Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 1


__ADS_3

“ Kamu yakin nak mau jadi guru?” tanya Bu Tina membuyarkan


lamunan Nina, putri semata wayangnya.


“ Yakin lah ma.. yakin banget malah.” jawab Nina pasti. “Kok


jadi mama yang ragu sih,emangnya mama kenapa?” tanya Nina seraya memeluk


mamanya.


“Mama takut kamu bosan. Emangnya kamu bisa Nin, ngajar anak


SD lo itu.. Kamu bisa jadi guru yang sabar? Anaknya tante Sinta aja masih kamu


godain sampai nangis. Apa kamu juga mau godain murit-muritmu? Atau nanti malah


kamu yang digodain sama murit-muritmu?” kata bu Tina.


“Iihh mama lebay deh... gak gitu juga kali ma. Nina bakal


serius kok, Nina janji. Mama gak usah khawatir.” Jawab Nina meyakinkan mamanya


sambil sesekali bibirnya mencium pipi mamanya.


*********


Yaa... namanya adalah Nina. Gadis berusia 22 tahun ini bisa


dikategorikan sebagai gadis yang mendekati sempurna. Betapa tidak, udah


cantiknya maksimal,anaknya orang kaya, ceria, baik hati pula. Ayahnya memiliki


beberapa perusahaan besar di Indonesia dan di Singapura, tak jarang Nina sering


turun tangan membantu pekerjaan Ayahnya karena meski usianya masih belia Nina


adalah lulusan Magister Ekonomi di salah satu Perguruan Tinggi terbaik di

__ADS_1


Indonesia. Namun sejak kedatangan Pakdhe Haris kerumahnya 3 hari yang lalu,


Nina jadi bersikeras untuk menjadi guru di sebuah Sekolah Dasar yang Pakdhe nya


pimpin.


Pakdhe Haris adalah kakak dari Ibu Tina, beliau adalah


pemilik sekaligus Kepala Sekolah di SD Tunas Bangsa. 3 hari yang lalu Pakdhe Haris


beserta keluarganya datang berkunjung ke rumah Nina. Beliau bercerita tentang


sekolahnya yang tengah kekurangan guru. Akhirnya entah setan apa yan g merasuki


Nina, dirinya begitu saja menawarkan diri untuk menjadi guru.


“Aku aja Pakdhe yang jadi guru disana.” kata Nina.


“Oo ya... kamu serius?” kata Pakdhe Haris


“Serius Pakdhe...Nina ingin bantu Pakdhe di sekolah. Boleh


“Waahhh...Pakdhe gak bisa nolak ini. Lagian nanti anak-anak


pasti seneng banget punya guru yang cantik kayak gini” kata Pakdhe diikuti


wajah merona Nina karena malu.


*********


“Yaudah kalau gitu kamu cepat tidur, besok bangun pagi” kata


Ibu Tina sambil merangkul Nina ke tempat tidur. Kemudian menidurkan Nina , menarik


selimut Nina. Kemudian berjalan menuju pintu.


“Maa... aku ingin jadi guru seperti nenek” kata Nina sambil

__ADS_1


tersenyum sedangkan tubuhnya sudah menikmati empuknya kasur dan hangatnya


selimut.


Ibu Nina yang mendengar perkataan Nina berbalik arah mendekati


Nina. “Nenekmu mendedikasikan usianya untuk menjadi guru,beliau sangat


mencintai murit-muritnya. Dulu waktu nenek meninggal murit-muritnya banyak yang


datang ke rumah untuk takziyah sekaligus mengenang nenkmu. Kata salah seorang


muritnya jasa nenekmu tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidupnya.” Kisah Ibu


Tina sambil meneteskan air mata.


“Oia Nin, bagaimana dengan Dewo? Kamu sudah bilang kalau mau


mengajar?” tanya Bu Nina mengakhiri ceritanya.


Dewo adalah kekasih Nina,upss salah.. Dewo adalah cowok


ganteng dari lahir, kaya raya sejak dari dalam kandungan, baik hati, ramah yang


sekarang sedang mendekati Nina. Namun Nina enggak paham kalau Dewo


mendekatinya. Karena sejak kecil mereka berteman dan Nina sudah menganggap Dewo


sebagai kakak. Kakak yang ganteng dan selalu melindungi maksutnya.


“ Lah ngapain bilang Mas Dewo ma?” kata Nina yang langsung


beganti posisi menjadi duduk.


“Ya enggak apa-apa” jawab Bu Tina sambil berlalu dan menutup


pintu kamar Nina.

__ADS_1


“Mama ada-ada aja.” Batin Nina sambil malu-malu. Yang


kemudian membenamkan wajahnya ke dalam selimut.


__ADS_2