
Nina menuntun Bunda abizar masuk ke dalam rumah dan mendudukkannya di kursi. Kemudian Nina mengambil kursi lain dan duduk berhadapan dengan Bunda sambil menggenggam erat tangan Bunda berharap agar perempuan itu merasa lebuh tenang dan menghentikan isak tangisnya.
"Bu Nina maaf, saya sudah banyak sekali merepotkan anda. Dan uang yang tadi...... " belum selesai bunda melnjutkan kalimatnya, Nina menyela.
" Sudahlah Bunda.. tidak apa-apa. Ini untuk Abizar. Bunda tidak perlu merisaukan uang tadi." sela Nina.
" Tapi bu...."
" Tidak apa-apa bunda " sela Nina kemudian sambil tersenyum
__ADS_1
"Terimakasih Ya Allah engkau telah memberikan Dewi penolong untuk kami" gumam bunda di dalm hati.
" Bunda dimana Abizar? " kata Nina sambil matanya berputar mencari keberadaan anak yang sangat dinantikan kehadirannya.
"Abizar kan tadi sekolah, dia belum pulang bu" jawab Bunda yang membuat Nina kaget. Pasalnya ini sudah sore hari dan Abizar lari dari sekolah pagi tadi.
Kemudin Nin menceritakan apa yang telah terjadi di sekolah kepada bunda. Bunda pun bisa mengerti. Namun wajahnya tiba-tiba berubah sedih.
Bunda tersenyum, kemudian menceritakan hidupnya yang penuh liku bersama Abizar. Dulu mereka hidup bahagia, Ayah Abizar memiliki sebuah perusahaan yang cukup berpengaruh. Abizar tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Tidak ada sedikitpun firasat atau tanda kalau keluarga ini akan hancur sehancur-hancurnya. Entah apa yang terjadi tiba-tiba perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan. Ayah Abizar berusaha sekuat tenaga mengembalikan kondisi perusahaannya, namun tidak bisa. Dia frustasi, dan melampiaskan kesedihannya dengan minum-minum dan berjudi. Semakin lama kondisi ekonomi keluarga tersebut semakin kritis. Ayah Abizar yang benar-benar sudah lupa segalanya tidak segan-segan memukul Abizar atau bundanya. Akhirnya mereka bercerai atas perintah Ibu dari Ayah Abizar, nenek Abizar. Nenek menginginkan mereka bercerai untuk melepas penderitaan Abizar dan Bunda. Sementara itu neneklah yang menyokong perekonomian Abizar dan Bunda karena Bunda saat ini sering sakit. Namun Ayah Abizar masih tidak mau melepas Abizar dan Bunda begitu saja, dia masih sering datang ke rumah untuk meminta uang yang telah nenek kirim. Jika tidak diberi maka dia akan menyiksa mantan istrinya tersebut dan malah tega menjualnya ke psikopat.
__ADS_1
Nina hanya bisa tersenyum mendengar cerita Bunda. Dalam hatinya berdoa semoga Abizar dan Bunda secepatnya mendapatkan kebahagiaan dan bisa secepatnya terbebas dari mantan suaminya.
Tidak lama kemudian terdengan suara pimtu dibuka dan salam dari luar rumah. Abizar telah pulang. Melihat anak yang sangat dinantikannya telah kembali, Nina segera bergerak dari tempat duduknya dan langsung memeluk Abizar. Dia merasa senang dan lega karena Abizar telah pulang.
Abizar yang dipeluk Nina dengan erat merasa tidak bisa bernafas, namun entah kenapa dia merasa sangat nyaman dengan pelukan Nina. (Yaiyalah Bizar dipeluk cewek cantik,hehe)
"Abizar, kamu tidak apa-apa? Tadi kamu pergi kemana? Kenapa meninggalkan sekolah? Terus kenapa pulangnya sampai sore begini? Kamu ngapain aja? Dari mana aja? " cecar Nina, sementara itu Abizar hanya melongo mendengar Ibu guru yang cerewet melebihi bundanya.
"Abizar jawab" kata nina yang merasa jengkel karena Abizar hanya melongo tanpa mengatakan sesuatu.
__ADS_1
" Saya habis nyari ini bu " jawab Abizar tersenyum sambil memperlihatkan beberapa uang 2000an di tangannya.
***jangan lupa like, coment, kasih tips, dan penilaian ya kakak. terimakasih sudah mampir****