahah..."


mendengar dhenis dan devi ketawa. sahila dan dhani berhenti sembari melirik tajam seakan-akan ingin menerkam mereka berdua.


terlihat jelas devi dan dhenis merasa ketakutan dan saling berpegangan tangan. memberi kode satu sama lain.. " laariii....!! " teriakan devi dan dhenis sembari lari terbirit-birit.


sontak membuat sahila dan dhenis kaget dan mengejar mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2