
Barr!
" bagaimana. apakah kau senang?" teriak cindy di telinga haykal
" yahh! I am very happy. hahaha. uh!" terial haykal dengan menggoyangkan badannya dan tangan di atas
" yes that's what i want. enjoy.. huu..!!" teriak lanjut cindy dengan mengikuti gerakan haykal dan tangan di atas dengan music yang sangat keras membuat semua orang yang berada di dalam bar itu juga menikmati musik DJ nya.
sementara itu sahila dan yang lainnya kembali ke vila kamar mereka menginap.
Brakk!!
setelah pintu itu tertutup, devi segera berjalan menuju matras empuk yang ia tiduri.
" sa gw tidur duluan ya. mata gw udah berat banget nih" lirih devi dengan mematikan lampu kamar yang berada di sudut tembok di atas meja.
" ya ok vi tidurlah. gw masih belum ngantuk" balas sahila dengan memasuki toilet untuk membersihkan diri dan berganti baju kimono setelah itu sahila menaiki matras dan duduk bersandar di kepala tempat tidur.
sahila pun mengambil buku dari laci meja tempat tidur dan memulai membaca novel. dipertengahan membaca sahila teringat akan haykal.
sahila melupakan pesan dari haykal dan mengabaikannya.
sahila pun langsung mengambil ponselnya di dalam tas nya dan bergegas untuk membuka pesan yang belum sempat ia baca. berisi
" perempuan cantik ku, sahila lagi apa? apakah aku sedang mengganggumu"
melihat pesan itu sahila pun langsung membalas pesannya tapi gak ada jawaban dan ia pun langsung menelfon nya tapi nomer haykal sudah tidak aktif dan ia pun melihat notifikasi masuk.
" haykal menyukai post aku dan itu 2 jam yang lalu, tepat aku ngeposting.
apakah dia marah karena itu nomernya tidak aktif. tapi kenapa?" batin sahila
" lebih baik gw tidur dulu besok akan gw hubungi dia lagi" lanjut batin sahila dengan merebahkan badannya di atas matras empuk itu.
pagi itu pun tiba dhani dan dhenis yang bangun terlebih dahulu itu pun sudah mendahului para wanita itu dan menggedor pintu nya memberi tanda bahwa mereka sudah bangun.
mereka bersiap untuk lari pagi di desa indah itu.
" ah siapa sih" ujar devi dibalik selimut tebal kamar hotel itu sembari mengeluarkan kepala dibalik selimut.
" ha lu mau kemana sa?" lirih devi dengan melotot kan mata saat sahila sudah menggunakan kaos dan celana training wanita dan rambut yang di ikat satu hampir mirip seperti jinny.
" olahraga lah. lu mau gw tinggal dengan tetap berbaring disitu" ucap sahila jelas
" gila lu ya sa. lu gak bangunin gw terus sekarang mau ninggalin gw" ujar devi kesal sembari masuk ke dalam toilet.
__ADS_1
" udah gak usah mandi. cuci muka aja dulu.. gw tunggu di luar ya.. daa.. daa.. " ejekan sahila setelah membuka pintu itu keluar.
" sa tungguin gw" teriak devi.
sahila pun keluar dan menemui dhani dan dhenis yang sedang berada di taman bawa.
" pagi semua" sapa sahila ke saudara kembar itu dengan menggerakkan tubuh untuk pemanasan sebelum lari.
" devi mana sa?" tanya dhenis dengan posisi kepala celingak-celinguk.
" masih di belakang. habis ini nongol kok" ucap sahila masih menggerakkan tubuhnya.
" hai semua pagi" suara devi dengan nada tersengal-sengal
" pagi juga devi" balas sahila dengan senyum mengejek sembari di susul sapa an dhenis dan dhani.
" kenapa lu sayang kok ngos-ngosan" ujar dhenis dengan mengerutkan dahi
" nih sahila, gw gak dibangunin karena itu gw telat" jawab devi dengan melirik ke arah sahila kesal.
sahila pun hanya nahan senyum yang di bantu oleh bungkaman tangannya.
