Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 48


__ADS_3

Sontak Haykal langsung kembali meraih tubuh Sahila dan menatap tajam gadis itu seolah-olah ingin mencium bibir gadis malang itu dan memainkan bibir pucat itu oleh jarinya.


Sahila yang terus berusaha berontak tapi berontak kan nya itu selalu kalah dengan genggaman perasan tangan Haykal, kini gadis itu kembali pasrah dan saat Haykal menempatkan posisi wajahnya, pria itu sedikit membuka mulutnya, tentu saja Sahila langsung mengerti apa yang akan di lakukan pria kejam itu kepadanya.


"Stop!" teriak Sahila sembari membuang muka.


"Oke .. Oke gue terima tawaran lu tapi aku mohon lepaskan aku," teriak Sahila dengan menghela kan nafas tanpa memikirkan hal apapun lagi selain menyelamatkan dirinya dari sergapan Haykal.


"Tawaran apa maksud m? yang jelas dong kalau bicara," desis Haykal dengan tatapan menelusuri wajah ayu Sahila.


"Gu-gue mau jadi pacar lu," lirih Sahila dengan nada sedikit gemetar.


"Apa gue nggak dengar?" ledek Haykal.


"Gue mau jadi pacar kamu!" teriak Sahila kesal.


Haykal yang mendengar itu langsung melepaskan Sahila dari jeratannya, dengan tertawa terbahak-bahak Haykal menepuk-nepuk pelan setir mobil itu karena ekspresi raut wajah Sahila yang sangat ketakutan.


Sahila yang bingung melihat aksi Haykal itu dia tercengang dengan alis hampir menyatu dengan sedikit kaget dia terus memandangi Haykal tanpa berkedip.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" batin Sahila dengan memandang Haykal yang sedang menertawakan yang Sahila pun tidak tau ada hal lain lucu apakah yang membuat dirinya hingga tertawa seperti orang gila itu.


"Apa aku yang sudah tidak waras," terkanya.


"Kamu tau nggak wajah kamu tadi itu lucu banget," ujar Haykal dengan tertawa terbahak-bahak


"Haduh sumpah lucu banget ekspresi wajah mu tadi." Haykal masih tertawa terbahak-bahak dengan bayangan-bayangan wajah Sahila yang terus menghantui penglihatannya.


Lelucon yang di buat oleh Pria itu sama sekali tidak lucu menurut nya. Bagaimana bisa Haykal bisa mengerjai gadis itu dengan lelucon seperti ini.


Perasaan takut yang teramat itu malah sebaliknya, Haykal yang sebagai pelaku malah sangat terhibur oleh adegan itu.


Semua perilaku yang di berikan oleh Haykal itu tentu Sahila sebagai korban sangat tidak terima dengan amarah yang sangat teramat, Sahila meminta kepada Haykal untuk membukakan pintu mobilnya yang ia kunci dan membuat Sahila semakin sangat membencinya karena bagi Sahila yang bisa berbuat seperti itu ialah orang yang pengecut.


"Kamu ngerjain gue ya? kamu pikir tadi itu lucu? ini benar-benar keterlaluan." Sahila yang tidak terima dengan perilaku Haykal itu meminta untuk membukakan pintu mobilnya jika tidak Sahila mengancam akan menelfon polisi dan menuntut dirinya atas pelecahan.


"Hayo cepat buka pintunya, jika tidak gue akan benar-benar nuntut lu," tegas Sahila.


"Ayo lah Sa, gue cuma bercanda jangan marah dong," ujar Haykal seolah-olah bukan pelaku.


"Gue bilang buka pintunya Kal sebelum batas kesabaran aku habis." Sahila pun langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam tas untuk melaporkan Haykal kepada pihak yang berwajib.


"Tunggu-tunggu! tenang dong Sa." Haykal menghentikan tangan Sahila yang berusaha mengambil ponsel di dalam tas nya.

__ADS_1


"Kamu lihat tempat ini sangat sepi dan kamu tau sendiri kan dari tadi nggak ada kendaraan yang lewat satu pun ataupun orang desa di sekitar sini. Kamu mau jika nanti terjadi hal yang lebih buruk pada mu saat aku meninggalkan diri mu nanti di jalan raya yang seperti hutan ini," sambung Haykal berusaha menenangkan Sahila.


Sahila yang melihat situasi sekitar pun menyetujui dengan pendapat Haykal itu, ia pun membatalkan niatnya dan tetap tinggal bersama Haykal.


"Oke gue tidak akan turun tapi saya minta kamu antar kan saya langsung ke rumah sekarang juga," tegas Sahila dengan nada pelan.


