
" Tapi kamu tidak berhak atas semua diriku?" Apa maksud dari perkataan Sahila tadi?
Duduk di atas kasur kamarnya, Bibi Eni memikirkan atas ucapan yang di bicarakan Sahila dengan Haykal.
Apa maksud Sahila tadi? Dan masalah apa yang mereka hadapi? Kenapa Sahila terlihat begitu marah saat melihat pemuda itu, siapa sebenarnya Pemuda itu?
Bibi Eni mendengar beberapa percakapan dari Sahila, dengan lantang Sahila mengatakannya. Sehingga terdengar dari anak tangga, dimana Bibi Eni membersihkan pecahan gelas yang Sahila pecahkan.
Keluar dari kamar Bibi langsung menghampiri telfon rumah untuk membicarakan masalah itu dengan Dhani. Membuka sebuah buku nomer telfon. Bibi mencari nomer Dhani dan segera menekan tombol nomer.
"Hallo Dhani bisakah kau datang ke rumah?" ujar Bibi Eni dari dalam telfon kediaman Sahil Dermawan.
"Tentu bisa Bii, ini kita udah on the way untuk menemui Sahila," ucap Dhani dengan nada pelan.
"Baguslah kalau gitu, Bibi tunggu."
Apartemen Residence.
Setelah sampai di depan gedung Apartemen parkir. Sahila melihat Haykal turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Sahila, saat ia melihat gedung Apartemen itu Sahila membalikkan badan dan kembali memasuki mobil tapi Haykal menghentikan aksi Sahila yang hendak menarik ganggang pintu mobil itu.
"Lepaskan! aku ingin pulang," rajuk Sahila.
Tapi rajuk nya tak dihiraukan Haykal. Dengan pandangan ke depan Sahila pasrah oleh tarikan tangan Haykal. "Sebenarnya apa yang kau buktikan?" gumam Sahila dengan terus menelusuri setiap lorong yang ia lewati.
"Apa yang kau lakukan? Mengapa kau bawa aku ke Apartemen terkutuk ini, hah?" bentak Sahila tak tahan menahan akan amarahnya.
"Plis tolong dengarkan aku baik-baik Sahila. Aku tidak bermaksud untuk mengingat kan kamu dalam hal yang menjijikan itu. Aku terpaksa membawa mu kesini agar kau tidak terus menyalahkan aku lagi atas apa yang kita lakukan kemarin malam." Haykal berusaha untuk meyakinkan Sahila, apa yang sedang menimpa dirinya malam itu.
Haykal mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Sahila yang langsung membuat gadis itu gemetar ketakutan. Haykal menatap tajam gadis itu seolah ingin mencium bibirnya. Sahila yang malang hanya bisa berpaling tanpa bisa berkutik karena saat ini Sahila sudah berada di dalam Apartemennya.
"A-apa yang akan kau lakukan?" tegas Sahila merasa gugup dan berusaha menghindar dari dekapan Haykal.
__ADS_1
Tapi Haykal tidak membiarkan itu terjadi. Haykal terus mengurung Sahila dalam rentangan kedua tangannya dan menatap wajah gadis itu.
"Ingat! jaga batasan mu Haykal," bentak Sahila dengan mata melotot dan tanpa rasa takut kali ini.
"Ingatlah kembali malam itu Sa. Di ruang tamu ini kita memulainya. Dan ungkapan isi hati mu membuat aku lemah. Kecupan bibir mu itu ...?"
"A-apa yang kau bicarakan ini? ungkapan hati siapa? Aku tidak pernah mengatakan hal itu karena aku memang tidak punya perasaan apa-apa terhadap mu." Sahila berusaha mengelak hal itu.
Tapi Haykal tidak bodoh. Diam-diam Haykal merekam kejadian malam itu. Dengan melepas kedua tangan Sahila, Haykal Berjalan di sisi meja dan mengambil sebuah handycam yang tersembunyi. Dan memperlihatkan isi video malam itu.
Sahila tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Dan benar Kejadian itu bermula dari ungkapan isi hati gadis itu dan diiringi oleh kecupan bibirnya dan disusul oleh Sahila melepas bebas kaos pria itu.
"Tidak! ini pasti palsu. Kamu pasti sudah menjebak ku? ia kan?" teriak Sahila dengan nada marah dan membanting handycam itu dengan kasar.