" yuk ah ntar keburu mataharinya di atas" sahut sahila dengan mendahului langkah kaki pertama.
mereka pun akhirnya lari pagi bersama dengan di selimuti embun pagi dan di dapat pemandangan sunrise. mereka pun menikmati pagi itu dengan bahagia.
mereka berhenti di cafe itu untuk mengisi perut kosong mereka.
tak lama kemudian tiba-tiba ponsel sahila berbunyi.
kring.. kring..!!
panggilan masuk nomer tidak dikenal.
" emmm.. bentar ya guys. gw angkat telfon dulu" ujar sahila dengan berdiri dari kursinya
" ok" seru devi dan dhenis
" siapa?" batin sahila dengan memandangi layar ponselnya.
" iya hallo?" ujar sahila dari dalam handphonenya
" apa kabar sa?"
" haykal" batin sahila dengan menelan air liur
__ADS_1
" siapa sa?" tanya dhani yang sudah menghampiri sahila berdiri di outdoor cafe
" ah iya kal ada apa? ini nomer baru kamu ya karena tadi malem gw telfon balik lu gak aktif" tanya sahila dengan mengulurkan tangannya ke arah dhani membuka kelima jarinya untuk pergi dari hadapan dhani.
melihat itu dhani sangat sedih tapi tidak ia perlihatkan karena dhani tau dhani bukan siapa-siapa sahila yang harus bertanya dan melarangnya untuk berbicara dengan siapapun itu. dhani hanya bisa menelan air liur dan melihat sahila yang sedang mengobrol dari kejauhan.
sahila pun kembali mengobrol dengan haykal di dalam handphone nya. didalam obrolan itu sahila meminta maaf karena sudah mengabaikannya dan tidak membalas pesannya.
sahila juga memberitahu haykal posisi sahila saat ini dan juga mengundang haykal jika dia ingin karena sahila akan kembali dalam 2 hari lagi sebagai permintaan maaf.
mendengar itu tentu memberi kesempatan haykal dan merusak rencana dhani untuk mendapatkan hati sahila. dengan kelicikan haykal dia pun meminta sahila untuk menerima kedatangan cindy saat bersamanya.
karena dengan alasan haykal dia melihat mereka berpasangan kenapa tidak kalau haykal juga mengundang teman ceweknya.
mendengar ajuan haykal dan alasan haykal, sahila pun akhirnya menerima penawaran haykal dengan syarat tidak ada yang merugikan satu sama lain dan tidak ada yang boleh bertengkar dengan alasan apapun, jika tidak sahila akan pergi disaat itu juga.
tentu haykal menyetujui itu semua dengan rencana liciknya itu.
akhirnya haykal pun pergi meninggalkan kotanya di hari itu juga bersama teman mesranya yaitu cindy.
sahila pun menutup telfonnya dan menghampiri dhani yang sempat ia cuekin dengan pertanyaannya.
" itu tadi haykal. dia akan menyusul kita kemari. apakah boleh" tanya sahila dengan menundukkan setengah kepalanya melihat kearah dhani sembari menaiki dahinya.
" apakah kau sudah mengundang nya kemari" ucap dhani jelas
" iya sudah" balas sahila dengan menelan air liur.
" kalau gitu buat apa kamu minta izin gw" ujar dhani kesal dengan pergi dari hadapan sahila dan kembali ke dalam cafe
" dhani, apa kau marah?" tanya sahila dengan langkah berdiri dari belakang dhani.
" tidak. buat apa. emang kamu siapa gw dan tempat ini apa milik bokap gw" ujar dhani kesal dengan membalikkan badan dan meninggalkan cafe
melihat itu terlihat oleh dhenis dan devi.
" dhani kenapa sa?" teriak devi dengan jarak 4 meter dari sahila
melihat kepergian dhani sahila merasa menyesal dan sahila merasa tidak enak hati dengan dhani dan juga dengan yang lainnya.
tidak sepantasnya sahila mengundang haykal tanpa persetujuan lainnya karena ini liburan mereka dan lebih dari itu sahila mengerti bahwa dhani tidak menyukai haykal.
tapi maksud sahila baik dan tidak bermaksud untuk menyakiti hati dhani. dia berfikir dengan kedekatan atau kebersamaan mereka lahan-perlahan mereka pasti akan menyukai satu sama lain.
tapi tanpa sahila pikirkan ada maksud lain dari dhani.
__ADS_1
dhani tidak menyukai haykal karena tujuan haykal yang tidak diketahui sahila.
tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur. dan haykal sudah menuju vila mereka.