Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 38


__ADS_3

Keesokan harinya


Sesuai janji nina kepada bunda, hari ini sepulang mengajar di sekolah nina kembali ke rumah sakit. Nina langsung menuju ruang perawatan vip tempat Abizar dirawat.


Kemarin sebelum nina dan dewo meninggalkan rumah sakit, nina sempatkan ke ruang perawat meminta kamar perawatan vip untuk Abizar setelah dia keluar dari icu.


Sesampainya di kamar Abizar, tak hentinya bunda berterimakasih kepada nina. Bagi bunda ini semua berlebihan. Dan nina pun berulangkali harus mengulangi kalimatnya " Tidak apa-apa bunda. Ini semua buat Abizar. Abizar seperti ini juga untuk menolong nina waktu itu. Nina yang banyak berhutangbudi sama Abizar. "


Abizar masih tertidur, dia masih belum sepenuhnya sadar sejak kemarin. Dia bangun hanya sebentar kemudian tidur lagi. Semenjak nina berada disitu pun Abizar juga belum bangun.


" Bu nina, apa boleh titip Abizar? Saya mau keluar sebentar. " pinta bunda.


Nina melihat ada sesuatu dari yang bunda sembunyikan.


" Mau kemana bunda? " kata nina.


" Sebentar bu, ada perlu. Maaf ya bu " kata bunda tergesa-gesa mengambil donpetnya kemudian meninggalkan kamar Abizar.


Nina keheranan melihat tingkah bunda, dia hanya bisa berdoa semoga baik-baik saja.


Dilihatnya wajah Abizar yang masih setia dengan mata terpejam.

__ADS_1


" Bizar.. kamu anak yang kuat anak yang pintar. ibu kagum sekali sama kamu. Semoga kamu selalu bahagia, senyum kamu berarti sekali buat ibu. Cepat sembuh ya bizar " kata nina sambil mengelus rambut Abizar.


Tak lama Abizar pun bangun, sepertinya dia mendengar apa yang nina katakan.


" Abizar kamu bangun? " kata nina membantu abizar yang berusaha duduk.


" Jangan banyak gerak dulu " imbuh nina lagi karena abizar masih belum bisa duduk.


" Gimana rasanya? mana yang sakit? " ucap nina melihat abizar yang meringis kesakitan.


" laper bu, bisakah saya makan? " kata abizar lirih.


Nina tersenyum mendengarnya, dia fikir anak ini kesakitan ternyata kelaparan. Nina pun mengambilkan makanan yang ada di meja, kemudian menyuapkannya ke mulut Abizar.


Abizar tersenyum malu mendengarnya, namun tetap saja makanannya rakus.


" bunda dimana bu? " tanya Abizar setelah makanannya habis.


" bunda keluar sebentar, ada apa? kamu perlu apa? biar bu nina bantu " jawab nina yang malah heboh sendiri dengan pertanyaannya.


" Enggak kok " kata Abizar tersenyum mendengar kehebohan nina.

__ADS_1


Kemudian mereka ngobrol, Abizar bercerita kalau kemarin dia tidak dioperasi tapi habis liburan ke pantai sama teman-temannya, dia juga jalan-jalan ke mall sama bunda, dia juga sempat belajar bersama dengan bu nina.


Nina yang mendengar cerita Abizar tertawa terbahak-bahak.


"Abizar ada-ada saja " kata nina sambil tetap tertawa.


" Abizar serius bu, kemarin itu gak operasi. Abizar jalan-jalan bu" Abizar meyakinkan nina lagi. Namun nina semakin keras tertawanya.


Abizar hanya bisa cemberut melihat nina. Melihat Abizar cemberut nina mengelus kepala Abizar, abizar akhirnya tersenyum.


Tak lama kemudian bunda datang, wajahnya terlihat tegang.


" itu bunda udah datang. Udah malam juga. Bu nina pamit pulang ya bizar " pamit nina pada Abizar.


Abizar mengangguk.


" Bunda kenapa? " tanya Nina lirih kepada bunda. Dia tidak mau sampai Abizar mendengarnya.


" Tidak apa-apa bu" jawab bunda.


" Baiklah, tapi kalau ada apa-apa bunda bilang ke nina ya.. " ucap nina sambil memegang kedua tangan bunda. Bunda pun tersenyum.

__ADS_1


Kemudian nina meninggalkan rumah sakit dan pulang ke rumah


__ADS_2