
Pelaksanaan olimpiade tinggal tiga hari lagi, Abizar sudah belajar semaksimal mungkin untuk itu. Nina pun beberapa minggu ini terlihat sangat sibuk bersama Abizar. Setiap hari mereka pulang larut, setiap hari juga Nina yang mengantar Abizar.
"Abizar harus semangat ya, fokus " kata Nina setelah Abizar turun dari mobilnya dan hendak berjalan kaki ke rumahnya.
" Bu Nina ingin Bizar menang? " kata Abizar sebelum melanjutkan langkah kakinya.
Sontak pertanyaan Abizar membuat Nina kaget. " Iya dong bu Nina pengennya pasti Abizar menang juara satu. Tapi kalau misalnya gak menang juga gakpapa kok, kan Bizar udah usaha. Yang terpenting usaha Abizar " jawab Nina tidak mau membenani muritnya tersebut.
" Abizar takut bu "
" Takut apa? "
" Takut bikin Bu Nina kecewa kalau gak menang "
" Kata siapa Bu Nina kecewa kalau Bizar kalah, Bu Nina malah kecewa kalau Bizar kayak gini ni... " kata Nina sambil mendongakkan kepala Abizar karena dia tertunduk merendahkan dirinya.
" Abizar harus percaya diri. Apapun hasilnya yang penting Bizar udah usaha " imbuh Nina.
Abizar pun tersenyum mendengar perkataan Nina, kemudian dia mencium pungung tangan Nina mengucapkan salam dan melangkah pergi.
" Semoga kamu berhasil Bizar, tidak ada perjuangan yang menghianati hasil " gumam Nina sambil menatap punggung Abizar sampai tak terlihat lagi.
Kemudian Nina pun melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.
*******
Di rumah Nina
drrtt..drrrttt... ponsel Nina berbunyi tanpa pesan masuk dari Dewo
Mas Dewo : Nin, bagaimana keadaan kamu?
Nina : Baik-baik aja mas, Nina agak sibuk karena harus bimbing Abizar buat olimpiade matematika. Tiga hari lagi pelaksanaannya.
__ADS_1
Mas Dewo : Besok ada waktu?
Nina : Buat ?
Mas Dewo : Mau ngajak kamu jalan-jalan.
Nina : Kemana?
Mas Dewo : Terserah tuan putri maunya kemana
Nina : ngajakin siapa?
Mas Dewo : maksutnya?
Nina : Itu ngajak tuan putri
Mas Dewo : mau tahu siapa tuan putrinya?
Nina : Siapa?
Nina : iihh,,, apaan sih..
Mas Dewo : Yaudah besok pulang sekolah aku telpon ya, byee...
Nina : byee...
Nina tersenyum-senyum melihat pesan-pesannya barusan bersama Mas Dewo. Dia merasa malu dan juga merasa melambung. Nina mulai menyadari ada yang beda dengan rasa yang ada pada dirinya kepada Dewo, namun Nina tidak mau ambil pusing dengan hal itu.
******
Keesokan harinya di sekolah
Hari ini H-2 pelaksanaan olimpiade, semua peserta olimpiade yang mewakili sekolah tampak sangat sibuk. Begitu juga dengan Abizar. Dari pagi dia harus belajar materi olimpiade , namun dia bertekat untuk tetap bertahan dan berjuang. Dalam hatinya dia ingin sekali membuat Nina bahagia membuat ibu perinya bahagia.
__ADS_1
" Bizar, kalau kamu capek mending istirahat dulu. Jangan dipaksain " tanya Nina yang khawatir melihat Abizar karena dari tadi pagi dia terlihat sangat menggebu-gebu untuk belajar.
" Belum capek kok bu, sampe malam juga Bizar kuat " kata Bizar yakin.
" Jangann,,, kamu harus jaga kondisi. Tenaganya juga harus disimpan buat lusa " saut Nina dan Bizar pun tersenyum.
" Bizar, nanti pulangnya jangan sore-sore ya habis ini kita selesai aja belajarnya. " kata Nina, dia baru ingat kalau sore ini dia ada janjo dengan Dewo.
" Kenapa bu? " tanya Abizar.
" Gak papa, Bu Nina ada urusan. " jawab Nina.
" Yahh,,padahal Abizar masih pengen bu " rengek Abizar.
" Besok masih ada waktu Bizar,, udah sekarang kamu istirahat aja. Belajarnya udah, kondisinya dijaga" seru Nina mencoba membuat Abizar mengerti. Meskipun Abizar terlihat cemberut, tapi Nina membiarkannya. Buat Nina kesehatan Abizar yang paling utama.
drrttt....drrt...drrt.... handphone Nina berbunyi. Abizar melirik handphone Nina, tertulis nama Mas Dewo sedang menelpon. Diruang itu hanya ada Abizar, Nina keluar ke kamar mandi.
Abizar pun menggeser tombol hijau di handphone tersebut. Setelah sambungan telfon terkoneksi, terdwngar suara Dewo dari sebrang.
" Nin, aku jemput sekarang ya..Bentar lagi aku nyampe sekolah kamu. " seru Dewo di telfon.
" Bu Nina gak bisa, Bu Nina sibuk. Jangan ganggu Bu Nina " jawab Abizar sambil teriak di handphone Nina.
" Siapa ini ? " tanya Dewo di sebrang.
Belum sempat Abizar menjawab lagi, Nina lebih dulu merebut ponselnya. Wajahnya terlihat marah melihat Abizar. Kemudian dia berpindah tempat dan mengobrol dengan Dewo di telfon.
Abizar hanya terdiam, dia merasa jengkel. Karena alasan Nina menyuruh Abizar selesai belajar hanya ingin pergi dengan Dewo. Abizar merasa sakit hati.
Nina berjalan mendekati Abizar, sambil meredam emosi namun tetap terlihat dari matanya dia berkata sambil sedikit meninggikan nada bicaranya " Bizar, siapa suruh kamu angkat telpon saya. Itu namanya tidak sopan Bizar "
" Ternyata bu Nina gak mau belajar lagi karena mau pergi sama dia. Bu Nina jahat " racau Abizar.
__ADS_1
" Gak gitu Bizar " jawab Nina yang memang alasan sebenarnya bukan itu. Tapi memang Nina menghawatirkan keadaan Abizar.
Abizar pun memasukkan buku-bukunya ke dalam tas dan langsung pergi meninggalkan Nina.