Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 30


__ADS_3

Tanpa Sahila sadari Haykal pun sesegera mungkin menuangkan minuman itu ke gelas dan merogoh sakunya, terdapat lipatan kertas yang berisi serbuk putih. Haykal menuangkan serbuk itu ke gelas minuman milik Sahila.


Tanpa ragu Sahila langsung meminum minuman itu dengan sekali minum dan saat ia merasakan sepet campur pahit itu di mulutnya Sahila, ia hanya menggelengkan kepala dan dengan ketergantungan Sahila merengek untuk menuangkan minuman itu ke gelas milik nya. Sahila sangat menyukai minuman itu dan juga menikmatinya tanpa rasa takut akan ketidak sadarannya nanti.


"Akhirnya kita ketemu lagi" umpat Sahila memandangi gelas berisi minuman itu dengan tertawa kecil


Haykal pun hanya memandangi Sahila penuh kagum dengan melanjut dansanya Haykal mempererat tubuh Sahila ke dalam pelukannya, Sahila pun hanya terseyum tipis dan menatap mata pria yang ia cintai dengan diam-diam itu.


Sesekali Haykal menepiskan rambutnya yang berusaha menutup wajah ayu Sahila, dengan geli Sahila merasakan sentuhan haykal menyapu lembut lehernya saat berusaha menepis rambut panjangnya itu. Kepala Sahila pun kini tergeletak lemas di pundak Haykal.


Dan tak tinggal diam Haykal pun mengecup lembut dahi Sahila memancing. Membuat Sahila semakin hilang kendali karena pengaruh minuman plus obat perangsang yang Haykal berikan kepadanya.


"Kamu sangat cantik," desis Haykal tepat di telinganya, menambah perangsang cewek yang ia peluk saat ini. Sahila pun semakin ke gelian dan kelepek kelepek mendengar ucapan Haykal, membuat Sahila semakin hilang kendali.


"Kamu juga sangat tampan. kamu benar-benar sudah mencuri hati ku," lirih Sahila dengan memegang lembut pipi Haykal.


Dengan senyum sinis Haykal pun berhasil membuat wanita itu lemah tak berdaya. Ingin hasil yang sangat sempurna Haykal pun menyodorkan minuman itu dari botol ke mulut Sahila langsung. Tentu Sahila menerimanya dengan senang hati, aksi Haykal yang dia berikan padanya.


"Apa kau masih bisa merasakan kesedihan mu?" bisik Haykal.


"Of course not. because of you I can forget the people who hurt me. I don't need them anymore as long as you are always by my side," lirih Sahila. Saat ini iya menempatkan wajahnya tepat di wajah Haykal.


Dengan tatapan tajam Haykal, Sahila bisa merasakan gejolak yang Haykal berikan kepadanya dan dengan tatapan dari mata turun ke bibir, Sahila langsung mulai mencium lembut bibir yang tepat berada di depannya.


Tak tinggal diam Haykal pun membalas aksi Sahila itu dengan diawali kelembutan dan beraksi dengan garang.

__ADS_1


"I love you," kata haykal.


"I also really love you Haykal. love you very much," balas Sahila.


Ciuman itu pun kembali beraksi dan Sahila juga tak tingal diam dia mulai melepas kaos yang dikenakan Haykal. Sahila benar-benar sudah hilang kendali saat ini. Obat perangsang itu sudah mempengaruhi keluguan dan kepolosan Sahila.


Dijatuhkan lah tubuh kekar Haykal itu ke sofa dengan kasar, dengan tertawa kecil saat melihat Haykal sudah terjatuh di sofa dan Sahila pun menghampirinya dan menempatkan tubuhnya tepat di atas Haykal.


Dengan sekali kecupan Sahila langsung melucuti seluruh bajunya yang menempel di tubuhnya dan tertinggal hanya celana dalam. Dengan menyunggingkan bibirnya ke atas Haykal langsung menggapainya dan membawanya ke kamar tidur Haykal.


***Dan terjadilah sesuatu di kamar itu***.\*\*\*\*\*


Matahari pun mulai menyapa 2 insan itu dan dengan cahaya matahari itu Sahila terbangun oleh silaunya.


Saat menoleh kesamping terdapat Haykal yang tertidur pulas tentu membuat Sahila histeris tapi sebelum ia teriak ia langsung menutup mulutnya dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Dengan tertunduk Sahila menahan tangisannya, hanya air mata yang bercucuran di pipinya.


