
setelah selepas dari kampus sahila yang pergi dengan haykal entah kemana. sedang kan dhani langsung pergi ke rumah sahila untuk membicarakan hubungan sahila dengan haykal. ternyata sahila memang tidak langsung pulang.
setelah beberapa jam dhani menunggu sekitar 4 jam.an sahila pun datang.
Kediaman sahil dermawan
krek!
" dhani?" batin sahila terkejut
" akhirnya kamu datang juga sa" ujar dhani sembari beranjak berdiri dari sofa.
" eh, kamu sudah lama dhan?" tanya sahila.
" lumayan. sekitar 4 jam.an " sahut dhani menatap tajam
" eh sorry dhan tadi gw..!" lirih sahila. belum selesai bicara perkataan sahila langsung dipotong.
" yah.. saya tau tadi kamu lagi sibuk pacaran dengan haykal" sahut dhani dengan senyum sinis
" kamu gak usah ngarang ya dhan. gw cuma keluar bentar kok karena ada urusan lain dengan haykal" ujar sahila kesal.
" urusan penting seperti apa sa, sampek empat jam kamu baru pulang. hayo jawab." ucap dhani dengan nada mulai tinggi.
" kamu kenapa sih dhan marah-marah gak jelas. udah ah gw gak mau cari ribut sama lu gw mau istirahat capek." ujar sahila sembari pergi dari hadapan dhani.
melihat sahila yang seperti itu dhani semakin terpukul dan mata nya mulai berkaca-kaca. entah apa yang meracuni sahila sehingga sahila lebih mempercayai haykal yang baru saja di kenal ketimbang dhani teman semasa kecilnya.
" tunggu sa" ujar dhani dengan memegang tangan nya saat hendak meninggalkan nya.
" kau akan sangat menyesal jika kau lebih mempercayai pria brengsek seperti haykal, ketimbang aku sahabat mu sendiri. teman masa kecil mu" bisik dhani dengan nada sedikit berat yang berada di sebelah sahila.
dhani pun pergi meninggalkan sahila. saat dhani hendak membuka pintu sahila teriak nama dhani tapi dhani hanya berhenti sejenak tanpa menoleh, mengingat sahila lebih mempercayai haykal ketimbang dhani. dia pun langsung membuka pintu dan keluar dari rumah sahila.
__ADS_1
melihat dhani sakit hati karena dirinya, sahila pun juga merasakan penyesalannya tapi sahila juga tidak bisa menolak kebaikan haykal. karena sahila sudah puas dengan pengakuan haykal dan itu tidak memberatkan nya.
sahila pun menaiki anak tangga dengan memikirkan apa yang terjadi pada dhani.
" mengapa dhani begitu membenci haykal padahal haykal orang yang baik. apakah haykal pernah mengatakan sesuatu ke dhani sehingga dhani sangat membenci nya" batin sahila dengan melangkah pelan.
kring.. kring.. kring..
" haykal "
" iya hallo kal" ucap sahila di handphone
" lagi apa nih " jawab haykal.
dalam percakapan sahila dengan haykal. sahila mempertanyakan soal dhani ke haykal, apakah haykal pernah mengatakan sesuatu ke dhani sehingga dhani merasa tersinggung.
tapi haykal menepis tuduhan sahila justru haykal mempengaruhi sahila kalau dhani lah yang tidak menyukai haykal karena kedekatan mereka dan haykal juga mengatakan bahwa dhani cemburu dengan nya.
mendengar haykal bicara seperti itu sahila tidak percaya karena sahila lebih mengerti dhani ketimbang yang lainnya tapi sahila terus di tekan dengan omongan haykal, sehingga sahila akhirnya goyah dengan persahabatan antara dhani dan gadis itu.
setelah percakapan di handphone itu selesai. sahila pun memikirkan nya sepanjang malam perkataan haykal benar- benar mempengaruhi sahila.
devi dan dhenis sedang ngobrol seru tapi tampak jelas sahila dan dhani hanya diam. dhani hanya memandangi layar handphone nya dan asyik mendengarkan musik di headset bluetooth nya dan sahila sibuk membaca buku novel.
