Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 24


__ADS_3

Keesokan harinya


Hari yang telah dinantikan Abizar pun tiba, dengan semangat dia mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Mandi, ganti baju, sarapan pagi dia lakukan dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.


Bunda pun heran melihat tingkah anak semata wayangnya. Dia berfikir "biasanya kalau orang mau ikutan lomba atau kompetisi itu orangnya gugup, tapi kok ini anak malah senyum-senyum ya dari tadi." Namun bunda tidak menanyakan apapun kepada Abizar tentang hal itu. " Ahh,biarkan saja. Mungkin itu bagian dari rasa kepercayaan diri yang dia miliki " gumamnya.


Disisi lain Abizar senyum-senyum sendiri bukan tanpa alasan. Alasan yang utama adalah hari ini dia akan pergi bersama bu nina. Alasan berikutnya karena bu nina udah percaya kalau dia pasti bisa menang. Alasan ketiga karena dia agak sedikit gugup dengan olimpiadenya.


Kemudian Abizar berangkat ke sekolah, tak lupa dia meminta doa dari bunda agar dia mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan soal-soal yang diujikan di olimpiade ini.


Saat berjalan menuju sekolah, dia merasa ada yang aneh. Abizar merasa kalau ada orang yang mengikutinya dari belakang. Kemudian Abizar berbalik arah namun tidak ada siapa-siapa. Abizar pun mempercepat langkah kaki nya berharap dia segera bertemu dengan orang lain karena jalan yang dilaluinya saat ini sepi dan dia pun merasa takut. Untunglah tidak terjadi apa-apa, sampai akhirnya Abizar melewati jalan yang mulai ramai.


Sesampainya di sekolah, suasana sudah ramai. Beberapa guru begitupun nina sedang sibuk mempersiapan perlengkapan yang akan mereka bawa ke tempat olimpiade.


Abizar berkumpul berkumpulan dengan temannya yang lain untuk mengikuti briefing dari salah satu guru.


Setelah semua persiapan telah dilakukan, rombongan pun berangkat menggunakan bus sekolah. Nina pun mengambil duduk di sebelah Abizar. Abizar seneng banget pastinya.


" Tadi udah sarapan? " tanya Nina pada Abizar.


Abizar menjawab dengan anggukan dan senyuman. Yang menandakan dia telah sarapan.

__ADS_1


" Dari tadi kamu kok senyum-senyum terus zar?" tanya nina yang heran melihat abizar dari tadi senyum-senyum sendiri.


" Saya gugup bu " jawab Abizar dengan ekspresi wajah gugup tapi tetap senyum dan makin lebar.


Nina yang mendengar pengakuan Abizar tak bisa menahan tawanya. Baru kali ini dia melihat ada orang yang gugup tapi malah senyum-senyum sendiri. Kemudian Nina melihat tangan Abizar yang tampak saling meremas membuat Nina yakin kalau anak ini memang gugup.


" Tenang saja tidak perlu gugup kamu pasti bisa " ucap Nina lembut sambil menggenggam kedua tangan Bizar yang saling meremas.


Abizar yang merasakan hangatnya sentuhan tangan dan lembutnya ucapan Nina menjadi lebih tenang. Detak jantungnya menjadi lebih teratur. Senyumnya pun sudah mulai biasa tidak seperti tadi.


*******


Saat Nina akan berdiri dan turun dari bus, tangannya ditahan oleh Abizar sehingga Nina pun duduk kembali.


" ada apa? " tanya nina yang kaget dengan apa yang dilakukan abizar


" bu, saya pasti menang. ibu tenang saja. " jawab abizar penuh kesungguhan.


Nina pun tersenyum manis sekali sambil mengusap rambut Abizar dan dia berkata, " pasti.. "


Senyuman, usapan tangan, dan ucapan dari gurunya tersebut membuat semangat Abizar semakin menggebu-gebu. Kemudian keduanya turun dari bus.

__ADS_1


Sebelum kompetisi dimulai, panitia mengadakan briefing terlebih dahulu. Kemudian peserta memasuki ruangan yang telah disediakan untuk memulai kompetisi. Para guru pendamping begitupun nina menunggu di tempat yang juga telah disediakan.


Karena merasa bosan, nina pun mengetikkan beberapa kata di whatsapp handphonenya dan dikirimkan ke Dewo.


*Hai Mas Dewo, lagi sibuk kah ?


Hai Nina.. enggak sibuk, cuma memeriksa beberapa email. Sekarang waktunya olimpiade ya.. gimana Abizar?


Iya.. dia baik-baik aja kok. Sekarang sudah mulai mengerjakan. Dia yakin menang katanya


Baguslah, dia gak minder. Mau aku jemput?mungkin kamu mau jalan-jalan sebentar.


Enggak lah... gak enak sama temen-temen guru disini.


oke deh,, kalau gitu nanti malam aku main kerumah ya..


oke*


Beberapa chat nya bersama Dewo mampu menghilangkan kebosanan Nina,apalagi membayangkan kalau nanti malam mau bertemu dengan Dewo. Meskipun tidak disadari, dia sebenarnya rindu pada Dewo.


Nina pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Dilihatnya Alfin dan salah satu teman guru yang lain sedang mengobrol. Nina pun bergabung bersama mereka sambil menunggu anak-anak menyelesaikan kompetisinya.

__ADS_1


__ADS_2