Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 42


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 10.30 wib.


Bibi Eni mengetuk pintu kamar Sahila tapi karena Sahila baru tidur pukul 05.00 itu dengan pulas Sahila tidak mendengar ketukan dari Bibi Eni yang sudah mengetuk nya beberapa kali.


Bibi Eni pun kembali turun karena di dalam kamar Sahila terasa hening.


Mungkin karena sahila masih tertidur batin Bibi melangkahkan kakinya turun dari anak tangga.


Ketika Bibi ingin membereskan makanan di atas meja makan, Dhani datang seorang diri dan mempertanyakan keberadaan Sahila.


"Hai Bibi," sapa Dhani


"Hai juga Dhani," jawab Bibi Eni


"Sahila di mana Bii?" tanya Dhani.


"Sepertinya masih tidur, Bibi ketuk beberapa kali tapi ia tidak mendengarnya," ujar Bibi Eni.


"Kamu mau makan Dhan?" sambungnya.


"Oh tidak Bii terima kasih tadi Dhani sudah sarapan di rumah, apa saya boleh ke atas Bii?" tanya Dhani.


"Boleh tapi dia masih tidur, tadi Bibi udah ketuk beberapa kali tapi tidak ada jawaban sepertinya dia tidur sangat pulas sekali sehingga dia tidak dengar ketukan dari Bibi."


"Tidak masalah, kalau gitu Dhani ke kamar Sahila dulu ya Bii," ujar Dhani.


"Baiklah." Setelah mendapatkan izin dari Bibi Eni, Dhani pun menaiki anak tangga itu dan setelah itu ia mengetuk pintu kamar Sahila dengan ketukan yang sangat keras dan berulang-ulang kali.


Dok dok dok


"Sahila? Sahila ...! Bangun lah aku sudah sampai di rumah mu nih," teriakan Dhani menghebohkan seisi rumah.


"Siapa sih yang teriak-teriak ganggu tidur aja," gumam Sahila tapi Sahila tidak menghiraukan ketukan itu, mata yang masih terasa sangat berat karena rasa mengantuk nya itu membuat Sahila tidak bisa membuka kelopak matanya dengan normal.


Dok dok dok ...

__ADS_1


"Sahila ...?"


"Iihh ..." Dengan sangat kesal Sahila melempar beberapa bantal ke arah pintu nya untuk menghentikan ketukannya itu. "Hentikan."


Tapi Dhani tidak menghiraukan rintihan Sahila, ia terus mengetuknya dengan keras sehingga terdengar sampai lantai bawah dan saat Bibi mendengar ketukan Dhani itu dari atas Bibi hanya tersenyum dan geleng-geleng.


"Dasar anak nakal," seru Bibi Eni.


Dhani terus mengetuk pintu itu tanpa ada rasa lelah dan menyerah.


Dok dok dok ...


Suara ketukan pintu terdengar lagi dari luar.


"Haduh ia sebentar gak sabaran banget sih .. Ah!" Gerutu Sahila sambil berjalan gontai mendekati pintu.


"Sabar dong." Gadis itu memutar kunci pintu kamarnya dan membuka pintu dengan mata setengah tertutup. Ia berdiri di luar ruangan dengan baju berantakan dan rambut yang masih acak-acakan. sahila menguap tepat di depan wajah Dhani saat di bukakan pintu.


Dhani yang menyenderkan bahunya di bibir pintu pun merasakan aroma uapan dari dalam mulut Sahila yang baru bangun tidur itu. Tanpa menyadari siapa yang ada di depan pintu.


Sahila terkejut saat mendengar seseorang muntah-muntah di depannya dengan mata terbelalak Sahila melihat Dhani yang sedang mual-mual dengan gibasan tangannya itu sembari memegang perutnya.


"Dhani kamu kenapa?" lirih Sahila saat matanya terbuka dengan lebar. Tanpa merasa bersalah dengan santai Sahila menanyakan Dhani yang sedang muntah muntah karenanya.


"Apa? kenapa kamu bilang? kamu tau kamu baru saja menguap tepat di depan wajah ku, tanpa aku sengaja aku menghirup langsung aroma uapan mu itu dari mulut mu." Dhani kembali mual-mual.


