
Dalam pikiran Sahila ia tidak pernah menyangka Dhenis tega mengatakan itu dan Dhani pun membiarkannya pergi begitu saja tanpa menemuinya atau pun hanya memandangnya. Dengan memasukan baju-bajunya ke dalam koper Sahila menangis dan tergelatak duduk karena rasa sesaknya atas perlakuan sahabat-sahabatnya itu.
"Sa plis jangan seperti ini. kita hanya perlu waktu untuk besok aja, baru kita balik. gw akan coba jelasin ini kepada Haykal," ujar Devi saat membuka pintu kamar itu.
"Kamu menangis?" saat Devi membuka rambut yang menutupi wajah Sahila.
"Enggak! gw hanya tidak habis pikir dengan mereka. Dan soal Haykal dia tanggung jawab ku Vi. Lu tau sendiri dia kemari atas undangan ku dan gak mungkin lah gw biarin begitu aja, dia balik seorang diri. Ya kalau dia ada mobil mungkin gw gak terlalu mencemaskan nya tapi ini dia harus naik kendaraan umum dan seorang diri. Coba kamu pikir!" histeris sahila kesal dengan nada tinggi dan tersengal-sengal.
"Tapi Sa.."
"Cukup Vi. Gw akan tetap pergi sekarang juga. Sorry!" sahut Sahila kesal dengan menarik ganggang pintu kasar sembari keluar dari kamar itu dengan uraian air mata.
"Kenapa endingnya malah seperti ini sih," gumam Devi.
loby.
"Ayo cepat Kal, kita pergi," ujar Sahila
"Kamu yakin? pergi tanpa mereka?" tanya Haykal menghentikan langkahnya dengan memegangi tangan Sahila yang menyeret kasar koper itu.
"Iya gw yakin Kal, plis jangan buat gw berubah pikiran." ucap Sahila menatap tajam Haykal dengan kelopak mata yang penuh air mata.
"Baiklah, sini gw bawa koper mu," sontak Haykal dengan menyunggingkan bibirnya ke atas.
"Benar-benar keterlaluan, mereka membiarkan kita naik kendaraan umum. Egois!" imbuh haykal dengan mata ke atas. Sahila pun hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Mereka berdua pun pergi dengan busway dan sepanjang perjalanan Sahila hanya menatap jendela kaca busway itu dengan uraian air mata. Menangis tanpa henti dan tanpa mengeluarkan suara.
Kota ****
"Sa ayok kita turun?"
__ADS_1
"Oh udah sampai ya," lirih Sahila dengan menghapus lembut air mata yang membasahi pipi mulusnya.
Mereka pun sampai di terminal dan kali ini mereka memesan taksi online untuk sampai tujuan.
Saat mereka berdua duduk satu kursi taksi itu mereka hanya diam tanpa bersuara dan hanya suara mesin mobil yang terdengar.
Apartemen Residence.
"Kita ada dimana, kal?" tanya Sahila saat mereka berdiri tepat di gedung apartemen itu.
"Kita ada di apartemen gw, yuk masuk," ujar Haykal dengan menarik tangan Sahila tanpa izin.
Sahila pun hanya pasrah saat mengetahui tangannya langsung ditarik begitu saja. Tanpa menghiraukan ekspresi raut wajah Sahila yang dipenuhi dengan sejuta pertanyaan.
Dengan menekan tombol lift apartemen itu Sahila melirik ke segala ruangan itu tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dan saat Haykal menarik tangan Sahila memasuki lift itu Haykal tetap tidak bersuara dan saat lift itu terbuka Sahila mulai gemetar dengan pertanyaan buat apa dia ada disini dengan suasana sepi dan hening itu.
"Kal gw langsung balik aja," ucap Sahila saat menghentikan langkah kakinya.
"Nanggung Sa. Kita sudah hampir sampai di apartemen gw, setelah makan gw janji gw bakal antar lu pulang," ujar Haykal dengan kembali menarik tangan Sahila pelan.
Sahila pun mulai sedikit tenang saat Haykal menjawab sebagian pertanyaan Sahila. Disepanjang jalan lorong itu Sahila memberi satu pertanyaan lagi, kenapa apartemen ini sepi banget ya Kal jatuhnya jadi horor. Bulu kuduk sahila berdiri semua saat merasakan ke seramannya.