Sahila berusaha keras untuk mengingat apa yang sudah terjadi pada dirinya. Dengan mengingat sesekali Sahila hanya menemukan memory bahwa malam itu ia sedang berdansa dan berusaha mengingat lagi apa selanjutnya yang terjadi sampai ia berada di posisi sekarang.


Dengan melihat wajah haykal jijik Sahila sekali lagi mencoba mengingatnya lagi, terdapat kata-kata dalam bisikan nya Sahila ingat waktu itu Haykal juga mengatakan tentang perasaannya dan apa lagi histeris Sahila mencoba untuk terus mengingatnya.


"Minuman itu? iya minuman itu," lanjut histeris Sahila lagi. "Apa minuman itu yang membuat aku hilang kendali dan sampai terjadi seperti ini."


Sahila terus mengembalikkan memory nya pada malam itu.


Aku? aku juga mengatakan isi hatiku? Tidak..!! ia semakin histeris menangis sampai tersengal-sengal tak luput Sahila masih menutup mulutnya, menahan suara tangisannya itu agar tidak terdengar Haykal dan tidak membuat dirinya bangun oleh suara tangisan Sahila.

__ADS_1


Kenapa kau tega lakukan ini pada ku Kal? apa salahku padamu? mengapa kau hancurkan masa depan ku? Sahila masih terus menangis dan mencoba mengingat kenapa pengaruh minuman itu membuat Sahila kesulitan untuk mengingat malam itu.


Kenapa dirinya juga melakukan hal yang menjijikan ini. Campur aduk pikiran Sahila saat itu.


Sahila tidak bisa membicarakan hal ini kepada Haykal kurang lebih Sahila tidak sudi untuk memandang wajah Haykal yang sudah merusak masa depannya itu.


Dengan menelusuri lantai itu Sahila mencari semua pakaiannya yang ia kenakan semalam tapi tak ada satu pun terlihat, Sahila mencoba menenangkan dirinya agar pikirannya bisa jernih dan mencoba mencarinya kembali tapi tetap ia tidak menemukannya.


"mungkin dibalik selimut ini, iya mungkin di balik selimut ini." Sahila membuka pelan selimut itu agar Haykal tidak terbangun olehnya. Dan sesuatu terlihat saat sahila terus menelusuri di balik selimut itu, dengan terkejut sahila teriak tapi teriakan itu ia hentikan dengan membungkam mulutnya.


Sahila membatalkan niatnya untuk mencari dibalik selimut itu. Sahila langsung bergegas untuk berdiri dan menutup tubuhnya dengan bantal, dengan melangkah pelan Sahila keluar dari kamar itu dan ia pun melihat bajunya yang sudah berhamburan kemana-kemana.


Melihat itu Sahila menangis histeris lagi dan langsung lari untuk memungut dengan cepat sembari memakai pakaian itu dengan cepat. Setelah semua sudah ia kenakan ia pun langsung pergi dari apartemen Haykal.


Dengan bercucuran air mata sahila berjalan dengan langkah lebih cepat dan menarik kasar koper yang ia bawah itu dari lorong ke lorong apartemen itu. Saat Sahila memasuki lift itu Sahila Masih tidak percaya ia bisa melakukan hal itu dengan Haykal. Mengingat Sahila pernah mabuk dan tidak sadar kan diri tapi..!!


"Haykal! kenapa kau membiarkan semua ini terjadi," lirih Sahila dengan nada tersengal-sengal. Dan saat pintu lift itu terbuka Sahila sesegera mungkin menghapus air mata yang sudah membasahi pipinya itu.


Dengan lanjut berjalan Sahila mempercepat langkahnya dan ia pun menaiki taksi online yang ia pesan. Di sepenjang jalan itu Sahila berandai-andai.


Andaikan saja ia masih di hotel village itu bersama sahabat-sahabatnya itu mungkin ini semua tidak terjadi, itulah pikiran Sahila saat itu.


Dengan membuka layar ponsel Sahila menekan tombol galery yang terdapat beberapa foto-fotonya dengan sahabat sahabatnya itu.


"Hidupku sudah hancur!" batin sahila dengan membanting ponselnya tepat di samping kakinya, dengan terkejut supir itu pun menanyakan keadaan Sahila, dengan tenang Sahila menjawab bahwa dia baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2