Sahila yang mendengar keluhan Dhani pun tertawa terbahak-bahak sembari memegang perutnya karena keram dia tidak dapat menahan kelucuan itu.


"Tertawa lah sekencang-kencangnya sampai tetangga mu terdengar dan berlarian ke rumah mu ini karena ketawa mu ini, mungkin saja mereka mengira kamu sudah hilang akal atau sudah gila," seru Dhani dengan posisi masih mual-mual.


Sahila pun tidak mendengar ocehan Dhani, Sahila terus tertawa terbahak-bahak sampai-sampai Sahila terduduk karena lemas.


"Ngapain kamu berdiri tepat di depan pintu di saat aku menguap," ujar Sahila dengan nada tersendat-sendat. Sahila masih tertawa.


"Cukup Sahila leluconnya sekarang kamu berdiri dan cepat pergi mandi setelah itu kamu pergi makan karena Bibi sudah menyiapkan sarapan mu dari tadi pagi, setelah itu ayo kita pergi," ujar Dhani kesal, sembari mengangkat tubuh Sahila yang sedang terduduk lemas karena terlalu tertawa berlebihan.

__ADS_1


"Baiklah baiklah tapi kita kemana?" Sahila berusaha menahan tawa dari ucapannya itu.


"Aku mau mengajak kamu ke pantai hanya berdua saja," ujar Dhani mendorong tubuh Sahila ke kamar mandi.


"Ok baiklah, apa baunya masih terkenang?" ejek Sahila dengan nada tersendat-sendat sembari menahan tawanya.


"Entah lah habis makan apa kamu sehingga bau mulut kamu busuk seperti itu," ujar Dhani saat Sahila sudah berada di dalam kamar mandi. Mendengar jawaban Dhani, Sahila semakin tertawa terbahak-bahak.


"Sahila berhenti ketawa dan cepat mandilah," teriak Dhani.


"Ok baiklah," ujar Sahila menutup mulutnya agar suara ketawa itu tidak terdengar oleh Dhani.


Setelah beberapa menit Sahila pun selesai mandi sedangkan Dhani masih duduk di sofa membaca salah satu buku novel dari rak buku milik Sahila yang bermacam-macam banyaknya buku novel.


"Kamu keluar lah dari dalam kamar ku, bagaimana aku bisa ganti baju kalau kamu masih ada di sini," teriak Sahila saat selesai mandi.


"Baiklah. Kamu cepat berdandan ya lalu segera turun aku tunggu kamu di bawah," ujar Dhani.


"Ya ok bawel," jawab Sahila. Dhani pun keluar dari kamar Sahila dan turun ke bawah sambil menunggu Sahila, Dhani bermain game di ruang keluarga.


Setelah Sahila selesai bersiap dan selesai makan, Dhani pun membawanya pergi dari kediamannya itu.


*****


"Wah ... indah sekali." Sahila sangat takjub saat melihat pantai yang sangat bersih nan biru itu dengan ombak yang mempercantik keindahan laut itu.


"Bagaimana keren kan?" tanya Dhani dengan sesekali menaikan alisnya ke atas dengan senyum tipis.


"Iya indah sekali." Sahila masih takjub melihat keindahan pantai itu.


"Kamu bahagia?" tanya Dhani.


"Iya aku sangat-sangat bahagia," seru Sahila, karena sangking bahagianya Sahila langsung memeluk Dhani dan tanpa Dhani juga sadari Dhani membalas pelukan itu dan mengangkat tubuh Sahila dan memutar-mutar kan tubuh mereka dengan riang.


"Kamu tau aku sangat gembira karena kejutan mu ini, entah sudah berapa lama aku tidak merasakan kebahagiaan ini ... Rasanya aku ingin teriak sekencang mungkin," seru Sahila saat lepas dari pelukan Dhani. Dhani yang melihat kegirangan Sahila itu juga ikut merasakan kebahagiaanya dan kini mereka kembali berpelukan dan berlarian bersama di bibir ombak pantai itu.

__ADS_1


"Aaaa ....!" Teriakan Sahila saat berlari di bibir ombak itu dan melempar air ke arah Dhani Sahila tertawa lebar saat Dhani membalas lemparan air itu ke tubuh Sahila.


__ADS_2