Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 26


__ADS_3

Saat Devi membuka mata dan mengarah ke kaca jendela yang terbuka, terlihat cahaya yang sedang menyentrong wajahnya dan membuat mata Devi kembali tertutup dan menutup wajahnya dengan kelima jarinya itu.


Merogoh-rogoh dibalik bantal, Devi mencari ponselnya tapi tidak ia temui juga. Melihat ke arah Sahila yang masih tidur dengan pulas dibalik selimut yang hanya terlihat wajahnya itu membelakangi jendela.


Devi pun melihat selimut yang sudah tergeletak dilantai dan mengambilnya, saat itu Devi melihat ponselnya tergeletak dilantai. Devi pun langsung mengambilnya dan menekan layar ponselnya yang ternyata sudah mati. Melihat kearah meja dinding terdapat charger yang sudah menempel ke stop kontak. Devi pun menghubungkan ponselnya ke charger.


Sebelum ia mandi, Devi pun membangunkan Sahila dan melangkah kearah kamar mandi.


Sahila pun terbangun dan mencari ponselnya yang sudah mati dan menghubungkan ponselnya dengan charger dan mulai menyalakannya.


Terlihat beberapa pesan masuk dan juga panggilan masuk. terlihat diponsel layarnya panggilan dari, Dhani dan juga Dhenis.


Sahila pun langsung menelfon balik Dhani dan menanyakan posisinya sekarang. Mendengar dhani yang masih dikamar, Sahila pun langsung menemuinya.


" Hai! kau belum mandi?" ujar Dhani saat Sahila membuka pintu kamarnya.


"Belum nih! baru bangun," lirih Sahila menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur Dhenis.


"Dhenis kemana?" tanya Sahila


"Ngopi di bawah. Lagi nungguin kalian sarapan. Ponsel si Devi juga mati?" tanya Dhani langsung memalingkan wajahnya dari layar ponselnya, melihat kearah Sahila yang sedang mengucek-ngucek matanya.


"Iya kayaknya, lagi di charger tuh," ucap sahila dengan mengangkat tubuhnya dan kali ini Sahila posisi duduk tepat didepan Dhani.


"Yaudah. Gw mandi dulu ya, kasian ntar Dhenis nunggu lama lagi," lirih Sahila langsung berdiri dengan kaki yang sempoyongan.


"Iye! awas jatuh. ngangkat tubuh sendiri aja kayak ngangkat beban ratusan orang," ejek Dhani dengan tertawa kecil.


"Sial lu!" rengek Sahila saat menutup pintu.


Saat itu menunjukan pukul 11.05 wib. Mereka pun akhirnya berkumpul di restoran kecuali Haykal dan Cindy. Tapi saat ini Sahila tidak begitu merespon dengan ketidak hadirannya dengan Cindy, karena Sahila sendiri memaklumi, itu mungkin karena mereka sedang kecapekan.

__ADS_1


malam hari sebelum sarapan. Setelah habis bersepeda tandem!


Tapi nyatanya keberadaan Haykal saat ini berada di kamar Cindy sejak malam tadi. Setelah mereka semua masuk kamar. Haykal pun menarik Cindy tanpa izinnya, saat membuka pintu langsung membelai lembut rambut Cindy dan mencium lembut bibir Cindy yang tipis. Dengan saling berpelukan dan saling membalas ciuman satu sama lapn dengan langkah pelan tapi pasti. Tubuh Cindy pun terlempar diatas tempat tidur dan terjadilah sesuatu pada malam itu. tanpa ada yang tau, saat ini mereka masih berada di satu kamar.


restauran


Sarapan di siang hari itupun selesai. Melihat arah pintu masuk restoran Sahila pun berdiri dan berniat untuk berkunjung kekamar Haykal.


Langkah demi langkah kaki itu berjalan menelusuri lorong-lorong hotel itu dan kaki itu pun berhenti tepat di depan pintu kamar Haykal.


Tok.. tok.. tok..!


Suara pintu itu terdengar dari dalam kamar Haykal.


"Kal? siapa itu?" tanya Cindy menggoyangkan tubuh Haykal.


