Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 12


__ADS_3

saat sahila hendak pergi kuliah. ditengah perjalanan menuju kampus entah apa yang membuat sahila mewurungkan niatnya untuk pergi kuliah.


sahila langsung banting setir menuju rumah pak edo.


sesampek depan rumah pak edo sahila malah melihat haykal yang sedang keluar dari rumah pak edo.


jelas dalam pikiran sahila terdapat pertanyaan.


saat sahila melihat haykal sepertinya haykal lagi sangat marah karena yang aku lihat dia sengaja menjatuhkan pot bunga yang berdiri disamping pintu masuk dengan memasuki mobil haykal membanting pintu mobil yang sedang ditutup itu lalu pergi dengan kecepatan tinggi.


sahila tidak masuk rumah itu malah mengikuti haykal dengan rasa penasaran " apa hubungan nya haykal dengan pak edo " itu batin sahila.


dia terus membuntuti haykal tanpa takut ketahuan..


tiba-tiba sejenak haykal berhenti aku pikir dia mengetahui kalau aku sedang membuntutinya tapi ternyata dia sedang menunggu seseorang di sebrang sebuah cafe. wanita cantik bertubuh tinggi ramping, rambut panjang berwarna pirang dan mengenakan tank top rajut tanpa lengan berwarna biru dongker menaiki mobil haykal lalu kembali jalan.


aku pun terus membuntuti nya tanpa ragu dan tanpa memikirkan tujuan yang sebenernya untuk menemui om edo.


aku lihat haykal menuju club malem sejenak aku berfikir sedang apa dia disana bersama wanita itu yang aku tau itu tempat untuk ..." ah coba aku buntuti kedalam aja) batin sahila.


dia langsung mematikan mobil nya dan tanpa berfikir sahila langsung turun dari mobil. setelah membuka pintu der suara musik yang hampir memecahkan gendang telinga nya. melihat orang-orang disekitar yang asyik berjoged, ada yang sepasang kekasih ada yang sesama cewek ada yang cewek satu digromboli banyak cowok. aku tidak melihat haykal sama sekali sejak membuka pintu masuk.


"mana haykal sama cewek tadi. aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena tempat nya sedikit gelap hanya di hiasi lampu disco yang berkelip-kelip itu. " sesekali celingak-celinguk tapi aku tidak bisa melihatnya. wanita itu tadi juga gak ada

__ADS_1


" ehmmm.. bau ini sepertinya bau minuman alkohol itu. membuat ku sedikit mual dan pusing" batin ku dengan mengipas-ngipaskan jemari ku di depan hidung.


" hai cewek " suara cowok itu memanggil ku. tapi tidak aku pedulikan " dasar hidung belang " ujar sahila sinis.


setelah aku melewatinya tiba-tiba cowok itu menarik tangan ku. sontak langsung ku hempis tangan itu sesekali mencolek dagu ku " kurang ajar " Plak!


tak terima tamparan dari penolakan ku tiba-tiba dia mengayunkan tangan nya yang sepertinya akan menampar pipiku langsung ku buang muka dan menutupi wajah ku untuk melindungi dari tamparan cowok itu.


tiba-tiba terhenti setelah ku dongakan kepala ku ternyata haykal menahan tangan cowok itu yang sedang hampir menampar pipi ku.


aku melihat tangan kiri haykal sedang mengepalkan tangan nya tapi tiba-tiba rengekan cewek yang aku lihat tadi bersama haykal menghentikannya " cukup haykal lepaskan dia" ucap cewek berambut pirang itu.


haykal hanya mendorong dada cowok itu sampek terjatuh dan memperingatinya " awas lu macem-macem sama cewek ini lagi " itu yang dikatakan haykal.


" haykal tunggu" teriak sahila


" aku ingin bicara berdua dengan mu. penting" ujar sahila dengan suara sedikit lantang karena suara musik yang terlalu keras. sembari mengejar haykal karena haykal tidak berhenti ataupun melihat ke arah ku.


melihat haykal seperti itu membuat aku kesal dan aku terus mengejar nya sampek aku tepat berada di depan nya dan melentangkan tangan ku " tunggu" dengan nafas terengah-engah " ngapain lu ada disini " ucap haykal dengan alis hampir menyatu


" gw kesini karena mengikuti mu. ada yang gw omongin sama lu " ujar sahila lirih


" ngomong apa? gak ada yang perlu di bicarakan gw gak kenal sama lu apa lagi ada urusan sama lu " suara haykal yang sedikit membentak ku.

__ADS_1


aku melihat cewek itu hanya senyum-senyum seakan-akan dia senang aku diperlakukan seperti itu sama haykal. " tapi ada yang gw omongin kal penting.! masalah lu dengan om haykal "


mendengar itu haykal langsung kaget dan menatap ku dengan tatapan tajam seakan-akan ingin melahap ku.


" ayok kita pergi dari sini " ucap haykal dengan menarik tangan ku meninggalkan tempat itu dan juga meninggalkan cewek berambut pirang itu sendirian.


sesampek taman tidak jauh dari club malam itu haykal langsung melepaskan tangan ku " cepet apa yang ingin lu tanyakan tentang om edo.? dan siapa kamu? " ujar haykal dengan nada sedikit keras.


" ehmm gw klien om edo, dia pengacara pribadi mendiang papa gw pak sahil dermawan" lirih sahila.


mendengar kata sahila, haykal langsung kaget dan gugup dia hanya melotot dan syok


" gw tanya lu ada hubungan apa sama om edo?" tanya sahila dengan tatapan tajam yang melihat tingkah edo gugup sewaktu aq menjelaskan siapa saya.


" emmm gw.. gw ponakan nya om edo " ujar haykal dengan kata terpatah-patah.


" udah gw pergi. itu aja kan pertanyaan lu." belum selesai sahila bicara tiba-tiba haykal langsung pergi meninggalkan nya. aku teriak lari terberit-birit mengejarnya tapi dia tetap tidak berhenti dan pergi meninggalkan aku dengan mobil berkecepatan tinggi.


melihat haykal seperti itu membuat aku bingung. apa perkataan gw ada yang salah kenapa dia seperti itu.


itu hanya pertanyaan biasa bukan hal yang menyinggungkan.


selama perjalanan pulang aku memikirkan gelagat haykal. ada apa dengan nya. kenapa dia seperti kesal dan marah mendengar pernyataan dariku.

__ADS_1


__ADS_2