
Ruang Dokter Fandi.
Di dalam ruangan Dokter Fandi, Dokter itu menjelaskan penyakit alergi dari saudara kembarnya itu yaitu Dhani. Ia menyarankan kepada Dhenis untuk benar-benar tidak menyentuh makanan laut itu lagi termasuk kepiting dan lobster karena alergi Dhani yang dia hadapi saat ini benar-benar sangat serius sehingga dia hampir saja kehilangan nyawanya.
Beberapa orang bisa mengalami alergi saat mengonsumsi satu jenis seafood, bahkan ada yang alergi semua jenis seafood. Studi menunjukkan sekitar 1 persen populasi diperkirakan mengalami alergi seafood. Alergi ini lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa daripada anak-anak.
Walau diagnosa alergi seafood hanya bisa ditegakkan oleh dokter melalui pertimbangan klinis dari serangkaian tes, namun sejumlah reaksi yang terjadi pada tubuh saat mengonsumsi seafood bisa dijadikan diagnosa dini terhadap kemungkinan alergi seafood.
Sejumlah gejala alergi seafood ringan yang muncul pada tubuh yaitu:
Gatal-gatal pada sebagian atau seluruh bagian tubuh.
Mulut dan tenggorokan terasa gatal atau panas.
Terjadi pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.
Terjadi reaksi pada usus yang ditandai dengan muntah atau diare.
Tapi adik anda sudah terdapat reaksi atau gejala alergi seafood yang parah pada sebagian orang yakni:
Kesulitan bernapas atau sesak napas.
Hilang kesadaran atau pingsan.
Tekanan darah menurun atau syok sehingga dapat mengancam jiwa.
Karena itu saya sarankan untuk menghindari makanan laut agar gejala alergi seafood tidak muncul.
Pasalnya, sejumlah seafood kaya akan kandungan asam lemak omega-3 yang dibutuhkan oleh tubuh. Kalaupun benar-benar tak bisa makan seafood, saya bisa merekomendasikan suplemen tepat untuk memenuhi nutrisi dari seafood. Kata Dokter Fandi itu.
Dhenis menganggukkan kepala mengerti, "Baik Dok saya mengerti," ujar Dhenis.
__ADS_1
"Baiklah kalau anda sudah paham, saya sarankan untuk saat ini Dhani di rawat dulu di sini agar benar-benar stabil kekebalan tubuhnya," ucap Dokter Fandi.
"Iya Baik Dok, kalau gitu saya permisi dulu," ujar Dhenis sembari berjabat tangan.
"Silahkan," kata Dokter Fandi.
****
"Dhani saya benar-benar minta maaf, saya sangat menyesal. Gue janji gue nggak akan ngulangi kesalahan bodoh ku itu lagi," keluh Sahila saat melihat sahabatnya itu berbaring di atas ranjang rumah sakit itu.
"Sahila?" lirih Dhani saat tersadar. Dhani yang melihat mata Sahila yang penuh air mata itu, ia langsung mengusap nya pelan.
Sedangkan Sahila, saat menjumpai tangan Dhani yang menyapu pelan pipinya itu ia langsung memegangnya dan mencium tangan sahabatnya itu yang hampir saja nyawanya tidak tertolong karena dirinya.
"Everything is fine Sahila, calm down" ujar Dhani dengan nada pelan.
"Tidak Dhan kamu begini karena aku, coba saja tadi aku tidak memaksa mu untuk makan makanan seafood itu mungkin kamu tidak akan berbaring di sini dan mungkin kita masih happy happy saat ini di pantai itu," lirih Sahila masih memegang erat tangan Sahabatnya itu.
"Aku senang melihat mu khawatir seperti ini karena aku."
"Bodoh, bicara apa kamu ini. Tentu saja aku akan sangat khawatir kurang lebih kamu begini karena kesalahan ku."
"Jangan katakan itu Dhani, aku tau kamu kuat karena itu kamu masih bertahan sampai akhirnya nyawa kamu tertolong," ujar Sahila sembari mencium tangan Dhani kembali.
"Sudah ah jangan sedih-sedih lagi ntar gue malah drop lagi lihat kamu sedih kayak gini terus," ujar Dhani dengan tertawa kecil. Sahila yang mendengar itu juga tertawa kecil.
Krek.
"Dhani apa kamu baik-baik saja?" ujar Devi saat memasuki ruang rawat Dhani.
"Devi?" Dhani melirik ke arah Sahila.