"Ya namanya saja apartemen. Apalagi di jam segini sebagian dari mereka masih di luar," jawab Haykal menenangkan Sahila.
Dan mereka kini pun sudah sampai tepat di depan pintu apartemen Haykal.
"Ayok Sa masuk!" seru Haykal saat membuka pintu dan Sahila masih tercengang berdiri tepat di depan pintu dengan penuh keraguan.
"Ayok Sa, udah santai aja gak usah takut," imbuh Haykal
Sahila pun kini sudah berada di ruangan tamu. Dengan menelusuri tempat itu Sahila mengagumi apartemen Haykal yang indah dan super mewah itu, namun ia tidak bisa menepis kenyamanan apartemen itu.
__ADS_1
"Ini apartemen lu sendiri Kal," ujar sahila dengan senyum tipis dan berdiri melihat beberapa barang unik di ruangan itu.
"Iyah, ini apartemen yang sudah diwariskan orang tua untuk aku," Sahut Haykal saat membuka pintu kulkas dengan menuangkan jus jeruk kedalam gelas Sahila.
"Kenapa gak tinggal di rumah om Edo aja kan di sana kamu jadi gak merasa kesepian dan sendiri seperti ini," kata Sahila dengan memalingkan wajah nya ke arah barang-barang unik milik Haykal.
"Yah gw emang tinggal di sana tapi gw disini kalau om Edo ada pekerjaan di luar kota dan kalau gw suntuk baru gw ke sini," imbuh Haykal
Dan Sahila hanya mengangguk-anggukan kepala dan kembali duduk di sofa itu.
"Gw udah pesan beberapa makanan, sementara itu gw tinggal mandi dulu ya, gerah! Setelah itu gw antar lu pulang," jelas Haykal.
Dan Sahila pun hanya mengangguk-anggukkan kepala.
Tak lama kemudian Haykal pun selesai mandi dan saat itu Haykal tampak begitu keren dan Sahila terpesona dengan tatapan kagum Sahila, tidak berkedip ia terus memandangi Haykal yang mengobrak-abrik rambutnya yang setengah basah itu.
Dan saat Haykal menaruhkan pantatnya sebentar tiba-tiba suara bel berbunyi.
"Sepertinya makanan kita sudah sampai," kata Haykal dengan merapikan kaos hitamnya itu yang tampak lebih keren lagi Haykal. Sahila hanya tercengang melihat Haykal yang dari tadi memusatkan perhatiannya.
Terlihat sangat jelas makanan yang di pesan Haykal tidak lah sedikit, ia memesan beberapa macam makanan siap saji dan juga beberapa camilan dan di sana Sahila lihat 2 botol kotak berwarna putih.
"Itu minuman apa Kal?" tanya Sahila dengan pandangan penasaran.
"Ow ini, ya hanya minuman penghangat tubuh," ucap haykal dengan menyiratkan senyumnya yang membuat Sahila semakin kelepek kelepek.
"Sa, silahkan makan jangan hanya pandangi gw dong. Emang dengan lihat gw terus bisa kenyang," ejek Haykal dengan senyum tipis sembari menggelengkan kepala.
Sahila pun tertunduk malu dan mengambil camilan stik kentang dengan cocolan saos sambal.
Mereka berdua pun menghabiskan semua makanan. Kecuali yang tersisa hanya beberapa camilan dan 2 botol kotak putih itu di atas meja. Dengan berdiri melangkah Haykal menyalakan musik dengan sangat keras dan mengambil 2 gelas untuknya minum minuman botol itu.
__ADS_1
"do you enjoy all this," seru Haykal dengan menggoyangkan pinggulnya saat membawa 2 gelas itu. Dengan tertawa terbahak-bahak Sahila melihat aksi Haykal yang konyol itu. Dan sekali menepukkan kedua tangannya itu dengan tertawa keras dan tentunya dengan tanpa beban yang ia bawa sejak dari hotel village itu dan sampai di depan gedung apartemen itu.
"Yes of course, I enjoyed it very much and was very, very happy," teriak Sahila dengan sangat bahagia dan saat ini dia berdansa dengan diiringi gerakan Haykal, Sahila menikmati iramanya.