
**Sore hari di rumah Nina**
Sore ini suasana mendung menghiasi taman belakang rumah Nina. Hujan baru saja membasahinya. Nina duduk di teras belakang rumahnya,menikmati suasana yang diciptakan Tuhan. Fikirannya tidak pernah lepas dari murit-muritnya di sekolah. Candaan mereka,tawa mereka terngiang-ngiang di telinganya. Setiap anak memang diciptakan berbeda, mereka unik. Tidak ada kata bandel dan nakal yang ada hanya kita tidak bisa memahami mereka. Tidak ada kata bodoh, yang ada hanya kita tidak mengetahui kecerdasaan apa yang mereka miliki. Sekolah tidak hanya masalah nilai akademik, namun lebih dari itu sekolah menyediakan keluarga baru. Dimana dengan adanya keluarga baru dan media pembelajaran yang ada di sekolah, anak akan belajar. belajar mengenai semua hal yang nantinya akan dia butuhkan di kehidupannya.
"Nina,lagi ngapain?" sebuah suara yang Nina tau siapa pemiliknya. Nina pun tersenyum ke arah sumber suara.
"Mas Dewo,, udah lama disini?"
"Udah sekitar 10menit yang lalu."
"Kok gak bilang?"
"Gak tega mau buyarin lamunanya ibu guru cantik."
"lha ini apa? kan barusan buyarin"
"oo iyaaa..." kata Dewo tertawa lepas.
Dewo sudah akrab dengan keluarga nina,karena mereka teman sejak kecil. Jadi baginya sudah biasa masuk kerumah Nina.
"Gimana di sekolah nin? kata tante hari ini kamu ngajar.
" Seru banget mas,,ternyata mengajar itu menyenangkan".
__ADS_1
"Syukurlah kalau kamu senang"
Lalu tanpa sadar Nina menceritakan detail apa yang telah dia lakukan di sekolah. Nina sangat nyaman menceritakan semua hal kepada Dewo. Begitupun dengan Dewo, bahagia saat melihat Karenina bahagia.
***********
Hari kedua Nina di SD Tunas Bangsa
" Hai semua selamat pagi, apa kabar?" sapa nina di dalam kelas. Semua murit sudah duduk rapi di tempat duduknya masing-masing.
"Selamat pagi bu nina" jawab anak-anak serempak.
Saat mata Nina berputar matanya masih melihat bangku yang kemarin kosong hari ini masih tetap kosong.
"Gak tau bu, mungkin nanti" jawab Yasmin.
Nanti?? Nina bingung dengan jawaban Yasmin. Apa maksut anak ini? Otak Nina masih berputar-putar mencerna kalimat Yasmin.
Pelajaran hari ini pun dimulai, murit-murit belajar dengan bahagia. Yaa bahagia, rasa bahagia lah yang mereka butuhkan untuk belajar. Dan Nina akan memastikan satu per satu untuk kebahagiaan murit-muritnya,
Brak-brak, tiba-tiba seorang anak melemparkan tas sekolahnya ke meja. Wajah marah terlihat jelas dari matanya. Bajunya kucel tidak disetlika, dandanannya acak-acakan.
"Apakah itu Abizar?" gumam Nina. Kemudian Nina menghampiri anak tersebut.
__ADS_1
"Hai,kamu Abizar? kenapa datangnya terlambat?" tanya Nina halus.
" Ibu siapa?" jawab anak itu cuek.
" Saya bu Nina,guru baru kamu Abizar. Ayo, berkumpul bersama teman-teman dibelakang." ajak Nina lembut. Nina sedang mengajarkan miritnya membuat hasil karya di bagian belakang kelas agar anak-anak bisa leluasa.
" Gak mau,aku ngantuk"jawab Abizar seenaknya.
" Tidurnya nanti saja di rumah,sekarang ikut teman-teman ayo" jawab nina sabar.
" gk mau"
" Ayolah lihat mereka seru banget itu kayaknya" nina mulai merayu
" gak mau" Abizar membentak,membuat nina kaget.
"ok" jawab nina, yang memilih meninggalkannya daripada terpancing emosi.
Bel tanda pulang sekolah berbunyi, semua siswa berhamburan keluar. Namun tidak dengan Abizar yang sedari tadi masih setia dengan kursi dan mejanya.
"Abizar kamu tidak pulang?" kata Nina.
"Males" jawabnya
__ADS_1
"anak ini anaknya siapa sih?" gumam nina yang sudah mulai jengkel dengan kelakuan muritnya.