
Bel pulang sekolah berbunyi, anak-anak sudah berhamburan keluar sekolah. Nina segera membereskan buku-buku nya di atas meja dan bergegas menuju ruang UKS dia tidak mau Abizar kabur sebelum dia menemuinya atau mungkin kabur dengan alasan tidak mau diantar pulang.
Setelah melewati berjalan beberapa meter, Nina sampai di pintu ruang UKS. Didapatinya UKS sudah sepi. " Tu anak pasti kabur deh " omel nina lirih sambil membuka pintu UKS. Ternyata Abizar sedang tidur, dia tidur pulas sekali sampai tidak tahu kedatangan nina. " Panteasan ruangan ini sepi, mungkin perawatnya keluar karena gak mau ganggu Abizar tidur " batin nina dalam hati.
Nina tidak tega membangunkan Abizar, dia pun memilih duduk di kursi panjang di sebelah ranjang. Pandangan Nina teralih ke tas yang dia bawa. Saat keluar dari kelas dia tidak lupa membawakan juga tas sekolah hitam milik Abizar. Dibukanya resleting tas itu pelan-pelan. Bukannya penasaran dengan isi tasnya,tapi saat ini nina emang lagi gabut karena ponselnya dicarge karena kehabisan baterai. Ada banyak buku di dalam tas itu, buku-buku pelajaran dari sekolah dan beberapa buku catatan miliknya.
Nina membuka satu persatu buku catatan itu, buku yang lumayan rapi meskipun tidak disampul tapi tulisan tangan Abizar cukup bagus. Namun matanya terkesiap saat dia melihat halaman buku yang isinya bukan tentang pelajaran sekolah. Nina mencoba membacanya.
Aku bahagiaaa banget
ternyata bunda bener kalau Allah itu gak akan biarin seorang anak sedih.
Sekarang aku udah punya peri.
Periku namanya Bu Nina.
Periku cantik banget, baik hati juga.
__ADS_1
Periku itu selalu menolong aku, menolong bunda juga.
Aku sekarang juga udah gak kerja lagi.
Aku seneng kalau ada di dekat periku.
Aku juga sayaaaaang banget sama periku.
Aku ingin menang olimpiade biar bunda sama periku bahagia.
Nanti kalau udah gede aku pengen nikah sama periku. Aku pengen buat periku selalu bahagia.
Kalimat yang sangat sederhana namun sudah sangat mewakili perasaan seorang anak 11tahun.
Nina tersenyum membaca tulisan itu, matanya nampak berkaca-kaca dan akhirnya banjir deh pipi nina kena air mata. Namun nina cepat sadar diri dan segera mengelap pipinya dengan tangan, nyari tisu gak ada gaes.
Tidak lama kemudian perawat yang berjaga di UKS masuk. Dia meminta ijin pada nina untuk pulang setelah nina memberi tahu bahwa dia yang akan menjaga Abizar disini dan akan mengantarnya pulang.
__ADS_1
Sudah hampir satu jam Nina menunggu Abizar yang masih setia dengan tidurnya, susana sekolah juga sudah sepi. Namun Nina tetap tidak mau membangunkan Abizar. Dia menunggu Abizar sambil memandangi wajah teduh anak itu.
Namun tiba-tiba hidung Nina terasa gatal dan "haattccuuu" Nina bersin dengan lumayan keras, padahal dia sudah berusaha setengah mati menahan suara bersinnya.
Abizar kaget, dia langsung bangun dan duduk sambil matanya mengitari seluruh ruangan dan nafasnya ngos-ngosan.
" Abizar... kamu bangun. Maaf ya Ibu bersinnya terlalu keras jadi kamu bangun deh " kata Nina menyesali suara bersin yang telah ia keluarkan.
Abizar masih belum menyadari apa yang terjadi dia masih melihat sekeliling dengan wajah tegang, sampai akhirnya dia tersenyum saat ia melihat Nina.
" Abizar, kamu gak papa? Apa masih ngantuk? " tanya Nina.
" Bu Nina, ini jam berapa? " Abizar tidak menjawab pertanyaan Nina malah balik bertanya.
" Jam 5 " jawab Nina sambil tersenyum
" Hahh udah jam 5, berarti teman-teman udah pada pulang dong bu. Kok saya tidak dibangunin bu " tanya Abizar yang baru menyadari kalau dia tidur terlalu lama.
__ADS_1
" Gak papa, yuk ibu antar kamu pulang " ajak Nina sambil membantu Abizar turun dari ranjang.