
sejak saat itu sahila tidak pergi ke kampus selama tiga hari. mobil dan ktp seorang dokter itu entah bagaimana nasib nya. sepulang dari kampus ketiga sahabatnya itu memutuskan untuk pergi ke rumah sahila karena khawatir.
ting.tong!
" lho non devi, den dhenis, den dhani apa kabar. tumben kemari" ujar bibi eni yang sedang membuka pintu.
" eh bibi eni. baik bi. ini mau ketemu sahila. ada bi?" ujar devi
" iya ada. silahkan masuk non, den. tunggu bentar ya bibi panggilkan." ucap bibi semringah
terlihat sangat jelas sahila memang tidak baik-baik saja.
terlihat saat sahila menuruni anak tangga matanya kosong seperti orang ling lung, rambut morat-marit dan poni tak beraturan. tidak biasanya sahila seperti itu.
jika memang ada sesuatu pasti sahila akan tetap nampak baik-baik saja. itu lah sahila, dia penutup jika menyangkut keluarga nya.
" ini sih parah " batin devi melalak
dhenis yang melihatnya pun sangat terkejut. " apa dia sahila" bisik dhenis
" sa kmu baik-baik saja" kata dhani pelan dengan memegang tangan sahila yang seperti es batu itu duduk di antara devi dan dhani.
" you are fine" sahut devi.
" yes I am alright " jawab sahila datar dengan pandangan kosong.
devi yang suka ngomong ceplas-ceplos itu pun beraksi saat tidak terima kalau sahabat tercinta nya itu dapat masalah. seperti orang ***** devi pun melontarkan kata-kata omongan kosong hanya untuk menghibur sahila.
" sa ini mah kamu gak lagi baik-baik saja. ini pasti kamu ada apa-apa. kamu sakit? " kata devi lirih panik dengan meraba muka sahila memastikan dia memang baik-baik saja.
" stupid. I am doing fine. you don't worry. gw hanya lagi gak enak badan guys dan sekarang gw udah mulai sehat lihat lah" ucap sahila terkekeh lembut dengan merentangkan kedua tangan.
melihat sahila seperti itu dhani tidak tahan. dhani tau sahila sedang ada masalah yang berhubungan dengan keluarganya karena itulah dia menyembunyikan nya dan berusaha untuk tidak membuat teman-teman nya cemas.
dan seorang dhani yang selama ini cuek, tanpa punya hati dan mau menau di sekitarnya tiba-tiba melihat keadaan sahila dia langsung memberi rintihan mutiara-mutiara bening yang sedang melewati pipi mulusnya itu.
melirik ke kanan ke kiri sebelum ada yang melihat dhani pun menghapusnya.
tapi semenjak devi memutuskan untuk mengintai dhani itu pun tidak luput dari sorotan devi.
terkekehan lembut dari mulut devi pun terlontarkan membuyari perhatian disekitar dan melirik tajam mengarah dhani dan " hihihi... hihihi..!! "
pak!
__ADS_1
terlihat bantal sudah melekat di wajah devi
" gak jelas lu" seru dhani
" brengsek " lemparan bantal devi untuk dhani.
" ngapain lu nangis." teriak devi. " ngaku!"
melihat aksi devi dan dhani yang kocak membuat sahila dan dhenis tertawa terbahak-bahak.
Hahahhhha... hahahaha...!!
suasana yang tadi nya mengharukan kini berubah jadi canda tawa ulah devi dan dhani.
melihat sahila tertawa terbahak-bahak hati devi senang dengan mata berkaca-kaca devi pun berkata
" gitu dong sa, happy " ujar devi semringah dengan meraih tubuh sahila dan memeluknya.
" makasih guys udah jengukin gw. gw baik-baik saja kok serius. apalagi kalian sudah menghibur ku" ujar sahila dengan memandangi wajah-wajah sahabatnya itu. betapa beruntung nya sahila mempunyai mereka, mereka nampak seperti saudara sendiri. ada suka dan duka.
