Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 10


__ADS_3

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Nina berniat untuk menemui Abizar dirumahnya. Dia merasa kalau apa yang sudah terjadi di sekolah tadi sangat membuat Abizar terpukul.


Berbekal alamat yang ada di buku induk Abizar, Nina memberanikan diri untuk berangkat kesana dengan mengendarai mobilnya.


Mobil Nina terparkir di sebuah lapangan yang lumayan luas, karena untuk masuk ke alamat yang akan dia tuju tidak bisa dengan membawa mobil. Akhirnya Nina kesana dengan jalan kaki. Saat Nina memasuki kawasan perumahan yang lumayan kumuh itu , banyak sekali pasangan mata yang memandangnya. Entah apa yang ada di fikiran mereka, namun Nina tetap berjalan sambil sesekali melempar senyum kepada ibu-ibu yang sedang duduk-duduk di depan rumah. Sebenarnya Nina berjalan tanpa arah, dia sama sekali tidak mengetahui daerah itu. Bahkan rumah Abizar yang mana dia juga tidak tahu. Mau tanya ke ibu-ibu tadi Nina malu dan tidak enak, apalagi melihat tatapan mereka. Tapi kalau tidak bertanya,dia akan seharian berjalan tidak jelas seperti ini. "Ahh,kalau ada mas Dewo aku gak bakal bingung kayak gini" gumam Nina yang tiba-tiba mengingat Dewo. Dan tersenyum sendiri saat sadar bahwa dia telah berfikiran aneh-aneh. " Kenapa jadi keinget terus sama Mas Dewo? " gumam Nina dalam hati sambil tersenyum dan tetap melanjutkan perjalanan bodoh tanpa arahnya.


Tiba-tiba Nina tersentak kaget saat mendengar suara teriakan seorang wanita. Nina menoleh ke sumber suara dan yaa itu adalah suara Bunda Abizar. Seorang laki-laki setengah mabuk sedang menjambak rambutnya. Bunda Abizar berteriak minta tolong namun tidak ada seorang pun yang berusaha menolongnya. Mata para tetangga itu hanya melihat tanpa ingin kakinya melangkah menolong.


Nina segera berlari menghampiri rumah tersebut.


"Apa-apaan ini, siapa anda? Kenapa anda menyiksa Bundanya Abizar? " teriak Nina.

__ADS_1


Saat melihat Nina laki-laki itu mulai melepaskan rambut bunda. " Hai gadis cantik, siapa kamu? " tanya laki-laki tersebut balik bertanya


" Saya ibu gurunya Abizar, saya bertanggung jawab atas dia. Siapa anda? Jangan berani sakiti bunda " teriak Nina emosi.


" Hai cantik, Abizar adalah anak saya. Dan perempuan ini adalah mantan istri saya. Jadi terserah saya mau saya apain dia. Lagian dia sudah berani kabur dari pelanggan saya. Dia harus mendapatkan hukuman" kata laki-laki itu sambil mencengkeram tangan bunda yang membuat bunda meringis kesakitan.


"Jangann... apa yang kamu inginkan?" kata Nina.


" Baik, saya akan berikan anda uang. Tapi lepaskan bunda dan jangan ganggu bunda serta Abizar lagi. " kata Nina dambil mengambil beberapa uang kertas di tasnya. Sebenarnya uang itu memang sudah Nina siapkan untuk diberikan kepada Bunda Abizar namun saat ini ceritanya berubah.


" Gadis cantik kau sungguh pintar, terimakasih banyak " ucap laki-laki itu melepas cengkeraman bunda dan mengambil uang dari tangan Nina.

__ADS_1


" Pergi sekarang!!!" bentak Nina


" Ok ok baiklah cantik, kau tahu kau sangat cantik saat marah " ucap laki-laki itu seraya pergi dan membuat Nina jijik mendengar suaranya.


Bunda Abizar menangis tersedu-sedu sambil bersimpuh di hadapan Nina. " Bu Nina maafkan saya, saya selalu merepotkan Ibu" kata bunda sambil terus menangis.


Nina pun segera mengambil posisi yang sama seperti bunda dan memeluknya agar bunda merasa tenang.


" Bunda jangan khawatir, semua baik-baik saja" ucap Nina lirih.


***Terimakasih sudah membaca novel aku kakak, mohon kritik dan sarannya ya... Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan vote****

__ADS_1


__ADS_2