Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 39


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 08.00 wib.


Ternyata Haykal membawa Sahila ke festival pasar malam yang sangat meriah. Festival itu diadakan di sebuah lapangan yang sangat luas tidak jauh dari pusat kota.


Festival pasar malam merupakan destinasi wisata yang memiliki wahana rekreasi yang begitu lengkap dan dapat dimainkan oleh semua umur.


Terdapat wahana anak, remaja, keluarga dan juga wahana berbayar. Tempat ini sangatlah indah karena dipenuhi dengan banyak lampu yang berwarna-warni. Wahana-wahana yang tersedia pun ada yang berada di ruangan dan juga ada yang diluar ruangan. Bisa dipastikan, dalam sehari pengunjung tidak akan bisa menikmati semua wahana yang disediakan yang ada di theme park ini.


Awalnya saya tidak percaya seorang Haykal tau tempat seperti ini karena yang saya tau dia lebih suka nongkrong di cafe dan club malam tapi hari ini saya melihat haykal menikmati tempat yang bisa di bilang banyak kerumunan orang kelas bawah. Dan saya tau persis Haykal sangat sensitif dengan orang-orang bawah karena itu saya terheran saat dia membawa ku kesini.


Dan dia juga sangat menikmati pasar malam ini yang begitu banyak penduduk. Entah apa yang harus aku pikirkan soal Haykal saat ini, dia begitu aneh dan isi hatinya suka berubah-ubah tidak bisa di tebak. Apalagi setelah aku ternoda olehnya rasanya sulit untuk menerimanya.


" Eh kita ke sana yuk." Haykal menarik tangan ku dengan tiba-tiba, ia memperlihatkan aku beberapa mainan yang menurutku itu sangat ekstrim. Pasar malam itu benar-benar luar biasa bagusnya, Aku hampir terbelalak di buatnya tapi setelah melihat wajah Haykal aku jadi kurang semangat. Aku merasa dia hanya mengambil hatiku.


Tempat bermain yang terpisah dari area ke area, selain permainan anak bergaya tradisional ada juga permainan anak menggunakan peralatan modern. Seperti mini ket, frog hopper, dance party, baby wheel dan masih banyak lagi.


Dan saat ini Haykal memperlihatkan aku Wahana yang masuk kategori ekstrim Gondal gandul, Bledek coaster, Munyer, Roda gila, uber-uberan, tambang mas coaster, omah mumet, topan badai atau Blue shake, kocar kacir, E-bike, roller coaster di festival pasar malam ini cukup menegangkan, terutama coaster yang besar, yaitu Bledek Coaster dan ada beberapa lainnya.


Gadis itu melirik ke arah Haykal yang sepertinya iya tertarik di salah satu mainan yaitu Bledek Coaster.


"Apa kau akan menaikinya?" tanya Sahila dengan menelan ludah berharap Haykal tidak akan mengajak nya untuk menaiki permainan itu.


"Tentu. Buat apa kita kesini kalau tidak mencoba semua permainan yang ada disini, " Sahila hanya mengangguk dan tersenyum sinis.


Haykal masih menatap Bledek Coaster itu dengan kagum dan tertawa saat melihat orang-orang yang menaiki itu teriak histeris karena takut.


"Semua kamu bilang?" ujar Sahila dengan alis hampir menyatu.


"Iya semua," seru Haykal.

__ADS_1


"Permainan disini banyak sekali aku rasa tidak mungkin kita bisa mencoba semua permainan disini."


"Kenapa tidak. Besok kita akan kesini lagi," seru Haykal jelas.


Perasaan Sahila mulai tidak enak saat Haykal sekali melirik ke arah aku dan aku berfikir dia pasti akan menaiki nya, jika tidak Haykal tidak akan masang wajah kegirangan seperti itu saat semua orang yang menaiki wahana itu teriak, membuat Haykal semakin penasaran. Sedikit demi sedikit Sahila menggeser tubuhnya.


"Sebelum dia menyeret ku ke sana lebih baik aku pergi," batin Sahila dengan mengendap-endap.


