Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 9


__ADS_3

Di tengah terik nya matahari yang panas sahila dan devi memutuskan pergi ke mall untuk belanja keperluan mereka.


karena dhani dan dhenis masih ada ekskul voli.


itu kesempatan mereka untuk pergi berdua.


karena sudah lama mereka ingin pergi berdua tanpa tapi tidak pernah sempat.


karena dhenis dan devi berpacaran jadi kemana-mana kalau devi pergi dengan sahila, dhenis pasti ngikutin dan sedangkan dhani juga saudara kembar jadi mereka selalu bersama-sama.


" bagaimana kalau pakek mobil gw aja vi" ujar sahila yang sedang masih ada dalam lorong kelas bersama devi.


" ok gak masalah tapi nanti lu harus anter gw lagi ke sini" ucap devi sembari melihat ke arah lapangan


" ok, fine. tapi lu ya yang nyetir " seru sahila dengan menyodorkan kunci mobil dengan melirik ke arah devi.


" kenapa lu vi?" sahut sahila dengan memandang matanya yang mengarah ke lapangan.


" eh kok sepi ya sa" ujar devi dengan dahi berkerut sesekali tengok kanan, tengok kiri.


" mungkin masih di kelas kali " kata sahila meyakinkan


" oh iya kali ya " ujar devi lagi dengan menaikan alisnya dan mempercepat langkahnya.


saat di area parkir dhani melihat mobil sahila keluar dari gerbang kampus sedangkan mobil devi masih berada di garis parkir.


" itu devi sama sahila mau kemana dhenis?" ujar dhani


dengan mendongakkan kepala ke dhenis sembari mengangkat jari telunjuk ke arah gerbang.


" mana? oh ya. mau kemana mereka, kok devi gak ngabarin gw ya.? " balas dhenis sembari ngambil handphone yang ada di sakunya.


devi dan sahila tidak tau kalau ternyata dhani dan dhenis ekskul nya di undur karena dhenis juga tau setelah mereka berada di toilet cowok.


Ciiittt.. !!

__ADS_1


" Aaaa.... auuu..! " teriakan devi dan sahila di dalam mobil sembari devi membanting setir mobil dan sahila menahan tubuh nya dengan satu kiri di gagang pintu mobil atas dan tangan kanan di sabuk pengaman.


Brakkk..


" aduh.. gimana si lu vi, gak hati-hati " rintihan sahila kaget sembari menengok arah spion.


" mobil itu yang kurang hati-hati. ugalan banget sih. untung kita gak kenapa-kenapa " teriak devi sembari membuka pintu mobil.


" eh pak. hati-hati dong kalau nyetir main belok aja. turun "


teriak devi dengan memukul bagasi mobil yang membuat dia menabrak pohon.


setelah orang itu keluar mobil ternyata seorang dokter yang sedang terburu-buru karena panggilan darurat.


" maaf mbak saya buru-buru karena panggilan darurat dari pasien saya jadi saya kurang fokus ke jalan. maaf " sembari membungkukan badan.


" tapi tetep harus fokus dong pak. pasien bapak selamet ntar gw yang gak selamet karena bapak lebih mikirin keadaan pasien bapak. tanpa memperdulikan orang" teriak devi tak terima.


" udah vi sabar jangan teriak-teriak gitu malu. " ujar sahila menenangkan devi dengan memeluk kedua pundaknya.


" maaf mbak saya terburu-buru saya harus pergi dari sini. nanti kita urus masalah ini lagi kalau saya udah meriksa keadaan pasien saya. kalau mbak gak percaya mbak boleh pegang ktp saya sebagai bukti tapi saya harus pergi." ujar dokter itu dengan menyerahkan ktp nya.


"oh ok pak. silahkan " sahut sahila terima penawaran itu dengan mengambil ktp dari tangan dokter itu.


" makasih. sekali lagi maaf" ucap dokter itu dengan membungkukan badan.


" hiii kenapa si lu sa terima tawaran itu. bagaimana kalau dokter itu bohong. bagaimana kalau dokter itu tidak mau tanggung jawab." teriak devi masih tak terima.


" hai tungu pak. kamu gak boleh pergi gitu aja dong" sahut devi lagi dengan teriak


melihat aksi devi yang histeris sontak membuat sahila geram dibuatnya.


" bagaimana kalau yang dikatakan dokter itu benar. bagaimana kalau pasien dokter itu nyawa nya emang dalam bahaya. karena itu dia terburu-buru tanpa memperdulikan nyawa nya. kamu lihat kan ktp dokter itu udah ada di tangan ku kalau dia emang bohong gak mungkin sampek ngasih ktp. dan jika dokter itu tidak datang kita bisa kan langsung kerumah nya untukn pertanggung jawaban nya atau ke polisi. itu terserah kamu" sontak nada tinggi sahila tegas karena devi tidak mau mengerti. sembari masuk ke mobil untuk menghubungi seseorang.


keburukan dari devi adalah selain keras kepala dia juga emosional. sekali dia marah nya nge.gas dia tidak akan bisa berfikir dengan baik. karena itu sahila harus selalu membuatnya mengerti dan dengan cara bicara seperti itu devi bisa sadar dalam emosi nya.

__ADS_1


" eh sa " suara devi tersadar.


" kok lu jadi marah sama gw si." rajuk devi manja. dengan memeluk sahila dari belakang yang belum sempat membuka pintu.


karena sahila baik hati dan pemaaf sahila pun langsung memaafkannya.


tidak lama dari itu tiba-tiba dhenis dan dhani datang.


" bukan nya itu devi dan sahila " seru dhenis melihat di dalam jendela mobil.


" oh ya. mereka tuh " sahut dhani nada cuek.


sebelum keluar mobil saudara kembar itu melihat mobil sahila berasap menabrak pohon. membuat dhenis kaget dengan langsung lari kearah devi.


" sayang. kalian kenapa. kok bisa jadi gini" ujar dhenis khawatir


" lho kalian kok bisa ada disini. bukannya kalian ada ekskul.? ucap devi kaget.


" ekskul nya diundur jadi gw mau ngikutin kalian tapi gak ada yang angkat nomer nya" seru dhani.


" ha.. untunglah kalian datang. cerita nya panjang mending kita ngopi dulu yuk pening nih " suara sahili lirih sembari membuka pintu mobil saudara kembar itu.


" mobil lu gimana sa" samber dhani mengikuti sahila.


" sudah gw hubungi orang bengkel langganan gw" suara lemas sahila


diam-diam dhani memperhatikan sahila dari spion tengah pada kabin mobil, terlihat sahila yang lagi menyenderkan kepalanya di punggung kursi mobil dengan lesu.


tapi apa daya dhani yang hanya bisa melihat dan memendam perasaannya. karena dhani tidak ingin merusak persahabatan nya dengan sahila.


tanpa di sadari dhani. devi pun lagi memperhatikan dhani yang sedang melihat spion tengah pada kabin itu. tapi saat itu devi biasa aja wajar kan kalau sahabat cemas ke sahabatnya sendiri.


meskipun devi tau itu bukan tipe dhani yang suka caper.


karena devi tau dua saudara kembar itu bertolak belakang. dhenis yang penyayang itu bukan dhani dan dhenis yang perhatian atau romantis itu juga bukan diri dhani. dhani orang nya cuek dan dingin tapi tidak ke sahila tapi itu masih dianggap devi santai.

__ADS_1


__ADS_2