Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 19


__ADS_3

" hai sahila " teriak seorang pria memanggil sahila dari belakang


" ah kayak ada yang memanggil gw" ujar sahila ke temen- temen dengan membalikkan badan


" ha haykal. ngapain dia ada disini " batin sahila dengan melotot sembari melirik kearah dhani yang sedang mengerutkan dahi


" kamu bawa dia kesini sa" sahut dhani kesal saat sahila melihat nya.


" enggak kok. gak tau gw". ucap sahila gugup


" mungkin hanya kebetulan" lanjut lirih sahila


haykal pun mendekati ke empat sahabat itu dengan jarak 4 meter.


" hai semua " sapa haykal dengan senyum bahagia


" hai " balas serentak devi dan dhenis


tanpa devi dan dhenis ketahui dhani punya masalah dengan haykal dan tanpa persetujuan, devi pun mengajak haykal untuk gabung dan di dukung oleh dhenis kekasihnya itu.


melihat aksi mereka dhani pun terlihat kesal dan dhani jalan mendahului mereka dengan langkah sangat cepat dan memasuki cafe tongkrongan yang biasanya sering di tongkrongi ke empat sahabat itu.


saat mereka semua duduk di satu meja tampak jelas dhani hanya diam menatapi layar ponsel nya dengan alis hampir menyatu tapi santai.


melihat dhani seperti itu membuat sahila tambah tidak enak hati karena niat sahila ingin memperbaiki hubungan sahila dengan dhani tapi dengan datangnya haykal membuat rencana sahila gagal dan dhani pasti semakin marah dengan gadis malang itu.


terlihat jelas haykal duduk diantara devi dan dhenis yang sedang mengambil hati mereka. mereka mengobrol sampek mereka tidak menyadari bahwa sahila masih berdiri dan melihat haykal dengan cepatnya ngambil simpati dari mereka.


melihat itu sahila pun mengambil posisi duduk dengan berdekatan dengan dhani.


sahila mencoba untuk memulai pembicaraan tapi sahila takut bagaimana kalau sapa.annya itu malah bikin dia malu alias tidak di hiraukan.


" emmm dhan. kamu mau pesan apa?" aku mulai angkat suara dan dengan menunjukan buku menu cafe itu. berharap dhani membalas sapaan ku


" apa sahila menawarkan menu ke gw" batin dhani dengan melirik kearah haykal dengan senyum kecil.


itu kesempatan dhani untuk memanasi haykal


" kamu tau minuman favorit gw kan sa kenapa harus tanya lagi. oh mungkin kamu mau aku pilihkan menu untuk mu ya" seru dhani dengan menatap sahila lembut.


melihat dhani merespon nya sahila pun sangat senang tidak sia-sia sahila mengajak ngobrol duluan.


sahila pun tersenyum manis melihat dhani dan dhani pun membalas senyuman nya.


sedangkan haykal yang sedang mengobrol langsung teralihkan pandangannya dan menatap dhani tampak kesal. tidak tahan melihat itu haykal yang tempramental itu langsung pergi meninggal kan tempat itu tanpa di sadari sahila.


" gw permisi dulu ya" ucap haykal


dhani pun tersenyum sinis.


"cie cie" seru devi dan dhenis. memecahkan suasana


akhirnya dhani pun memilih menu dengan pilihan yang sahila sama kan dengannya. karena dhani juga ingin melihat sahila senang.


dengan kepergian haykal sahila pun mengetahui tapi tidak begitu di responnya karena yang paling penting saat ini adalah menjaga perasaan dhani yang baru saja berbaikan.

__ADS_1


tapi tetap saja hati sahila sangat risau.


" kamu kenapa sa? tanya dhani


" ah enggak ini.." belum selesai bicara devi langsung nyamber.


" eh sa. ayok kita keliling toko siapa tau ada baju model baru dan kece-kece gitu" seru devi tanpa punya dosa karena memotong pembicaraan sahila


dengan lirikan tajam dhani kearah devi. dhani pun sembari membuang mukanya.


" ah ya ayok." ucap sahila.


kesempatan bagi sahila untuk mencari haykal tanpa menyakiti hati dhani


mereka pun keluar dari cafe dan mengelilingi lorong toko ke toko.


terlihat haykal yang berdiri di lorong toilet dekat toko, sedang menatapi layar handphone itu langsung di samperin sahila, sedangkan devi masuk ke toko dekat haykal berdiri.


" hai haykal kenapa kau ada disini" sapa sahila dengan dengan mengerutkan dahi


" eh sahila. ini gw habis dari toilet terus ada telfon dari temen " seru haykal dengan menyodorkan ponsel nya sekilas.


" oh. kamu mau gabung atau..?" tanya sahila bingung


" oh gw langsung balik aja sa. soalnya gw ada janji ama temen gw barusan. " jelas haykal singkat


" oh ok. hati-hati dijalan ya" ucap sahila diikuti kata bye. sembari meninggalkan haykal dan menyusul devi.


saat devi sedang asyik belanja sahila malah hanya mengikuti langkah devi tanpa melihat baju-baju di sekitarnya itu.