"Haykal! Kal? belum bangun ya?" ucap Sahila dibalik pintu


"Haykal? sarapan dulu yuk, gw temenin," ujar Sahila dengan masih mengetuk pintu.


Haykal pun semakin gugup dan terdapat keringat dingin di kening nya. "Bagaimana nih?" lirih Cindy dengan menutup badannya tampak depan.


"Tenang dong, jangan bikin gw semakin panik," pekik haykal dan mengangkat bahu Cindy dan mendorongnya ke arah kamar mandi.


Dengan menghembuskan nafas Haykal membuka pintu. "Iya, Sa?" ujar Haykal saat menampakan diri kehadapan Sahila.


"Lama sekali kamu membuka pintu, kamu lagi apa sih?" ucap Sahila penasaran, mengamati sekeliling segala arah ruang kamar Haykal yang terlihat olehnya.


Haykal pun menutupi pemandangan Sahila dengan tubuh gagah Haykal. " Gw baru bangun dan terbangun karena ketukan mu. hihihi!" ujar haykal gugup dengan tertawa kecil.


"Ouh..! gw boleh masuk gak? sambil nunggu kamu!" kata Sahila dengan mendorong dada Haykal yang berotot. Tapi Haykal menahan dorongannya dan membalikkan badan Sahila dengan kedua tangan Haykal memegangi pundaknya.

__ADS_1


"Lebih baik kamu nunggu gw di restauran aja, kalau sampek ada yang liat kan gak enak," kata Haykal dengan senyum tipis


Mendengar Haykal berkata seperti itu, Sahila jadi malu. Tidak seharusnya Sahila menerobos kamar cowok seperti tadi. "Iya kamu benar Kal! maaf kan aku, gw jadi malu gak seharusnya gw menerobos seperti tadi. sekali lagi maaf" lirih Sahila dengan menggaruk rambutnya karena malu dan membalikan badannya dan melangkah menuju restoran bawah.


Melihat Sahila sudah menghilang dari hadapannya, Haykal pun bernafas lega dan masuk kedalam kamar dan membuka pintu kamar mandi untuk mengeluarkan Cindy dari dalam sana.


"iih..! tega banget sih lu Kal, masukin gw kedalam kamar mandi seperti tadi," seru Cindy dengan menyilang kan kedua tangannya di dada dan membelakangi Haykal.


"Jangan ngambek gitu dong sayang.Kamu tau sendiri tadi Sahila berusaha masuk, kalau sampai dia berhasil masuk dan melihat mu berada didalam kamar ku apa kata dia nanti?" ujar Haykal dengan memeluk Cindy dari belakang dan mencium lembut telinga nya.


Cindy pun tidak berkuasa atas desisan yang diberikan oleh Haykal. Cindy pun mulai terbawa nafsu dan sekarang mereka saling berhadapan saat Cindy membalikkan badan. Seperti biasa Haykal tidak bisa menahan gejolak kan dari dari Cindy dan Haykal pun menikam Cindy dengan kasar.


Mereka berdua kini pun berada di posisi dalam kamar mandi. dan terjadilah sesuatu


restauran


"Hii! Haykal lama sekali sih, kan gw jadi Bete," gumam Sahila dengan menatap arah pintu masuk restauran itu.


"Kamu janjian dengannya?" tanya Dhani memalingkan wajahnya dari layar ponselnya.


"Iya! tapi kok lama banget sih. Gw barusan juga mengetuk kamar Cindy tapi gak ada jawaban," gerutu Sahila dengan meletakan ponselnya diatas meja


"Mas? permisi," teriak sahila dengan mengacungkan tangannya kearah salah satu karyawan di restauran itu.


"Mas saya pesan kopi item satu ya," ujar Sahila dengan mengambil majalah yang berada di atas meja, di samping kursi nya.


Mendengar Sahila pesan kopi hitam membuat Dhani kaget. "Tumben pesan kopi?" tanya Dhani penasaran dengan meletakan ponselnya di atas meja dan mengambil majalah yang Sahila pegang.


"Iihh! apaan sih lu Dhan, sini in gak?" bentak Sahila dengan mengerutkan dahinya.


"Jawab dulu?"

__ADS_1


"Gpp, gw hanya ingin kopi aja hari ini," jawab Sahila singkat.


__ADS_2