"Siap tuan putri. Eits .. tunggu bentar tuan putri sesuai omongan kamu sekaligus ucapan janji mu tadi, kalau mulai sekarang kamu sudah menjadi milik ku alias kekasih hati ku," ujar Haykal sedikit lebay.


"Pengecut," gumam Sahila tidak jelas sembari membuang muka


"Apa kamu bilang?" sontak Haykal.


"Tidak, emang nya aku bilang apa," ujar Sahila memalingkan wajahnya dan menatap pria yang menurut Sahila dia sama sekali tidak dewasa.


"From this moment we are lovers, agree?" ucap Haykal dengan menyodorkan kelingkingnya ke arah Sahila untuk menyetujui hubungan itu tanpa sepihak.


"Yes this second and who knows how long," balas Sahila dengan menyatukan jari kelingkingnya dengan kelingking Haykal.


Meskipun ragu dan tidak ingin melakukan hal yang alay itu akhirnya Sahila mengikuti apa mau Haykal itu.


"Apa yang kamu katakan, tentu untuk selamanya. Sampai maut yang memisahkan," ujar Haykal dengan tatapan cinta.


Sahila yang melihat keseriusan Haykal itu pun hanya dianggap nyinyiran dan hanya omong kosong belaka.


"Oke, santai dong sayang," balas Haykal.


Haykal pun membawa Sahila pergi dari tempat itu dan membawanya pulang ke kediaman orang tuanya itu.


Kediaman Sahil Dermawan.


"Oke kalau gitu gue masuk dulu, dan lu langsung pulang aja," ujar Sahila saat Haykal membukakan pintu mobil itu.


"Kamu benar-benar tidak mau mengajak pacar baru mu ini untuk minum sesuatu," ujar Haykal dengan menaikan alisnya ke atas.


"Haykal! plis."


"Oke oke gue ngerti. Kalau gitu gue pulang dulu ya."


"Iya, hati-hati ya," ujar Sahila senyum tipis


Saat Sahila membalikkan badan dan membuka pintu rumah itu tiba-tiba Haykal menempatkan dirinya tepat di depan Sahila dan langsung mencium kening Sahila.


Sahila yang mendapatkan aksi itu tentu sangat terkejut dengan melotot kan kedua matanya Sahila memandangi wajah pria itu. Tanpa respon apapun dari Sahila, Haykal kembali mengecup pipinya dan langsung berlarian masuk ke dalam mobil sebelum tangan Sahila melayang menampar dirinya lagi.

__ADS_1


"Makasih ya sayang. Daa .. daa .." teriak Haykal yang sudah berada di dalam mobil itu dengan melambaikan tangan ia meninggalkan rumah kediaman Sahila.


Sahila yang tercengang di kejutkan oleh tangan Bibi Eni yang memegang pundak Sahila.


"Sahila?" ujar Bibi Eni mengejutkan Sahila


"Eh Bibi," sontak Sahila kaget.


"Ngapain ada di sini, ayo masuk," kata Bibi Eni.


"Haduh tadi Bibi lihat Haykal nyium aku nggak ya," batin Sahila dengan ekspresi gugup.


"Eh ini Bii, ehmm ..." Tanpa menjawab pertanyaan Bibi Eni, Sahila langsung nyelonong masuk.


"Sahila tunggu!" ujar Bibi Eni menghentikan langkah kaki Sahila.


"Iya Bii kenapa?" sontak Sahila kaget dengan membalikkan badan Sahila menatap BiBi Eni dengan menelan ludah.


"Kamu dari mana? kok kusut begini, terus badan kamu hangat sayang," ujar Bibi Eni yang memegang wajah Sahila.


"Iya Bii tadi Dhani ngajak Sahila ke pantai jadi Sahila seperti ini, seperti nya Sahila masuk angin deh Bii badan Sahila rasanya nggak enak sekali."


"Ya udah kamu ke kamar dulu sana mandi nanti Bibi kerokin," ujar Bibi Eni


"Iya Bii Sahila ke kamar dulu ya."


"Iya sayang."


"Kamu mau Bibi masakin sesuatu?" sambung Bibi Eni


"Boleh deh Bii, tapi Sahila lagi pingin makan mie goreng aja," jawab Sahila.


"Baik Bibi buatin dulu ya."


"Iya Bibi, Sahila tinggal mandi dulu ya Bii."


"Iya sayang."


"Nanti suruh Bibi fatma anterin ke atas ya Bii, Sahila lagi mager nih," ujar Sahila sembari menaiki anak tangga.


"Iya sayang, kamu mandi aja dulu nanti biar Bibi yang anterin sendiri ke atas."


"Oke Bibi terima kasih," ujar Sahila sedikit teriak saat sudah menaiki anak tangga itu.

__ADS_1


__ADS_2