" vi yang bener dong kalau mau belanja. jangan melamun di belakang ku seperti bodyguard" seru devi sembari membuang membuang mukanya


" ok ok. eh ini bagus gak" seru devi dengan menempelkan baju itu ke tubuhnya.


" ya bagus" singkat sahila jelas.


" gak niat banget sih ngomongnya. ya udah deh gw coba ini dulu ya" ujar devi pergi ke Fitting room


" gimana suka" ujar sahila merasa bersalah


" suka dong. nih udah gw masukin ke kantong plastik" kata devi


belum puas devi belanja, devi pun masih mengelilingi toko dan beberapa butik. melihat sahila yang murung devi pun mengakhiri perbelanjaan nya.


" udah vi" ucap devi


" ya udahlah sa, kamu kenapa sih murung gitu. gak enak badan" tanya devi dengan memegangi dahi sahila


" enggak kok. gw cuma kurang mood aja. santai aja kalek kalau mau lanjut belanja ayok." ucap sahila dengan menaiki dahi nya.


" enggak ah. kita balik aja yuk"


setelah mereka selesai berbelanja sahila dan devi pun kembali ke cafe dengan banyak kantong tas berisi pakaian devi dan tiga kantong tas berisi baju milik sahila.


" tumben sa belanjaan lu dikit. biasanya paling banyak" kata dhenis dengan meringis

__ADS_1


" gak ada yang bagus" jawab sahila


" enggak sayang bohong. dari tadi sahila cemberut doang, ngintilin gw dibelakang udah kayak bodyguard" seru devi dengan balasan dhani senyum kecil


"yaudah balik yuk" ujar dhenis.


" eh bentar dong. gimana kalau kita nonton" sahut sahila. dengan batin haykal juga lagi sibuk dengan teman nya, jadi males pulang.


" ayokk.. ayokk.. ide bagus tuh" girang devi


" udah lama kan kita gak nonton ber.4"lanjut devi


" ok ayok." ujar dhenis


" lu gimana dhan?" tanya kembali dhenis


" gw ngikut apa kata aja" ucap dhani dengan mengalihkan pandangannya dari layar ponsel nya.


mereka pun pergi ke bioskop cinema XX1.


di dalam bioskop mereka membagi tugas. devi dan dhenis membeli popcorn sedangkan sahila dan dhani membeli tiket dengan film yang ditonton, sahila memilih film romantis.


di sana sahila dan dhani sudah mendapatkan tiket sedangkan devi dan dhenis masih mengantri.


disela penantian sahila dan dhani mereka pun berfoto, terlihat jelas dhani menikmati moments itu sahila juga nampak bahagia tanpa memikirkan haykal.


dhani sangat bahagia. melihat kemesraan itu devi dan dhenis yang sudah mendapatkan popcorn dan minuman membiarkan mereka untuk menikmatinya.


tak mau kalah mereka pun ikut berpose di sebrang gambar film.


sesaat film yang mereka tonton sudah hampir mulai. mereka pun bergegas masuk dan di sana mereka duduk sesuai nomer kursi. sahila dan devi memilih duduk berjajar dan dhenis duduk disamping devi dan dan dhani disamping sahila.


saat film nya sedang mulai lampu di dalam bioskop pun padam mereka pun menikmati film nya.


nampak jelas dhani yang duduk bersandar di kursi sedang menatap wajah ayu sahila tanpa sahila sadari karena sahila benar-benar konsentrasi.


saat sahila menyodorkan popcorn tampak wajah sahila berhadapan dengan wajah dhani membuat jantung dhani berdetak lebih kencang dan tubuh sahila mulai bergetar.


diluar kesadaran dhani dia mendekati bibir nya di bibir sahila. sahila pun mulai terhipnotis dan mata sipit itu perlahan-lahan tertutup dan dhani pun menikmati wajah ayu sahila dan semakin dekat bibir itu dan saat dhani memulai membuka bibir hentakan suara dalam film membuyarkan suasana mereka hingga kedua nya sama-sama terkejut.


sahila pun langsung membuang muka dari hadapan dhani karena malu.


" ih sahila apa-apaan sih malu-malu in" batin sahila dengan memasuki popcorn kedalam mulutnya.


dhani pun juga terkejut dan dia langsung meminum minuman yang ia pegang dan tampak jelas dhani tersenyum malu.


beberapa menit kemudian akhirnya film itu selesai. dan mereka meninggalkan tempat.


tampak jelas dari wajah sahila yang masih tersipu malu dan saat ini sahila menggandeng tangan devi dengan mendahului dhani dan dhenis.


setelah sampai di parkiran mereka pun berpisah.


sahila mengendarai mobilnya sendiri begitu pula dengan devi. sedangkan dhenis dan dhani satu mobil yang searah dengan rumah devi maka devi di tuntun dari belakang.


terdengar teriakan devi melambaikan tangan ke sahila

__ADS_1


" bye bye sa"


" byee" balas sahila.


__ADS_2