
" Bunda kenapa? siapa laki-laki yang tadi" tanya nina.
" tidak apa-apa bu nina, laki-laki yang mana?" tanya bunda mencoba menutupi.
" Sudahlah bunda jangan berbohong, tadi nina lihat bunda berbicara dengan laki-laki. Sepertinya orang itu meyakinkan suatu hal pada bunda. Kalau tidak keberatan bunda bisa kok menceritakannya pada nina. " ucap nina.
" Tidak bu nina, saya tidak apa-apa. " bunda masih kekeh dengan jawabnnya.
" Bunda jangan anggap nina orang lain, kita sudah seperti saudara. Lagian bagaimana Abizar akan bahagia kalau bundanya sedih " hibur nina.
" Baiklah " jawab bunda menyerah. Kemudian Bunda mengajak nina keluar kamar untuk bercerita. Sementara anak-anak masih heboh dengan obrolan mereka sendiri.
Bunda pun menceritakan masa lalunya ke bu nina. Dia mengatakan kalau laki-laki yang bertemu dengannya tadi adalah Ari mantan kekasihnya dan sahabat mantan suaminya. Bagaimana awal hubungan mereka, sampai akhirnya Ari meninggalaknnya.
" Jadi sekarang pak ari ingin menikah dengan bunda? " tanya nina.
" iya " jawab bunda lirih hampir tak terdengar.
" Setelah mendengar kabar kematian ayahnya Abizar, Mas Ari berusaha mencari saya. Sampai akhirnya kita bertemu. " imbuh bunda.
__ADS_1
" bunda masih mencintainya? tanya nina agak ragu.
Bunda tersentak dengan pertanyaan nina, dia terdiam sejenak kemudian menjawabnya lirih. " saat ini kehidupan saya adalah Abizar, cinta saya juga Abizar. "
" Tapi Abizar juga butuh ayah bun. nina yakin pak ari pasti bisa menerima Abizar seperti anak kandungnya" ucap nina.
Bunda hanya tersenyum mendengar ucapan nina, entah apa yang difikirkan wajahnya sulit ditebak.
" eh udah jam segini bun, nina dan anak-anak harus kembali ke sekolah orang tua mereka pasti sudah menunggu. " kata nina terburu-buru setelah melihat jarum jam di tangannya.
Kemudian rombongan nina dan teman-teman Abizar meninggalkan rumah sakit menuju ke sekolah. Untuk selanjutnya pulang kerumah masing-masing.
Sebuah pesan masuk dari mas dewo.
*Nina nanti malam mas pengen ngajak kamu ke suatu tempat.
Kemana?
Surprise
__ADS_1
Kamu siap-siap ya,, jam 7 aku jemput.
Oke*.
" Ya Allah bu nina,, udah sama Gilang masih aja main hp. sambil senyum-senyum juga " seru Gilang yang melihat nina senyum-senyum sendiri setelah membalas pesan di hndphonenya.
" Lha emang kamu siapanya bu nina Gil? " saut temannya.
" Gilang ini super hero nya bu nina, yang selalu siap melindungi tuan putri bu nina yang cantik jelita " Gilang berucap dengan tangannya ditaruh dipinggang dan dengan senyum tipis.
" Idihh super hero, mana ada super hero gendut suka makan." saut Yasmin tidak terima. yang diikiti oleh tawa teman-temannya.
" biarin.. yang penting kan ganteng dan gagah. iya kan bu nina? " jawab Gilang sambil melihat ke arah nina.
"hueek...huuekk... " kata anak-anak yang membuat suasana menjadi sangat gaduh pasalnya mereka masih berada di wilayah rumah sakit.
" Anak-anak sudah jangan berisik. kasian pasien-pasien disini jadi terganggu " timpal nina kepada murit-muritnya
" iya bu " jawab mereka serempak.
__ADS_1
Setelah sampai di sekolah, anak-anak dijemput orangtua masing-masing. Nina pun segera pulang untuk mempersiapkan pertemuannya dengan Dewo. Ada rasa gugup di hatinya. Karena ini adalah pertama kalinya mereka bertemu setelah dewo menembaknya. Namun dibalik kegugupan itu, ada rasa bahagia yang memuncak karena dia akan bertemu dengan orang yang dicintainya. Meskipun nina belum mengatakannya.