
kediaman sahil dermawan.
sahila pun sampai rumah. entah kenapa sahila merasa bahagia dan hati nya terasa bunga-bunga..
dengan gembira sahila jalan dengan langkah demi langkah sahila tersenyum dengan menyatukan kedua tangannya itu dan mengayunkan nya.
sampai naik ke anak tangga sahila pun dikejutkan oleh bibi eni.
" nak.. nak sahila." panggil bibi eni
sahila masih jalan terus menaiki anak tangga.
"sahila!" teriak bibi eni membuat sahila terkejut.
" ah ya" kaget sahila
" ih bibi eni ngagetin sahila aja" lanjut rengekan sahila
" kamu lagi ngelamun ni apa si nak. sini turun dulu" panggil bibi eni menyuruh sahila duduk di ruang tamu bersamanya.
sahila pun menuruni anak tangga dengan hati masih ter bunga-bunga
" iya bi kenapa?" tanya sahila saat duduk disamping bibi eni
bibi eni pun mulai mengusap wajah sahila yang sedang bahagia. " anak ku sudah besar." ujar bibi eni dengan senyum bahagia
" maksudnya bii?" tanya sahila dengan menatap mata bibi eni
" anak ku sedang di mabuk cinta" ucap bibi dengan mencubit lembut dagu sahila
" ih. apaa.an sih bii, siapa juga yang lagi jatuh cinta" ucap sahila dengan tersipu malu
" siapa yang bilang nak sahila jatuh cinta ha?" tanya bibi dengan senyum dan kedua alisnya dinaikan.
" bibi bilang sedang di mabuk cinta. semua remaja pasti merasakan itu, bukan jatuh cinta. apa kamu sedang jatuh cinta. ha? pemuda siapa yang sudah mencuri hati anak bibi ini" seru bibi eni dengan mencubit kedua pipi sahila.
" enggak. siapa yang jatuh cinta. bibi ini ya sudah mulai suka kepo sekarang" Rajuk nya manja.
" hmm.. mungkin saat ini anak bibi ini tidak mau jujur dengan hatinya. tapi ingat nak jangan mencintai orang yang mencintaimu dengan logika tapi cintailah orang yang merelakan kebahagiaannya demi kebahagiaan mu." nasehat bibi eni untuk sahila.
sahila pun hanya menganggukkan kepala dengan disusul senyum manisnya.
" ya.udah kalau gitu bibi mau istirahat. kalau sahila ingin makan udah bibi siapin di meja makan dan sahila bisa minta tolong bibi fatma untuk dihangatkan hidangannya" ucap bibi eni
" sahila mau langsung ke kamar aja bii sahila tadi sudah makan malam kok" sahut sahila
__ADS_1
" baiklah bibi masuk kamar dulu. anak bibi sudah besar" lanjut bibi eni dengan mengetuk dahi sahila pelan sembari pergi dari hadapan sahila.
" jatuh cinta? apa aku jatuh cinta? dengan dhani.? ah gak mungkin dhani kan sahabat gw. haduh gara-gara kejadian tadi nih gw jadi GR" batin sahila tanya dengan dirinya sendiri sembari lari menaiki anak tangga.
" jangan lupa mandi ya nak terus tidur. jangan sampek bergadang" teriak bibi eni mengejek
sahila yang berhenti sejenak karena teriakan bibi eni pun menyauti ucapannya " apa.an sih bii. gak lucu tauk" teriakan sahila balik
Brak!
menjatuhkan tubuhnya ke kasur dengan keras setelah menutup pintu kamar.
dengan tidur tengkurap, sahila pun mengambil ponsel dari dalam tas nya. terlihat jelas saat melihat layar ponselnya sahila langsung membuka aplikasi galery dia membuka foto yang di bioskop tadi dengan dhani.
dengan tersenyum sahila menatap foto itu dan terus menggeser hasil fotonya.
" ternyata dhani lucu banget dan imut juga" bisik sahila dengan dagu di taruk di tangan kirinya.
dengan senyum sahila terus memandanginya.
Kring..!!
panggilan masuk! haykal.
tanpa sahila sadari, sahila telah melupakan haykal sejak di bioskop tadi.
" iya hallo kal" ujar sahila dari dalam telfonnya.