" sa kenapa kamu diam aja?" tanya devi
" eh gak papa kok vi. ini lagi baca novel" jawab sahila.
melihat dhani yang hanya diam tidak membuat devi kaget karena dhani memang suka menyendiri dan jarang ngobrol kecuali dengan sahila.
tapi dhenis saudara kembarnya menyadari itu, tidak biasanya dhani membiarkan sahila diam diri dia pasti selalu ngajak ngobrol kalau gak gitu pasti dhani menggoda nya sampek sahila merasa kesal.
" dhan kamu sama sahila lagi gak ada masalahkan" ujar dhenis dan saat dhenis mengatakan itu devi pun mulai melihat ke arah dhani dan sahila dengan tatapan tajam.
" iya biasanya kalian ngobrol. kenapa sekarang diam-diaman ah pasti ada apa-apa, ya kan sa" seru devi.
" enggak gw gak kenapa-kenapa gw hanya lagi ingin membaca novel. tau kalau dhani " ucap sahila dengan masih menatap buku novel nya.
__ADS_1
dhani pun tidak menanggapi omongan mereka dhani terus memandangi layar handphone nya tanpa memalingkan wajah nya dari layar handphone.
" ih hambar banget sih kalian ini" ujar devi kesal dan kembali mengobrol dengan dhenis.
melihat pemandangan seperti itu tampak haykal yang sedang mengawasi mereka terlihat jelas dengan raut muka haykal yang alis nya naik keatas dan bibir tersenyum miring keatas itu membuat haykal senang.
melihat dhani seperti itu terlihat sahila sangat kesal sekali. sahila tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh dhani.
" maaf vi, dhenis gw harus pergi. permisi " ujar sahila nada tinggi dengan meninggal kan kantin
saat sahila meninggal kan kantin dhani pun juga meninggalkan nya dhani berusaha mengejar sahila tapi sebelum dhani memanggil sahila. sahila sudah memanggil haykal duluan saat sahila melihat haykal di lorong kantin kampus.
" haykal tunggu " teriak sahila. dengan langkah lebih cepat
teriakan sahila menyakiti hati dhani. dhani pun membalik kan badan dan kembali ke meja kantin bersama devi dan dhenis.
" lho dhan kok balik lagi gw pikir lu tadi nyamperin sahila" tanya devi dengan kepala celingak-celinguk mencari sahila.
" tidak. siapa yang menghampiri sahila. tadi gw berdiri mau pesan sesuatu tapi, gak jadi males " ucap dhani gak jelas.
" hmmm.. yaudah kalau itu tidak benar. eh bagaimana nanti pulang dari kampus kita jalan-jalan yuk sudah lama kita gak nge.mall bareng lagi " ujar devi
" nge.mall bareng? adanya di tinggal belanja iya kalian asyik sendiri kita selalu di titipkan di cafe mall " jawab dhenis.
" ih.. ayo dong sayang. kamu sih kalau diajak belanja suka terburu-buru kan gw sama sahila terpaksa ninggal kalian di cafe " Rajuk nya manja dengan unjuk gigi
" iya sayang. nanti kamu kasih tau sahila aja " ucap dhenis sembari menggosok rambut nya.
" iya dong pasti heheh " ujar devi girang
" gimana dhan, kamu ikut kan?" tanya devi
" terserah " jawab dhani
" ok berangkat " seru devi dengan satu tangan naik keatas.
semua sudah setuju dan devi pun langsung menghubungi sahila lewat handphone dan tanpa berfikir sahila juga menyetujui itu dengan harapan dhani dan sahila berbaikan tapi saat sampek di mall entah kenapa haykal juga berada di sana.
__ADS_1
membuat sahila tidak enak hati dan dhani pun merasa kesal.