" plis guys " lirih sahila terharu merentangkan tangan.
meminta untuk semua memeluknya.
" we also love you very much" sahila pun melepaskan pelukan itu agar segera melewati momen canggung yang seperti itu. " hufft " semringah sahila
" karena lu udah baik-baik saja plis besok masuk kampus kita-kita udah kangen." ujar tegas devi dengan melirik kearah dhani
" apalagi dhani. ya gak dhan " ngeledek.
" siap bu komandan " seru sahila. Hahaha... hahaha...
suara tertawa mereka pun menghiasi ruang tamu sahila. dan tak lama kemudian mereka pun pamit pulang meninggalkan sahila lagi seorang diri.
" bye.. bye.. byee.." teriakan mereka dalam mobil
diiringi dengan lambaian tangan sahila dari teras depan rumah.
sahila pun meringis bahagia. " huft..! dasar mereka itu ya.. kocak. pling bisa buat aku happy" batin sahila sembari masuk dalam rumah.
dengan menaiki anak tangga sahila nampak lesu lagi dan senyum lebar itu sedikit demi sedikit pudar dan kembali pada tempat nya..
brak!
__ADS_1
tubuh terbanting diatas kasur melihat plafon-plafon atap kamar. menoleh ke arah jendela tempat dimana dia mengeluh kesah. langkah menderap diatas lantai kayu menuju jendela. menompangkan dagu diatas sofa sembari mendongakkan kepala melihat rembulan diselimuti awan berwarna abu-abu..
mata sipit itu mulai resah perlahan-lahan membasahi pipinya, merajuk bibir itu mulai bergetar. " ma.. pa.. sahila kangen. sahila sakit. nafas sahila sesak. ma, pa tolong. sahila tidak bisa melihat apa-apa.
suara tangisan itu pun menggetarkan kamar sahila.
mengulang memori adalah hal yang paling menyakitkan bagi sahila tapi untuk kesekian kalinya sahila ingin menenggelamkan diri nya lagi di dalam memori itu.
sekali lagi ingin merasakan dirinya kembali ditempat di mana kedua orang tua nya berada.
semua beban itu ia rasakan ia ingin kembali di masa itu tapi ada sesuatu yang menarik nya kembali ke dunia ini.
ya aku melihat sesuatu di sana seorang pria iya semakin jelas, nampak. "papa.!"
kenapa papa melambaikan tangan " pa. kemarilah" kenapa papa menangis. kemarilah bawa aku bersama mu pa.
tiba-tiba ada yang menarik ku.
" ah " siapa? sembari menoleh kebelakang seseorang menarik tangan ku " siapa?" tidak terlihat terlalu banyak kabut disini. pa tolong sahila.
kenapa papa diam. semakin jauh semakin tak terlihat. sudah tak terlihat.
dimana aku " siapa kamu " teriak sahila dengan menepis tangan yang menariknya. " nak." suara itu. "mama?"
" tunggu di sini. mama akan kembali " gumam mama serak.
mimpi buruk. hanya mimpi buruk tapi kenapa selalu bayangan itu yang aku lihat dan suara itu selalu menganggu ku. sedu sedan sahila menggigit jemarinya. sesekali mencabik-cabik baju yang ia kenakan.
terisak-isak menatap bulan yang mulai tertutup awan hitam dan saat itu iya lari melemparkan dirinya diatas kasur tersedu-sedu.
penglihatan itu pendengaran itu. selalu itu.
"ada sesuatu yang tidak aku mengerti. ayo berfikir sahila berfikir lah. mengingat perkataan om edo
"apa semua ini ada hubungan nya dengan om edo.
om edo?"
apakah perasaan sahila itu benar?
semua yang terjadi pada sahila ada hubungan nya dengan om edo tidak lain adalah pengacara sekaligus kepercayaan pak sahil dermawan.
\=> next \=> kepoin terus yuks "pacarku musuhku"
__ADS_1