" kok gak ada kabar sih? gw baru nyampek rumah nih.. dan tiba-tiba kangen kamu" ucap haykal.
" oh iya hehehe. ini aku lagi tidur dan kebangun karena telfon kamu" seru sahila dengan menggigit bibir bawahnya.
entah kenapa sahila merasa ambyar dengan haykal
sehingga dia membohongi haykal. karena tingkah laku sahila yang tidak menghargai haykal, haykal pun merasa kesal saat sahila langsung mematikan panggilannya dengannya.
dan sahila pun kembali menatapi layar ponselnya dengan foto dhani dan dirinya, sampai dia tertidur pulas.
keesokan hari nya sahila kesiangan karena malam itu sahila bermimpi di dalam mimpinya sahila mengulang moment kebersamaannya dengan dhani dan lebih indah.
" ah bibi..!" teriak sahila saat membuka mata melihat kearah jam dinding menunjukan pukul 07.30
tanpa mandi sahila pun hanya gosok gigi dan cuci muka dan langsung bergegas untuk turun.
setelah sampek di meja makan sahila hanya membawa satu roti bakar dan saat sampek dilahan parkiran ban mobil sahila bocor. dia pun bergegas ke garasi dengan santainya sahila langsung menyalakan mobilnya dan tidak mau menyala
__ADS_1
" ya.ampun. bisa-bisa nya gw lupa. mobil ini kan mogok dan aku lupa memanggil orang bengkel. bener-bener ini gw ya" bisik sahila dengan memukul dahinya.
sesaat sahila mengingat dhani. berharap dhani bisa menjemputnya.
" hallo dhan. dimana? mobil gw mogok nih trus satunya bocor. gw lupa lagi kemaren telfon orang bengkel." ujar sahila gugup
" gw udah di kampus sa. tapi gpp gw akan jemput lu segera" ujar dhani
" ha. untung aja dhani bisa jemput gw kalau enggak gw bakal dapat surat lagi dari dosen karena sering absen" ujar sahila dengan jalan memasuki rumahnya kembali ke meja makan. dengan sarapan sahila menunggu dhani.
" lama banget ya dhani" gerutu sahila dengan memakan roti yang ia pegang
**kring.. kring..
Dhani**
" ah ya dhan?" ujar sahila di dalam ponselnya
" gw udah di depan rumah lu ni." jawab dhani
" ok. gw keluar" sahila menutup telfon
" bii aku berangkat dulu. daa daa..!" teriak sahila dengan memegang roti
" iya hati-hati nak" jawab bibi eni dari ruang dapur.
sahila dan dhani pun pergi bersama ke kampus.
saat sampai di parkir kampus sahila turun dari mobil dhani dan berpapasan dengan haykal.
" lho sa lu gak bawa mobil sendiri?" ujar haykal dengan mengarah ke mobil yang di naikin sahila dan dhani pun turun dari mobil
" dhani" batin haykal dengan mengepalkan kedua tangannya
" iya nih. mobil gw mogok jadi gw telfon dhani." jawab sahila dengan senyum kearah dhani yang menghampirinya.
" ayok sa. kita udah telat" ucap dhani dengan menyunggingkan sebelah senyumnya sembari melirik sinis ke arah haykal.
dan saat dhani menarik tangan sahila, sangat terlihat jelas wajah haykal yang putih berubah menjadi merah dan tangan yang dari tadi sudah mengepal diiringi dengan geraman.
" lihat aja lu dhan gw akan buat lu perhitungan" batin haykal dengan pergi meninggalkan kampus.
karena kejadian itu haykal merasa di rendahkan, merasa kalah dengan permainan yang dibuat haykal sendiri.
haykal pun gelap mata, lagi-lagi haykal menemui teman wanitanya yang selama ini hanya di buat menghibur hati haykal jikalau hatinya risau atau yang sedang marah.
__ADS_1
dan teman cewek haykal pun selama ini juga tidak memberati itu semua, teman cewek haykal itu selalu menikmati kebersamaanya dengan haykal karena suami nya yang suka pergi keluar negeri karena urusan pekerjaan dan mereka menikah bukan karena cinta tapi karena perjodohan dari orang tuanya karena itu teman haykal yang bernama cindy itu tidak pernah keberatan dengan hubungannya bersama haykal yang tanpa status.