Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
BAB 41


__ADS_3

Kamar nina sudah seperti kapal pecah, bajunya berserakan di atas tempat tidur.


" ini terlalu formal, ini terlalu sexi, ini malah jadi keliatan gendut, ini warnanya terlalu ngejreng, ini kelihatan tua" gumam nina. Hampir 2jam nina berdiri didepan lemari pakaiannya dan mengatakan kalimat yang sama sedari tadi. Baju yang diambil dari lemari hanya ditempelkan ditubuhnya kemudian dibuang ke tempat tidur. Terlalu ini lah terlalu itu lah umpatnya dari tadi.


" nina... dewo udah dibawah mau jemput kamu " seru mama nina sambil mengetuk pintu kamar nina.


Nina pun membukakan pintu kamar untuk mamanya.


" Nina kamu belum siap juga. ngapain aja kamu di kamar? Ya Allah... ini kamar kamu kenapa bisa jadi gini nin. " ucap mama kaget melihat penampakan kamar putrinya.


" nina bingung mau pakai baju apa ma " jawab nina frustasi sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan.


Mama pun tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan nina.


" malah ketawa " saut nina sebal.


" sayang.. kamu mau pakai baju apa aja tetep cantik kok. " kata mama sambil mengusap rambut nina.


"Pakai ini aja, bagus " kata mama lagi sambil memberikan nina gaun hitam selutut yang tertutup di bagian atasnya. Terlihat sederhana tapi sangat anggun dan sopan. Cocok sekali drngan kepribadian nina.

__ADS_1


" beneran yang ini ma? " tanya nina sambil menerima baju pilihan mamanya.


Mama tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.


" kamu buruan siap-siap, kasian dewo nunggu lama. mama ke bawah dulu nemenin dewo " kata mama.


Nina pun segera mempersiapkan dirinya, riasan tipis diwajahnya dan rambut hitam pekat yang dia biarkan tergerai menambah kesempurnaan penampilannya malam ini.


Setelah siap nina segera keluar kamar dan menuruni tangga. Dewo yang melihat nina menuruni tangga hanya bisa melongo melihat bidadari tanpa sayap yang sedang berjalan anggun menuruni tangga.


" Jadi mama kamu sekarang udah di rumah de? " tanya mama.


" ohhh iya tante, cantik " jawab dewo gelagapan.


mama bingung dengan jawaban dewo tapi kebingungannya segera terobati karena dilihatnya nina mendekati mereka, sedangkan mata dewo dari tadi hanya memandang ke arah nina.


" ohh,anak tante ya yang cantik " kata mama menggoda.


" ehh" dewo malu, menyadari kebodohannya.

__ADS_1


" Ada apa ma? " tanya nina kepada mamanya.


" Gak ada apa-apa, sudah berangkat sana keburu malam " ucap mama.


" Tante, dewo ajak nina keluar sebentar ya " izin dewo sambil mencium tangan mama nina.


" Anak tante dijaga baik-baik ya dewo, jangan diliatin aja " seru mama menggoda.


" iihh mama apaan sih " ucap nina pelan karena merasa malu.


Sementara dewo segera meninggalkan tempat itu karena dia tidak mau terlalu malu disitu.


" Kita mau kemana mas? " tanya nina saat mobil dewo melaju.


" surprise " jawab dewo tersenyum.


Ternyata dewo memberhentikan mobilnya di sebuah restoran, restoran yang sering mereka kunjungi untuk makan.


Namun restoran ini keliatan berbeda. Dari luar biasanya banyak mobil terparkir di tempat parkir tapi mobil dewo satu-satunya penghuni tempat parkir yang luas itu. Biasanya restoran ini sangat terang, namun kali ini kelihatan agak remang-remang. Kemudian mereka masuk ke restoran tersebut. Sungguh berbeda, meja kursi yang biasanya memenuhi ruangan sekarang tidak ada, hanya terdapat sebuah meja dan dua kursi yang berada ditengah-tengah ruangan. Beberapa lilin yang disusun membentuk hati mengelilingi meja tersebut. Papan besar bertuliskan i love u dan hiasan bunga-bunga menjadi dekorasi yang menambah keromantisan malam ini. Beberapa orang datang mendekati meja yang mereka duduki kemudian memainkan biola dengan lagu romantis membuat kesempurnaan malam ini.

__ADS_1


__ADS_2