
Tidak ingin berfikir lama lagi. Sahila pun beranjak dari kursinya dan melangkah pergi untuk menemui Haykal dan mempertanyakan permasalahannya dengan Cindy.
"eh, mau kemana lu Sa?" tanya Dhani dengan merentangkan tangan sembari mendorong kursi kebelakang yang ia duduki.
"Gw mau cari Haykal untuk mempertanyakan ini semua," ujar Sahila saat langkah kakinya terhenti karena panggilan Dhani.
Sahila pun melanjutkan langkahnya dengan jalan lebih cepat. Terlihat Sahila mengambil ponselnya dari tas dan berusaha untuk menghubungi Haykal dengan keberadaannya sekarang. Tapi itu pun sia-sia Haykal tidak menjawab telfon Sahila.
Sahila pun semakin mempercepat langkahnya dan saat ini tubuh Sahila tepat di depan kamar Haykal.
Tok tok tok!
Suara ketukan pintu Sahila memanggil. Tapi tidak ada jawaban saat Sahila mengetuknya beberapa kali. Sahila pun memandangi layar ponselnya dan membelakangi pintu kamar Haykal. Tapi tetep aja Haykal masih belum mengangkat telfon Sahila.
Sahila pun memutuskan untuk pergi ke resepsionis. Mempertanyakan keberadaan Haykal. Dengan penuh harapan.
"Maaf permisi, kamar atas nama Haykal apa dia masih ada di hotel ini?" tanya sahila saat sampai di loby, dengan meletakan kedua tangannya itu di meja resepsionis sembari memutar-mutarkan ponselnya karena cemas.
"Bentar ya kak, saya cek dulu. Tidak kak, atas nama Haykal masih belum check out," jawab resepsionis
"Oh belum ya kak, terima kasih," kata Sahila dengan membalikan badan dan pergi keluar dari hotel.
"Haduh! lu itu kemana si Kal? gw khawatir nih. Angkat dong telfon aku," gerutu Sahila dengan menempelkan ponselnya di telinganya.
Tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundak Sahila, dan ia pun berhenti menggerutu dan mencoba menghentikan gerakan kakinya. Dengan perlahan Sahila pun membalikan badannya dan terdapat seorang pria.
"Haykal!" seru Sahila dengan mengerutkan dahinya.
"Kamu mencari ku?" tanya Haykal dengan nada lirih.
"Iya! Dari tadi gw coba nyariin lho dan juga menghubungi kamu, tapi kamu gak ngangkat telfon ku," lirih Sahila dengan memanyunkan bibirnya.
"Iya maaf, tadi gw hanya ingin menenangkan diri dan mencari udara segar," umpat Haykal dengan membelakangi Sahila
Tentu respon Sahila saat itu cemas dan Sahila juga menahan dirinya untuk tidak banyak bertanya.
__ADS_1
"Ok! gw tau masalah lu dengan Cindy saat di loby tadi, tapi gw gak akan tanyakan kenapa. Tapi aku mohon kamu jangan sedih," ucap Sahila dengan memegang pundak Haykal dari belakang.
Haykal pun tersenyum bahagia. Dia berhasil membuat Sahila khawatir, tidak hanya itu di kepala Haykal saat ini adalah ia ingin menggunakan kesempatan itu untuk menarik perhatiannya dan mencoba mendekati hati Sahila lagi.
" Dan rencana ku kali ini harus berhasil," batin Haykal dengan menyunggingkan bibirnya keatas
"Kamu bisa gak nemenin gw?" ujar Haykal memelas saat membalikan badannya dan menempatkan tubuhnya di depan wajah Sahila.
Sahila pun mengangguk-angguk kepala.
"yes!" batin Haykal dengan memeluk lembut Sahila.
"Makasih ya Sa," lirih Haykal.
Sahila pun hanya menganggukkan kepala, dalam pelukan Haykal.
"Oh ya kamu mau aku temenin kemana?" tanya Sahila dengan melepaskan pelukannya sembari menaikan dahinya keatas.
"Gw mau kamu nemenin gw pulang," ucap Haykal dengan menatap tajam Sahila.
"Tapi tadi kamu mau nemenin aku kan!" ujar Haykal dengan menepatkan dirinya didepan Sahila.
