
Abizar merasa sangat nyaman tidur dipangkuan Nina. Dia tidur pulas sekali. Begitu juga dengan Nina, entah kenapa dia merasa sangat menyayangi anak ini. Sambil membelai lembut kepala Abizar dia mengingat apa yang mereka lalui berdua. Mungkin Nina merasa kasihan dengan hidup yang dialami Abizar. Tapi lebih dari itu, sepertinya hati Nina sudah terpaut dengan Abizar.
Rasa kantuk pun menyerang Nina, mungkin karena suasana yang nyaman atau karena dia kecapekan habis lari-lari mencari Abizar. Nina pun tertidur dengan posisi duduk sambil kepalanya disenderkan di pohon besar di sebelahnya. Mereka pun tertidur pulas.
" Bu Nina... Bu Nina... " panggil seseorang sambil menepuk punggung Nina.
Njna gelagapan, dia melihat orang tersebut. Yang ternyata adalah Alfin.
" Bu nina ketiduran ya.. sebentar lagi pengumuman pemenang akan diumumkan." kata Alfin.
" oh iya saya ketiduran bersama Abiii... " Nina melihat ke pangkuannya, namun dilihat Abizar sudah tidak ada. " Kemana lagi ni anak" gumamnya.
" Siapa bu? " tanya Alfin.
" Pak Alfin lihat Abizar gak? " tanya Nina yang tidak menjawab pertanyaan Alfin tapi malah balik nanya.
" Abizar sudah ada di ruangan dari tadi bu, anak-anak sekarang ada breafing sekalian pengumuman pemenang. " jawab Alfin.
__ADS_1
Nina yang mendengarkan penjelasan Alfin hanya tersenyum. " Wahh,,aku tadi ketiduran kyknya lama banget" gumam Nina dalam hati.
" Mari bu, kita ikut anak-anak ke ruangan " ajak Alfin yang diikuti anggukan kepala dari Nina.
Sesampainya diruangan nina melihat Abizar sendirian dipojok. Abizar tidak berkumpul dengan temananya. Anak itu bukan tipe anak yang mudah bergaul, jadi dia akan menyendiri pada lingkungan yang baru.
Nina mendekati Abizar sambil bertanya lirih, " Bizar tadi kok gak bangunin ibu?
Abizar yang tidak menyadari kehadiran nina sedikit merasa kaget.
" Bu Nina gak bisa dibangunin" jawab Abizar bohong, karena dia memang tidak membangunkan nina karena merasa tidak tega melihat gurunya tersebut tertidur dengan pulas. Abizar turun dari pangkuan nina dengan sangat hati-hati agar nina tidak terbangun
Abizar hanya tersenyum melihat nina.
Abizar memang terlihat kecil bila dilihat dari postur tubuhnya, tapi dia sangat dewasa. Mungkin karena kehidupan yang memaksanya menjadi seperti itu. Dan nina sangat nyaman dan kagum dengan sikap Abizar tersebut.
Seseorang yang tadi memberikan brefing sekarang sudah siap dengan kertas ditangannya yang berisi pengumuman pemenang. Semua yang ada disitu dibuat deg deg an.
__ADS_1
Dimulai dari mapel IPA, sekolah Tunas Bangsa belum beruntung mendapatkan juara. Kemudian dilanjutkan mapel Bahasa Inggris, sekolah Tunas Bangsa mampu menggondol piala harapan 1.
Nina semakin tegang dibuatnya, dia terlihat gelisah. Tangannya merasa dingin. Namun Abizar terlihat cukup tenang dan ekspresi wajahnya terlihat biasa aja.
Tiba untuk pengumuman mapel Matematika, dimulai dari harapan 3, harapan 2, harapan 1 nama Abizar belum juga dipanggil. Nina pun tidak bisa berharap banyak lagi. Juara 3 bukan Abizar, Juara 2 pun nama Abizar tidak disebut. Nina sudah pasrah, dia yakin Abizar tidak mendapatkan posisi kemenangan.
Abizar menggenggam tangan Nina berusaha meyakinkan bahwa semua baik-baik saja, dia tau Nina pasrah dan sudah tidak berharap lagi.
Juara 1 dibacakan, dan nama Abizar lah yang disebut. Abizar melepaskan genggamannya dari tangan Nina, kemudian mengepalkan tangannya sambil berkata "Yesss ". Kemudian berlari menuju si pemanggil untuk menerima hadiah.
Nina yang tidak menyangka dengan hal ini hanya melongo, melihat Abizar lari ke depan. Disaat Abizar menerima piala dan hadiahnya, Nina baru sadar kalau Abizar mendapatkan juara 1. Nina pun akhirnya tersenyum senang sekali, dia bertepuk tangan dengan keras. " Alhamdulillah" gumamnya.
Setelah menerima hadiah Abizar menemui Nina. Dia menyalami nina sambil mencium punggung tangan Nina.
" terimakasih bu nina " ucapnya yang membuat Nina terharu dan akan menitikkan air mata. Namun air mata itu tidak jadi menetes ke pipi karena jari Abizar lebih dulu menahannya.
" bu nina bahagia? " tanya Abizar.
__ADS_1
Nina langsung memeluk Abizar sambil berkata, " Selamat Abizar, kerja keras kamu selama ini berhasil. Ibu bangga sama kamu. Ibu bahagiaaa sekali "