
Keesokan harinya
Nina berangkat ke sekolah seperti biasa, dia sepertinya lupa kalau Abizar sedang ngambek.
" Selamat pagi Bu Nina " sapa anak-anak yang kebetulan berpapasan dengan Nina.
" Selamat pagi anak-anak " sambut Nina
Nina memang hanya mengajar di kelas 5A, tapi hampir seluruh siswa di SD Tunas Bangsa mengenal dan menyukainya tentunya. Wajar sih, siapa yang tidak menyukai perempuan berparas cantik yang ramah seperti itu. Sebelum masuk kelas seperti biasa Nina masuk ke ruang guru, dia menyempatkan waktu sebentar untuk menyapa teman-teman gurunya.
" Hai Bu Sonia,, bagaimana persiapan olimpiadenya? " tanya Nina sambil menjabat tangan temannya.
" Sudah matang bu, anak-anak sudah siap sepertinya " jawab Bu Sonia percaya diri.
Tiba-tiba Nina teringat pada Abizar, dia baru ingat kalau anak itu tengah ngambek padanya. Semalam dia terlalu bahagia sehingga Nina lupa untuk mengingat anak itu.
Setelah berpamitan dengan bu sonia, Nina segera masuk ke kelas. Dia ingin melihat wajah Abizar secepatnya.
Tiba di kelas didapatinya Abizar sedang belajar, dia tampak sibuk. Teman-temannya yang ramai sepertinya tidak membuat konsentrasinya buyar.
__ADS_1
" Selamat pagi Bu Nina.. " sapa ank-anak.
" Selamat pagi anak-anak... Ayo berdoa dulu " ajak Nina.
Anak-anak pun berdoa dipimpin oleh ketua kelas. Perhatian Nina tak lepas dari Abizar, ank itu tampak biasa saja. Dia tidak terlihat marah ataupun bahagia. Hal itu membuat Nina takut, dia takut kalau hal yang kemarin berpengaruh pada semangat Abizar untuk mengikuti olimpiade.
*****
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Seperti jadwal biasanya Abizar akan belajar bersama Nina. Namun Abizar terlihat buru-buru mengemasi buku-bukunya ke dalam tas dan bersiap melangkahkan kaki ke luar kelas.
Nina dengan sigap menahan Abizar, " Bizar,kamu mau kemana? Tidak belajar? " tanya Nina yang masih merasa kalau Abizar masih ngambek.
" Ibu antar boleh? " pinta Nina
" Gak usah bu, terimakasih " jawab Abizar yang langsung berlalu meninggalkan Nina.
Nina terus memandang punggung Abizar yang telah berlalu, dia menyesalkan sikap Abizar, dia menyesali kejadian kemarin.
" Bizar.... " teriak Nina sambil sedikit berlari mengejar Abizar.
__ADS_1
Abizar yang mendengar teriakan Nina seketika berhenti dan membalikkan tubuhnya. Tak lama Nina sudah berada di depannya.
" Ada apa? " tanya Bizar masih tetap dingin sambil menatap Nina tajam.
Nina yang masih ngos-ngosan mengatur nafasnya sambil berucap, " Bizar habis nganter bunda kita belajar ya. Nanti Ibu aja yang kerumah kamu, olimpiadenya lusa jadi sayang kan kalau kamu gak belajar. "
" Gak usah bu, nanti pulang dari rumah sakit pasti malam banget. Saya belajar sendiri saja, dari kemarin juga belajar sendiri kok. " tolak Abizar yang membuat Nina tertohok dengan ucapan anak itu.
" Yaudah kalau gitu kamu hati-hati ya.. Kalau butuh apa-apa hubungi ibu " ucap Nina.
" Iya.. " jawab Bizar sambil memutar tubuhnya.
" Bizar.. " teriak Nina lagi sambil memegang pergelangan tangan Abizar
" Kamu marah ya sama Ibu " imbuh Nina lagi.
" Ibu jahat " teriak Abizar sambil berlari meninggalkan Nina.
Nina tidak bisa berkata-kata lagi, dia tidak tahu apa yang harus dikatan apalagi dilakukan. Kata yang keluar dari mulut Abizar barusan bagai menyayat hati Nina. Dia tidak mengira kalau kebahagiaan yang dia ciptakan tadi malam bersama Dewo malah membiay sakit di hati Abizar. Saat ini yang ada do fikiran Nina adalah olimpiade. Bagaimana Abizar melalui sisa 2hari ini kalau keadannya seperti ini.
__ADS_1