
bunda pun melepaskan pelukannya dan melihat nina dengan wajah terkejut.
"nina ingin bunda bahagia, abizar juga ingin itu" kata nina lirih.
" Bu nina.... " kata bunda masih dengan wajah terkejut. Nina hanya tersenyum melihat bunda.
Hari sudah menjelang malam, nina berpamitan untuk pulang. Kemudian nina melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
sampai di rumah ada mobil diparkir di halaman, yang dia yakini itu adalah mobil dewo kekasihnya.
"mas dewo ngapain kesini, kok tumben gak ngabarin dulu" batinnya dalam hati. kemudian nina masuk ke dalam rumah.
" itu nina udah pulang.. " seru mama saat melihat nina di depan pintu.
Yaa,,memang benar mama sedang ngobrol dengan mas dewo di ruang tamu.
" ada dewo nyariin kamu " ucap mama lagi sambil berlalu.
" mas dewo udah lama? " tanya nina agak malu karena insiden pesan wa tadi pagi.
" barusan " jawabnya.
" ada apa? tumben gak ngabarin kalau mau kesini. "
" lagi pengen denger kalimat yang kamu ketik di pesan whatsapp tadi secara langsung " jawab dewo setengah berbisik. Nina tersentak hatinya. tidak butuh waktu lama baginya untuk mengingat pesan mana yang dimaksut dewo.
" apaan sih " jawab nina malu dan memerah. dewo pun tertawa gemas melihat wajah lucu kekasihnya.
__ADS_1
" o iya sayang, gimana abizar? tanya dewo.
" alhamdulillah besok anaknya udah bisa pulang. tadi ada pak ari juga di rumah sakit jengukin bizar. " jawab nina.
" siapa pak ari?" tanya dewo lagi. nina pun menceritakan kejadian-kejadian yang diceriitakan bunda. tak lupa dia pun mengatakan kalau abizar mau jika pak ari jadi ayahnya.
" semoga bunda bahagia ya nin, mungkin saat ini udah saatnya mereka bahagia " kata dewo.
" aamiin" jawab nina.
" dan semoga kebahagiaan juga selalu menyertai kamu, orang yang selalu peduli dengan orang lain " lanjut dewo.
" aamiin" jawab nina lagi sambil tersenyum manis semanis gula batu
******
nina telah sampai di rumah sakit untuk menjemput abizar. diapun segera masuk ke kamar abizar. dilihatnya abizar sudah nampak sehat, dia berdiri menyambut kedatangan nina. sementara bunda masih membereskan beberapa pakaian.
" sudah siap? " tanya nina.
" sudah " jawab abizar bahagia.
" bu, besok abizar sudah bisa sekolah lagi kan? " tanya bizar.
" emang kamu udah sehat? " nina balik tanya.
" udah "
__ADS_1
" dokter masih nyuruh istirahat bizar, takutnya kepala kamu nanti sakit lagi " tolak nina.
" yaahhh...kan bizar pengen sekolah bu. pengen jajan di kantinnya mang udin " abizar sendu.
" kamu sekolah cuma pengen jajan zar. dasar... " seru nina heran.
abizar hanya cengengesan, sementara nina siap meluncurkan aksi cubitan mautnya ke lengan abizar. Melihat tingkah mereka bunda hanya tersenyum. bunda bahagia melihat anaknya bahagia. Baginya kebahagiaan abizar adalah segalanya.
" assalamualaikum... " sapa seseorang dari balik pintu.
" waalaikumsalam " jawab mereka bertiga
" abizar sudah boleh pulang? " tanya orang tadi yang ternyata adalah pak ari.
" iya om, ini mau diantar pulang sama bu nina. " jawab abizar.
"kenapa kamu kesini lagi? bukankah kemarin saya sudah bilang jauhi kami " kata bunda tiba-tiba membentak ari.
" sukma pliss... beri saya kesempatan lagi " ari memohon.
" sudahlah ari, sebaiknya kamu keluar dari sini dan jangan ganggu kami " jawab bunda sambil meneteskan air mata.
Sementara nina memeluk abizar yang tubuhnya bergetar melihat bundanya berteriak .
" sukma... apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya kalau aku serius ingin menjadi suami kamu dan menjadi ayah untuk abizar? saya ingin membahagiakan kalian berdua sukma" ari belum putus asa.
" kebahagiaan saya hanya abizar, ari " jawab bunda.
__ADS_1
" abizar bahagia kalau bunda bahagia. bunda menikahlah dengan om ari " seru abizar yang masih berdiri di samping nina.