Pacarku Musuhku

Pacarku Musuhku
episode 34


__ADS_3

Malam itu Dhani tidak bisa tidur. Dia sudah sangat berusaha untuk memejamkan kedua matanya, tapi tetap saja tidak berhasil. Mengotak-atik layar ponsel Dhani berusaha untuk membuat dirinya agar tidak mengingat Sahila, tapi itu juga tidak berhasil.


Menekan WhatsApp Sahila, jempol itu mengeklik tombol telfon. Tut ... tut ... tut ...


Tidak ada jawaban. Sekali lagi ia mengeklik tombol telfon. Tut .. tut .. tut ..


Tetap saja tidak ada jawaban. Akhirnya Dhani mencoba untuk mengirim pesan. Tapi gak ada jawaban juga.


"Ayo dong Sa angkat telfon aku."


Untuk kesekian kalinya Dhani berusaha untuk menelfon Sahila tapi sekali lagi tidak di angkat.


Melihat ke arah jam dinding menunjukan pukul 23.00 wib. Dhani kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur dan menutup kelopak matanya tapi di dalam kegelapan itu Dhani selalu melihat bayangan wajah Sahila.


Tak sabar untuk menunggu besok, Dhani langsung beranjak dari tempat tidur dan mengambil jaket di gantungan pintu. Dengan langkah cepat Haykal turun dari anak tangga.


"Berhenti! mau kemana kamu Dhan?" tanya Dhenis saat hendak pergi ke dapur untuk mengambil air minum.


"Gue mau ke rumah Sahila," ujar Dhani dengan melengos kan wajahnya.


"Apa kau sedang mengigau. Lihat ke arah jam dinding pukul berapa sekarang?"


"Gue gak peduli, gue gak akan bisa tidur sebelum bertemu Sahila."


"Ya pergi lah gue tidak akan menghentikan kamu, tapi ingat jika kamu semakin mempersulit keadaan, aku tidak akan pernah membantu mu. Kamu lihat kan keadaan Sahila dia pasti ingin menenangkan pikirannya dulu. Kita besok bisa ke sana saat hati Sahila mulai tenang. Pergi dan tidurlah," ujar Dhenis tegas.


"Baiklah."


Saat ini Jam dinding menunjukan pukul 04.30 wib

__ADS_1


"Kenapa jarum jam ini lambat sekali bergeraknya. Gue harus menemui Sahila, sekarang juga."


Kediaman Sahil dermawan.


Ting ... Tong ...


"Aden?" ucap Bibi Fatma saat membuka pintu


"Bii saya ingin menemui Sahila, permisi" ujar Dhani dengan tidak sabar.


"Tapi den, non Sahila tidak ingin di ganggu" teriakan Bibi fatma yang tidak di perduli kan oleh Dhani. Dhani benar-benar tidak memperdulikan semua orang. Bahkan omongan Dhenis semalam juga tidak dihiraukan olehnya, dengan ketidak sabarannya ia pergi sendiri tanpa pendamping saudara kembarnya itu.


Yang dipikirkan Dhani saat ini hanyalah menemui Sahila dan apa yang dipikirkan Dhani itu tidak benar. Dengan langkah yang cepat Dhani menaiki anak tangga itu.


Krek


"Dhani?" Sahila terkejut saat melihat Dhani sudah berdiri di depan pintu.


"Kenapa kamu kesini sepagi ini Dhan?" tanya Sahila dengan menatap sayu kedua mata Dhani.


"Jangan katakan apapun Sa. Maaf kan aku .. Maafkan atas semua kesalahan ku. Jika waktu itu aku mengantar mu pulang, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi." Dhani memecahkan tangisan dalam pelukan tangan Sahila yang ia dekap di wajahnya.


Mendengar apa yang dikatakan Dhani saat ini. Sahila juga langsung menangis dan mengangkat lembut wajah pria itu. "Kamu tidak bersalah Dhani. Mungkin ini sudah takdir," ujar Sahila dengan mencoba menompangkan air matanya di pelupuk matanya itu.


"Apa yang dilakukan cowok B**ngan itu kepada mu? katakan Sa? Kata kan wa .. lau itu PAHIT."


