Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 23


__ADS_3

saat dhani pergi meninggalkan cafe itu sahila juga pergi meninggalkan cafe itu tanpa menjawab pertanyaan devi sebelum ia pergi.


melihat situasi saat itu devi dan dhenis menjadi khawatir saat melihat sahila pergi dengan keadaan menangis. akhirnya mereka pun menyusul sahila, tidak jauh dari cafe tiba-tiba sahila kesandung batu dan terjatuh.


" sahila" teriak devi dengan mengulurkan tangannya karena kaget dengan jarak 2 meter.


sahila pun menangis saat terjatuh pada posisi terduduk, dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya itu. akhirnya devi dan dhenis tepat berada didepan sahila dan berusaha membangunkannya tapi sahila menyingkur tangan mereka.


" sahila apa kau baik-baik saja" ujar dhenis.


" ya dhenis gw baik-baik saja, aku mohon padamu untuk menyusul dhani" ucap sahila dengan mulai mengangkat tubuhnya sendir.


" tapi katakan sa, ada apa ini sebenarnya kenapa kamu menangis dan kenapa dhani begitu marah" tanya dhenis dengan alis hampir menyatu.


" gw bilang lu susul dhani dhenis plis" lirih sahila dengan membungkam mulutnya


karena perintah sahila, dhenis pun menyusul dhani dengan lari sedangkan devi menuntun sahila untuk kembali ke vila dengan kaki setengah pincang karena kaki nya yang terkilir.


setiba dari hotel sahila melihat dhani membawa koper dengan dhenis yang berada dibelakangnya untuk mencegahnya pergi. melihat itu sahila langsung berjalan dengan langkah yang lebih cepat dengan keadaan menahan sakitnya keseleo.


" dhan plis dengerin penjelasan ku dulu, kamu jangan seperti ini dong." ujar sahila dengan merebut koper yang dipegang dhani.


" ngejelasin apa sa? ngejelasin kalau lu sama dia.." tiba-tiba dhani menghentikan omongannya saat sebuah mobil berhenti di depan ke empat sahabat itu.


setelah mereka berempat menjadi patung karena kedatangan mobil itu, orang pemilik mobil itu pun turun dari mobil nya. terdapat seorang pria dan wanita.


" haykal " ujar dhenis terkejut dengan mengerutkan dahinya.

__ADS_1


" kenapa dia tiba-tiba ada disini. apa sahila mengundang mereka." batin dhenis dengan mengarah ke arah sahila tajam.


" siapa perempuan yang bersama haykal itu sa" tanya devi kepada sahila. dengan memegang pundak sahila


tapi sahila hanya bisa diam karena sahila sendiri kaget teman perempuan itu ternyata cindy dan dia tau dia bukan perempuan baik-baik melainkan perempuan yang tidak benar.


perempuan yang ia temui saat bersama haykal di sebuah bar dan melayani beberapa pria dengan menuangkan minuman di masing-masing gelas ke para hidung belang. termasuk haykal yang datang bersamanya.


tidak hanya itu sahila pernah menemui perempuan itu berciuman sama haykal tapi sahila menutupi itu dari haykal.


sahila juga pernah mengajukan pertanyaan kepada haykal tentang hubungannya dengan perempuan itu tapi haykal menepis hubungannya dan mengaku bahwa tidak lain perempuan itu adalah teman kecil haykal yang sedang kesepian karena sering ditinggal pergi keluar negri dan harus pulang 1 bulan sekali karena tuntutan pekerjaan.


tapi sahila tidak mempercayainya karena bukti yang ia lihat sendiri tepat di depan matanya.


dan tidak hanya itu haykal juga pernah berjanji dia tidak akan menemui perempuan itu lagi kalau sahila tidak suka karena haykal sudah menemukan cewek yang bisa buat dia happy dan tidak pernah merasakan kesepian sejak saat sahila masuk ke dalam hidup haykal.


sahila juga tidak pernah mengira kalau teman cewek haykal yang ia bawa tidak lain adalah cindy perempuan yang di maksud sahila itu.