"Eh mau kemana kamu?" Haykal menyadarinya dan langsung menahan tangan gadis malang itu dan menarik nya paksa ke Bledek Coaster itu tanpa bertanya apakah aku mau atau tidak.


Sahila hanya terbelalak karena kaget karena dengan tiba-tiba Haykal langsung menariknya.


Saat salah satu karyawan itu membuka pintu Sahila langsung menebaskan genggaman Haykal dengan kasar dan kabur dengan lari terbirit-birit tanpa menghiraukan orang yang ia tabrak.


"Sahila tunggu" teriak Haykal sembari lari mengejar Sahila.


"Kok kamu kabur sih," ujar Haykal dengan nada tersengal-sengal saat ia mendapatkan pundak gadis itu.


"Ayolah Sa, kan ada gue. Kita ke sini kan tujuannya naik wahana itu."


"Iya tapi gak itu juga, gue takut." ujar Sahila sembari mengerutkan dahinya.


"Ya udah kalau gitu kita cobain yang lain ya, kali ini kamu yang pilih gimana?" Haykal tidak tega saat melihat Sahila yang ketakutan seperti itu.


"Ok gue setuju," ujarnya. Sahila dan Haykal pun akhirnya keliling lagi untuk melihat sekitar wahana yang ada di area itu. Awalnya Sahila mencoba bermain perang laser dan di sana Sahila sangat menikmatinya dan terlihat dia begitu bahagia meskipun Haykal kurang menyukai itu. Akhirnya Haykal lega karena usahanya untuk menghibur Sahila tidak sia-sia.


Setelah usai Haykal menawarkan permainan lagi dan Sahila mencoba berbagai permainan yaitu Mini city, Bianglala, keliling angkasa, Bumper car dan Orbiter.


Saat aku melihat Ferris Wheel, aku tertarik untuk menaikinya dan tentu Haykal menuruti keinginan ku itu. Saat kita berada di ujung atas Haykal langsung mengajak aku untuk berfoto dan aku pun juga memasang senyum bahagia karena aku ingin hasilnya lebih bagus dan cantik.

__ADS_1


Di atas sana aku juga bisa sekaligus menikmati indahnya gemerlap lampu cityscape kota itu.


"Kal gue lapar nih? setelah ini kita makan ya." Haykal malah tertawa terbahak-bahak saat gadis itu rengek minta makan.


"Kok kamu malah ketawa sih, nyebelin banget," ujar Sahila kesal.


"Enggak, aku kira kamu tidak punya rasa lapar. Jujur gue dari tadi udah lapar tapi karena aku lihat kamu menikmati permainan ini kamu jadi melupakan perut mu." Haykal kembali tertawa terbahak-bahak.


Aku baru menyadari wajah itu bukan wajah pura-pura tapi dia memang sangat menyukai dan menikmati pasar malam ini, aku rasa juga hatinya tulus menghibur diriku karena aku pun lupa dengan penderitaan ku saat aku bermain dengannya.


Atau mungkin bisa jadi dia menebus kesalahannya dan menyesalinya, entahlah.


"Kalau gitu setelah ini kita cari makan dulu ya terus kita pulang," ujar Haykal, Sahila membalasnya dengan mengangguk kepalanya.


"Kita cari makan di mana? di sini atau di luar?" tanya Haykal.


"Disini aja deh ya kayaknya."


"Oke," ujar Haykal sembari mengelus lembut poni Sahila.


Deg!


"Papa" Sahila tercengang saat Haykal mengelus poni Sahila. Papa Sahil dulu suka sekali mengelus poni Sahila dan suka mengobrak-abrik nya. Seketika Sahila sedih.


"Sa kamu gak papa?" tanya Haykal saat Sahila terhenti.


"Kamu menangis?" sambungnya.


Tangisan itu semakin jadi saat Haykal mengangkat wajah Sahila yang tertunduk.

__ADS_1


"Sahila plis jawab, apa aku melakukan kesalahan sehingga membuat kamu sedih." Haykal semakin khawatir dan dia langsung mendekapnya dalam pelukannya.


__ADS_2