"Tapi gw kira kamu minta temenin jalan-jalan di sekitar sini," lirih Sahila dengan memegang dahinya, tak habis pikir Haykal meminta itu.
"Plis!" lirih Haykal memelas.
Butuh beberapa menit Sahila memikirkan itu semua, keputusan sahila yang sepihak itu pasti tidak akan disetujui, kurang lebih Sahila juga memikirkan Dhani yang belum tentu mendengarkan dia cuma hanya demi Haykal.
Sahila pun memandangi wajah Haykal yang tampak gelisah, dengan tidak tega akhirnya Sahila pun menggandeng tangan Haykal dan membawanya ke para sahabatnya itu.
Dengan meminta izin Sahila memohon ke tiga sahabatnya itu untuk kembali sekarang juga. Sontak permintaan Sahila membuat semuanya kaget, terutama Dhani ia langsung berdiri dan menempatkan dirinya pas dihadapan Sahila.
"Apa kau lakukan ini hanya demi orang ini," ujar Dhani dengan menuding kan Haykal sembari menatap mata Sahila tajam.
Sahila pun menatap tajam Dhani dan memohon agar permintaannya dipenuhi dengan alasan Haykal ingin mempercepat permasalahanya dengan Cindy dan tidak mungkin kalau Haykal harus pulang sendiri. Sedangkan Haykal datang dengan Cindy yang sekarang mobilnya di bawa olehnya.
__ADS_1
Mendengar pernyataan Sahila. Dhani hanya memandangi mata Sahila dengan penuh kekecewaan dan tanpa mengucapkan satu kata pun, ia langsung menggeser kan tubuhnya dan pergi dari hadapan Sahila dan menabrak kasar bahu Haykal yang tepat berada dibelakang Sahila.
Haykal hanya senyum sinis saat mendapatkan perilakunya itu. Dengan sangat puas haykal menebaskan tabrakan Dhani di bahunya.
Sahila pun tidak bisa berkata banyak dan saat memandang wajah Dhenis ia hanya memalingkan wajahnya dan berdiri untuk pergi.
"Vi?" lirih Sahila memelas.
" Sorry sahila i just followed their decision," kata devi dengan berdiri sembari menepuk bahu Sahila dengan melangkah pergi dari hadapannya.
Sahila pun hanya merentangkan setengah tangan ke Haykal dan menempatkan dirinya di atas kursi dengan kepala tertunduk.
"Kalau kamu tidak bisa gak papa Sa, gw bisa kok pulang sendiri. Malam i ni ju ga," lirih Haykal dengan menaiki satu alisnya.
"Jangan dong Kal, lu kesini atas undangan gw masa lu harus pergi dengan cara seperti ini. gw akan tetap bertanggung jawab atas semua yang menimpa lu. kalau gak karena gw, lu gak mungkin seperti ini," ujar Sahila menatap tajam Haykal
"Lu tunggu sini ya. Gw coba ngomongin ini lagi ke mereka," ujar sahila
"kalau mereka tetap pada keputusannya?" tanya Haykal
"Gw akan tetap pergi untuk nemenin lu," ucap Sahila dengan senyum tipis
Tentu dong itu membuat Haykal girang. Rencana dia berjalan sangat mulus sesuai yang ia harapkan dan dengan santai Haykal menaikan kaki kirinya di atas paha kanannya.
"Ternyata marahnya Cindy ada hikmahnya juga. Dari kemaren-kemaren kek," batin Haykal dengan menyunggingkan senyumnya ke atas.
Kamar Dhani.
"Guys plis!" ujar Sahila saat berada di kamar Dhani dan Dhenis.
"Sorry Sa tidak bisa. kalau kamu ingin pergi ya udah pergi aja," sahut Dhenis kesal saat ia melirik Dhani tapi Dhani hanya menatap kaca jendela dan tidak memberi suara.
"Sayang!" sontak Devi kaget, tidak percaya Dhenis akan mengatakan hal yang mungkin akan menyakitkan hati Sahila.
"Ok gw akan pergi sendiri dengan Haykal tanpa kalian," ucap Sahila tertawa kecil dengan nada tinggi.
__ADS_1