"Ia maaf gue hubungi mereka semua karena gue sangat khawatir," ujar Sahila.
"Kamu tidak papa kan Dhan?" tanya Devi saat berada di sisi ranjang pasien itu.
"Iya Vi gue udah baik-baik saja kok," balas Dhani.
"Syukurlah kalau gitu, saya sangat khawatir saat menerima pesan dari Sahila saat kamu masuk ke rumah sakit."
__ADS_1
"Dhani tidak papa kok Vi, untung saja aku langsung membawanya ke sini jadi dia dapat terselamatkan," ujar Sahila dengan nada pelan.
"Emang separah itu ya? kok bisa sih? Kenapa emang nya?"
"Dia begini karena makan seafood tadi di pantai sama aku," ujar Sahila dengan nada pelan sembari menundukkan kepalanya.
"Kok bisa sih.. biasanya kan nggak sampai seperti ini, ini baru pertama kali lho. Obat alergi kamu tidak ampuh Dhan?" Devi semakin mengkhawatirkan keadaan Dhani meskipun dia sudah melihat Dhani sekarang sudah baik-baik saja. Tapi tetap saja Devi sangat mengkhawatirkan keadaan adik dari kekasihnya itu karena Devi juga sangat menyayangi Dhani meskipun mereka suka ribut karena hal sepele.
"Dia tidak membawa obatnya," sahut Sahila.
"Terus kamu tau itu tapi tetap aja lu suruh Dhani untuk makan seafood-seafood itu, gila lu ya Sa," Bentak Devi sangat kesal.
"Udah ah Vi. Toh gue udah baik-baik saja kan, tidak ada yang perlu di cemaskan lagi. Terkadang kamu suka melebih-lebihkan sesuatu," sahut Dhani.
"Apa gue suka melebih-lebihkan sesuatu? gue begini karena gue sayang ya Dhan sama lu dan gue tidak mau kamu kenapa kenapa, apalagi karena ..." Devi melirik tajam ke arah Sahila.
Sepertinya Devi masih sangat marah sekali dengan Sahila saat kejadian waktu itu, karena itu Devi jadi sangat sensi saat mendengar Dhani di rawat sampai inap karena Sahila. Cewek yang tidak tau diri dan tidak tau terima kasih itu hampir saja melayangkan nyawa sahabatnya itu tidak lain adalah calon adik iparnya.
"Cukup Vi!" bentak Dhani.
"Apa cukup? ..."
"Sudah sudah jangan berantem dong ini kan rumah sakit. Dan lho Dhan cukup, ini memang salah gue dan lu nggak usah belain gue," ujar Sahila sembari membuang muka dengan melangkahkan kaki nya ke arah pintu keluar. Dan saat Sahila membuka pintu Sahila bertabrakan dengan Dhenis tapi Sahila tidak meminta maaf dia malah nyelonong tertunduk dan pergi begitu saja.
"Sahila tunggu?" teriak Dhani.
"Lu ya Vi ..." ujar Dhani kesal
"Apa? emang benar kok ini salah dia, egois banget cewek itu. Dan lihat lah dia akan terus jadi cewek yang sangat egois. Lu lupa kita dipermalukan di depan semua banyak orang saat kita membela dirinya tapi balasannya.." Devi menyunggingkan bibirnya ke atas.
"Kita malah di usir dan lebih memilih cowok Bajingan seperti Haykal itu. Entah apa yang sudah meracuni otak gadis malang itu," bentak Devi sangat kesal.
"Ini ada apa sih kok datang datang kamu malah marah-marah," ujar Dhenis saat melihat kekasihnya itu mulai darah tinggi.
"Itu tuh.. Sahabat kesayangan adik mu ini berulah lagi, gemes gue," geram Devi sembari mengepalkan kedua tangannya dan duduk di sofa ruangan itu dengan menyilang kan kakinya.
Dhani yang tidak berdaya itu hanya diam terpaku melihat amarah dari Devi, dia hanya pasrah atas perilaku calon kakak iparnya itu. Kurang lebih Devi benar dan dia pantas jika marah seperti itu tapi karena cinta Dhani juga tidak tega melihat Sahila yang sedih seperti itu karena Devi sahabatnya sendiri. Dan untuk pertama kalinya ke empat sahabat itu berantem hebat sampai berhari-hari.
Pasti Sahila saat ini hancur sekali hatinya.
__ADS_1
Maafkan aku Sa di saat seperti ini aku tidak ada di sisimu. Batin Dhani.