"Terserah yang jelas itu kenyataannya," ucap Haykal tegas dan singkat.
Dengan tertawa kecil Sahila menyunggingkan bibirnya ke atas.
"Ternyata benar apa yang di katakan oleh Dhani. Kamu tidak sebaik yang aku kira. Bagaimana mungkin kamu bisa merekam ini semua jika tidak ada maksud lain? jangan-jangan benar kau mempunyai tujuan yang buruk terhadap ku?"
Terlihat sangat jelas saat Sahila melotot dan mengepalkan tangan. Haykal sangat ketakutan. Ia tidak pernah menduga kalau cewek selembut dan sebaik Sahila bisa garang seperti itu.
"Ya kamu benar. Aku menginginkan sesuatu dari kamu Tapi yang harus kamu tau aku juga sangat mencintai mu," bentak Haykal dengan meremas tangan Sahila dengan sangat erat.
"Jahat! jahat sekali kamu dengan ku. Salah ku apa?" gumam Sahila dengan merintih ia menahan suara tangisannya dengan menutup mulutnya.
"Tidak mungkin ..." lirih Sahila. Saat ini ia duduk di lantai dan mendekap sofa ruang tamu.
"Bagaimana kamu bisa bilang itu palsu? itu benar kamu dan seperti yang kau lihat, kau yang memulai ini semua. Aku tidak pernah memaksa mu untuk melakukan hal itu. Aku hanya lemah akan cinta ku padamu," tegas Haykal dengan mendekap gadis itu dan memeluknya sangat erat.
"Maafkan aku."
__ADS_1
"Aku benar-benar sangat mencintai mu Sahila," lirih Haykal dengan menyunggingkan senyumnya ke atas.
"Ini semua sudah terjadi dan tidak ada hal lain yang harus kita lakukan. Aku janji padamu aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan padamu."
Dengan mengangkat dagu gadis itu, Pria itu berkata. " Kamu juga sangat mencintai aku kan? Maka jalani aja semua ini dengan apa adanya. Aku janji aku tidak akan pernah mengecewakan mu karena aku sangat sangat mencintaimu."
Mendengar perkataan itu, Sahila hanya bisa menangis dan menundukkan kepala. "Bagaimana lagi, Nasi sudah menjadi bubur" itu yang ada dalam pikiran Sahila saat ini.
Sahila tidak tau dari beberapa video itu. Haykal sudah menghapusnya. Dan membuat Seolah-olah kejadian itu memang berawal karena kesalahannya sendiri tanpa takut Haykal yang di salahkan.
kediaman sahil dermawan.
"Lho bii kok pintunya terbuka?" ujar Devi saat melewati pintu masuk dan melihat bibi duduk di ruang tamu dengan melamun seperti patung.
"Bibi?"
"Bibi Eni? Ada apa Bii?" tanya Dhani dengan memegang pundak Bibi.
"Kalian sudah datang" Bibi Eni terlihat senang saat melihat para sahabat Sahila sudah datang.
"Apa kalian tau siapa lelaki yang sedang dekat dengan Sahila saat ini?" Bibi Eni langsung mengajukan pertanyaan.
"Maksud Bibi Haykal? Pria tampan berambut pirang?" sahut Devi dengan menaikan alisnya.
"Iya benar itu. Apa kalian juga tau, masalah apa yang menghadapi mereka? tanya Bibi Eni dengan gugup dan mata berkaca-kaca
Deg!
"Apa yang Bibi maksud" sontak Dhani kaget. Dengan mendekati Bibi, Dhani memandang kedua mata Bibi Eni yang sudah berkaca-kaca.
"Yang aku tahu Haykal punya masalah dengan si Cindy," ucap Devi dengan nada pelan.
__ADS_1
"Tadi Anak muda itu datang dengan cara nyelonong dan saat Sahila melihatnya, Sahila langsung lari dan mengunci dirinya di dalam kamar dan mereka berdebat satu sama lain. Dengan menangis dan berteriak satu sama lain, Bibi mendengar Sahila berkata. Tapi kamu tidak berhak atas semua diriku?
"Katakan masalah apa yang sedang Sahila hadapi? sehingga saat Sahila di bawa oleh pemuda itu Sahila tidak memberanikan diri untuk menunjukan wajah nya, bahkan dia juga tidak pamitan sama Bibi. Dan sampai sekarang mereka belum juga balik." Gumam bibi eni dengan uraian air mata.