Dhani mulai mempertanyakan apa yang ada dalam pikirannya selama ini. Karena Dhani sudah tau benar seperti apa cowok Haykal itu, dia banyak mempermainkan hati cewek dan banyak juga yang menjadi korban teman tidurnya itu, termasuk Cindy yang sudah bersuami pun di embat.


Sahila terus menangis dan dia langsung tidur tengkurap untuk menutupi ******** yang sudah menimpanya. "Sa cobalah katakan padaku. Jangan pernah ragu dengan apa yang akan kau katakan, aku janji aku akan beri dia pelajaran. Bahkan aku akan bunuh dia demi kamu," ucap Dhani kesal.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kau tau apa yang aku rasakan, meskipun kamu tidak tau yang sebenarnya tapi kamu memberanikan diri untuk menanyakan hal ini tanpa ragu."


"Karena a-ku ..."


"Tidak Dhan, kamu tidak akan melakukan dosa itu hanya karena demi teman mu yang sudah kotor ini." Sahila semakin jadi menjadi tangisannya.


"Aku sudah kotor Dhan, aku sudah menghancurkan kehormatan ku dan juga masa depan ku," ujar Sahila dengan nada tersengal-sengal.


"Apa? jadi benar!" batin Dhani langsung melebarkan kedua matanya sehingga bola mata itu ingin keluar dari tempatnya sembari meremas spring bed dengan kasar.


"Berjanjilah kepada ku Dhan, kamu tidak akan melakukan hal apapun kepada Haykal, berjanjilah?"


"Tidak Sa, aku tidak akan pernah melepaskan pria Ba**ngan itu, tidak akan pernah aku biarkan dia berkeliaran bebas di luar sana dengan bahagia."


Dhani melangkahkan kakinya dengan kasar dan saat berada diluar pintu Sahila teriak menghentikan langkah kakinya dan Dhani pun dengan sangat menyesal membalikkan badan.


"Dengar Dhan. Aku dan Haykal. emmm ... A-ku dan Haykal saling mencintai dan kita melakukan itu dengan kesadaran kita. Jadi kamu tidak berhak untuk ikut campur atas Aku dan Haykal," lirih Sahila dengan menundukkan wajahnya dan dengan uraian air mata.


Mendengar pengakuan itu. Dhani sangat terkejut bahkan dia yang tadinya marah-marah enggak jelas sekarang dia diam terpaku seperti patung.


"A-pa?" Dhani mulai meneteskan air mata. Gadis yang ia cintai itu mengutarakan isi hatinya tepat di hadapannya dan dia juga merelakan tubuhnya demi seorang bad boy seperti Haykal.


"Tidak .. Katakan kalau semua omongan kamu ini bohong. Iya kan semua yang kamu ucapkan ini tidak benar kan Sa? iya kan?" Dhani mulai menghampiri Sahila dan mengguncangkan tubuh Sahila dengan kasar.


Sahila yang malang terpaksa mengatakan hal itu agar Dhani tidak mengetahui hal yang sebenarnya dan Dhani juga tidak akan pernah bisa memancing emosi seorang Haykal. Jika emosi Haykal meluap Sahila takut hal buruk akan terjadi. Bisa-bisa Haykal memperlihatkan video itu ke Dhani atau bahkan bisa lebih. Dia bisa menyebarkan video itu di internet dan kehidupan Sahila akan sangat hancur dan dia pasti akan sangat di permalukan dan nama keluarga yang sudah di jaga dengan baik itu, akan tercoreng.


"Ya itu memang benar Dhan, dan kau harus bisa terima kenyataan ini."


"Siapa. Siapa yang kau tipu ha, SIAPA!" Dhani mulai tidak bisa mengontrol emosinya.

__ADS_1


"Aku tau siapa kamu Sa, dan aku mohon jangan tipu aku seperti ini. Kalau kamu memang mencintai dia dan apa yang kau lakukan bersamanya, kamu tidak akan pernah menderita seperti ini dan ya.. aku tau, semalam suntuk kamu enggak tidur. Lihat lah mata mu itu, kamu menangis sepanjang malam dan sekarang kamu bilang kamu mencintai nya. Haha lucu sekali." Dengan keras dia menertawakan pengakuan Sahila yang palsu itu.


Melihat Dhani yang histeris seperti itu membuat Sahila takut, sampai dia tercengang karena ketakutan.


__ADS_2