" ada apa ini. kenapa kalian berada disini. bukankah kata sahila kalian pulang 2 hari lagi dan ini apa? kenapa sahila membawa koper? apa semua baik-baik saja" ujar haykal dengan sekali memajukan kaca matanya dan yang ia putar ke kanan dan kekiri.


mendengar ucapan haykal itu. dhani pun akhirnya merampas kembali koper dari tangan sahila dengan tatapan tajam dan tatapan yang ingin membunuh pria dihadapannya itu dan berkata, ya..semua baik-baik saja dan kita memang akan kembali 2 hari lagi dan koper yang sahila bawa barusan adalah koperku yang ketinggalan dari mobil dan sahila yang membawanya untuk ku tapi aku bilang " jangan sahila itu akan membuat mu terasa berat karena langkah kaki mu yang berat karena habis jatuh dan itu pasti rasanya sakit" kata dhani dengan melangkah satu langkah lagi dan dengan jarak rentangan 5 jari dari wajah haykal dan berkata tapi dia tidak mau dia terus memaksa untuk mengambil koperku meski itu rasanya berat dan sakit karena kaki ku ini. lirih dhani dengan sedikit menyindir dan mengeram kan giginya dan pergi dari hadapan haykal membawa kopernya untuk kembali ke kamarnya.


" hi why him" tanya haykal bingung dengan merentangkan tangannya yang masih menggenggam ganggang kaca mata


melihat dhani kembali ke dalam hotel sahila tersenyum bahagia dan sahila pun akhirnya menyambut haykal dan teman ceweknya itu.


dan sahila juga meminta maaf sebelumnya ke pada devi dan dhenis karena sahila mengundang haykal tanpa bertanya dulu kepada mereka.

__ADS_1


dan akhirnya dhenis menyadari pokok permasalahan sahila dan juga dhani. dhenis pun langsung pergi dari sana tanpa menyambut kehadiran haykal bahkan dia juga tidak menyapa.


" lho sayang" teriak devi


" emm.. hai haykal selamat datang dan selamat bergabung, gw permisi dulu" lirih devi dengan melambaikan tangannya dan pergi lari terbirit-birit mengejar dhenis.


melihat kepergian dhenis seperti itu sahila merasa tidak enak dan meminta maaf atas nama dhenis.


dan tentu itu membuat haykal sedikit marah tapi haykal mencoba untuk tenang dan menerima.


dengan wajah polosnya haykal menerima itu semua haykal menganggap mungkin karena sedikit kaget dengan kedatangannya dan teman perempuannya itu dan haykal memakluminya.


dengan perkataan haykal sahila merasa lega.


" ok kalau gitu. kalian bisa memesan kamar, untuk mbak nya maaf karena kamar yang saya tempati hanya ada dua tempat tidur jadi mbaknya harus tidur sendiri" ujar sahila dengan membungkukan badan


" oh yeah it doesn't matter." ujar cindy dengan tangan kiri yang memegang pinggulnya.


" ok. kalau gitu gw permisi dulu, kalian boleh istirahat dan nanti kita akan bertemu lagi saat makan malam" ujar sahila dengan membalikkan badan dan pergi dari hadapan haykal dan cindy.


" kenapa kita pesan dua kamar. single room is not a problem" ujar cindy dengan kekehan lembut


" ya kalau kita gak sedang berlibur dengan mereka, It does not matter. but look at us with him" ujar haykal dengan menarik pinggul cindy dan berjalan menuju resepsionis.


sahila pun kembali ke kamar tapi sahila tidak menemukan devi. " dia pasti dikamar sebelah" batin sahila dan pergi ke kamar dhenis dan dhani.


dengan kedatangan sahila mereka tiba-tiba menghentikan pembicaraannya, jelas itu membuat sahila bingung dengan melirik satu persatu ketiga sahabat itu sahila bertanya " kenapa kalian diam saat gw datang, ada apa?" ujar sahila dengan merentangkan setengah tangannya.

__ADS_1


melihat itu sahila pun ditarik oleh devi dan pergi dari kamar dhenis dan dhani untuk mencoba menenangkan sahila dan memberi dia pengertian atas ketidak nyamanan sahila tadi. karena devi tau itu kesalahan sahila dan sahila juga harus memahami mereka dan butuh waktu untuk menenangkan dhanni.


" tapi lu tenang aja. dhenis tidak marah dhenis hanya berusaha menenangkan dhani dan butuh istirahat. nanti kita akan bertemu lagi saat makan malam" ucap devi dengan membalikkan badan sahila dan pergi ke kamarnya.


__ADS_2